Strategi Taktis Arema FC dalam Menghadapi Malut United
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menunjukkan pendekatan taktis yang cukup menarik saat menghadapi Malut United dalam pertandingan lanjutan Super League 2025-2026. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, ia memutuskan untuk tidak menggunakan striker murni dalam formasi yang digunakan.
Formasi 5-4-1 dan Peran Gustavo Franca
Arema FC menggunakan formasi 5-4-1 dalam pertandingan tersebut. Hal ini menjadi perubahan signifikan dari biasanya, karena posisi penyerang tengah tidak diisi oleh pemain dengan nomor punggung sembilan. Sebaliknya, Gustavo Franca yang biasa bermain sebagai gelandang serang, dipasang sebagai satu-satunya pemain di lini depan.
Franca tidak bermain sebagai penyerang tengah, melainkan sebagai gelandang yang berada di belakang gelandang lawan. Tujuan dari strategi ini adalah untuk mengecoh lini pertahanan Malut United yang dikenal kokoh.
“Franca tidak bermain sebagai penyerang tengah, dia bermain sebagai gelandang,” ujar Marcos seusai pertandingan. “Itu adalah masalah taktik dalam melihat permainan, penempatan posisi di mana dia bermain di belakang gelandang lawan, jadi dia bukan penyerang tengah.”
Performa Gemilang Gustavo Franca
Meskipun bermain sendirian di lini depan, Gustavo Franca menunjukkan performa yang sangat baik. Ia kerap menciptakan peluang melalui akurasi sepakannya dan penempatan posisi yang cukup baik di depan gawang lawan. Bahkan, sepak pojok dari mantan pemain Persija Jakarta ini turut berkontribusi pada satu gol Arema FC dalam pertandingan tersebut.
Karena penampilannya yang luar biasa, Franca diangkat sebagai pemain terbaik dalam laga Arema FC vs Malut United.
Alasan Menggunakan Strategi Tanpa Striker Murni
Marcos Santos menjelaskan alasan di balik penggunaan strategi tanpa striker murni. Menurutnya, tim membutuhkan kecepatan dan mobilitas yang lebih besar karena lini pertahanan Malut United sangat kuat.
“Kami memutuskan untuk bermain tanpa penyerang tengah karena kami membutuhkan tim yang lebih cepat, dengan mobilitas yang lebih besar karena lini pertahanan mereka yang sangat kuat,” ujarnya.
Selain itu, banyaknya pemain Arema FC yang absen dalam pertandingan ini membuat Marcos harus menerapkan taktik yang berbeda. Kehilangan tujuh pemain, termasuk enam pemain asing, menjadi alasan utama penggunaan strategi ini.
Strategi Bertahan dan Pujian untuk Pemain
Marcos juga memilih strategi bertahan karena ia mengetahui bahwa Malut United memiliki pemain yang cepat di lini depan. Meski gagal meraih poin penuh, ia cukup bangga dengan kinerja anak asuhnya.
“Para pemain pantas mendapatkan pujian karena mereka telah bermain baik pada hari ini,” katanya. “Jika harus ada pemenang, tentu Arema yang jadi pemenangnya.”
Ia menegaskan bahwa apa yang telah ia instruksikan di latihan telah dijalankan dengan baik oleh Gustavo Franca dan rekan-rekannya. Hal ini membuktikan bahwa strategi yang diterapkan dapat memberikan hasil positif meskipun tidak berbuah kemenangan penuh.
Kesimpulan
Pertandingan antara Arema FC dan Malut United menjadi contoh bagaimana taktik yang tepat bisa mengubah dinamika permainan. Meskipun tidak meraih kemenangan penuh, Marcos Santos tetap memuji komitmen dan performa pemainnya. Dengan strategi yang terorganisir dan penyesuaian taktik yang tepat, Arema FC berhasil menunjukkan potensi besar dalam pertandingan ini.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











