My WordPress Blog

PCNU Madura Sepakat, Bangkalan Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35

Kepanitiaan Muktamar ke-35 NU Telah Terbentuk

Pembentukan panitia inti Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) telah selesai dilakukan, yang mencakup Konferensi Besar dan Munas Alim Ulama. Pertemuan penting ini berlangsung di Ponpes Darul Ulum Gersempal, Sampang, pada hari Sabtu (4/4/2026), dengan tujuan untuk menyatukan dukungan dari empat kabupaten di Pulau Madura.

PCNU dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep sepakat untuk menggelar Muktamar ke-35 NU di Demangan, Kota Bangkalan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap akar sejarah NU yang berasal dari kawasan tersebut.

Alasan Pengajuan Muktamar di Bangkalan

Menurut Jubir Pertemuan PCNU Se-Madura, Ahrori Dhofir, sudah saatnya NU kembali ke akar perjuangannya. Menurutnya, sumber dan akar NU ada di Demangan Bangkalan, yang menjadi tempat lahirnya isyarah dan konsep ‘perintah’ khusus Suaikhona Kholil kepada KH As’ad Syamsul Arifin, Sukorejo, Situbondo.

“Isyarah Tongkat dan Tasbih yang diberikan oleh Suaikhona Kholil kepada KH As’ad Syamsul Arifin adalah awal mula dari lahirnya NU. Itulah yang kemudian mendorong kami untuk memilih Bangkalan sebagai tempat pelaksanaan Muktamar ke-35,” ujarnya.

Susunan Panitia Muktamar ke-35 NU

Dalam susunan Panitia Inti Muktamar Ke-35 NU, Sekretaris Jenderal PBNU, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) ditunjuk sebagai ketua Panitia Konferensi Besar dan Munas Alim Ulama sekaligus Ketua Panitia Muktamar. Hal ini disampaikan Gus Ipul dalam konferensi pers di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kabupaten Trenggalek, Minggu (29/3/2026).

Pernyataan PCNU Se-Madura Raya

PCNU Se-Madura Raya menyampaikan beberapa hal terkait isu Muktamar Ke-35 yang insya Allah akan digelar antara Bulan Juli atau Agustus. Berikut pernyataan mereka:

  • Mendukung atas terbentuknya Panitia Muktamar Ke-35 NU
  • Memohon dan berharap pelaksanaan Muktamar Ke-35 digelar di Madura dalam hal ini Bangkalan sebagai tuan rumah.
  • Meminta PWNU, PCNU dan PCINU guna mendukung pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU di Kabupaten Bangkalan
  • Memohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto sekiranya bisa hadir sekaligus membuka Pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU di Kabupaten Bangkalan.
  • Mengharap kepada Pengurus Besar Nahdaltul Ulama untuk mendukung dan sepakat untuk melaksanakan Muktamar Ke-35 NU di Kabupaten Bangkalan.

Tiga Alasan Muktamar Ke-35 NU Harus di Demangan Bangkalan

Pada hari Minggu (4/1/2026), Halaman Ponpes Syaikhona Kholil, Kelurahan Demangan, Kota Bangkalan dipadati ribuan jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU). Mereka antusias mengikuti Napak Tilas Pendirian NU, berjalan kaki dari ponpes sekaligus kediaman Mbah Kholil menuju Pelabuhan Kamal sejauh 17 Km mengawal tasbih dan tongkat menuju kediaman KH Hasyim As’ari di Ponpes Tebuireng, Jombang.

Dalam napak tilas itu, tongkat dan tasbih diberikan dzurriyah Mbah Kholil, RKH Fakhruddin Aschal selaku pengasuh Ponpes Syaikhona Kholil kepada dzurriyah KH As’ad Syamsul Arifin, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy selaku pengasuh Ponpes Sukorejo, Situbondo.

Melalui tongkat dan tasbih untuk KH Hasyim Asy’ari yang dititipkan kepada KH As’ad Syamsul Arifin itu, menjadi restu spiritual berdirinya jam’iyah NU pada tahun 1926. Jam’iyah NU selama satu abad ini telah menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Alasan Utama Muktamar di Bangkalan

Jubir Pertemuan PCNU Madura Raya, Ahrori Dhofir mengungkapkan, ada tiga alasan mengapa Mukmatar Ke-35 NU harus digelar di Demangan Bangkalan sebagai upaya me-refresh kembali Isyarah Tongakat dan Tasbih.

  • Pertama, mengembalikan NU ke akarnya. Demangan adalah tempat lahirnya isyarah dan konsep melaui ‘Perintah’ Khusus Syaikhona Kholil kepada KH As’ad Syamsul Arifin untuk mengantarkan Pesan dan Isyarah kepada KH Hasyim Asy’ari.
  • Kedua, lanjutnya, mengawali abad kedua NU dari titik nol. Digelar Mukatamar Ke-35 NU di Kelurahan Demangan, Bangkalan akan merepresentasi titik untuk merefleksikan perjalanan NU selama satu abad. Sekaligus kembali dari permulaan untuk menyongsong tantangan di abad kedua.
  • Ketiga, menguak kembali Isyarah Tongkat dan Tasbih sebagai simbol kepemimpinan dan spiritual NU. Tergelarnya Mukamar di Demangan akan menjadi momentum untuk menguak kembali Isyarah Tongkat dan Tasbih, sebagai landasan kepemimpinan dan spiritual NU.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *