Perkembangan Terbaru Kasus Rachel Vennya dan Niko Al Hakim
Kisruh antara selebgram Rachel Vennya dan mantan suaminya, Niko Al Hakim atau yang lebih dikenal dengan nama Okin, terus memicu perhatian publik. Isu kewajiban finansial pasca-perceraian serta tudingan menjual rumah tanpa izin menjadi topik utama dalam perseteruan ini.
Kesepakatan Finansial Pasca-Perceraian
Pihak Rachel Vennya mengungkapkan bahwa sejumlah kewajiban finansial pasca-perceraian belum sepenuhnya dipenuhi hingga kini. Kuasa hukum Rachel, Sangun Ragahdo, menjelaskan bahwa pada awal perceraian tahun 2021, kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan. Kesepakatan tersebut mencakup pembagian aset serta pemberian uang mut’ah kepada Rachel sebagai mantan istri. Nilai uang mut’ah disebut mencapai Rp1 miliar.
Selain itu, keduanya juga menyetujui besaran nafkah bulanan untuk kedua anak mereka. Sangun menyebut angka Rp50 juta per bulan dinilai wajar, mengingat kebutuhan pendidikan anak yang cukup besar. Ia menilai nominal tersebut telah disepakati secara sadar oleh kedua belah pihak. Namun dalam perjalanannya, realisasi dari kesepakatan tersebut disebut tidak berjalan sesuai rencana.
Nafkah Bulanan 50 Juta
Sangun menilai angka Rp50 juta sangat masuk akal mengingat biaya pendidikan anak-anak Rachel Vennya yang tak sedikit. “Disepakati untuk kedua orang anak senilai Rp50 juta setiap bulan,” jelas Sangun. “Sebetulnya menurut kesepakatan mereka berdua dan menurut saya juga ya itu nilai yang wajar,” lanjutnya.
Sayangnya, kesepakatan tersebut tidak berjalan mulus. Sangun mengungkapkan bahwa nafkah untuk anak itu pernah mandek selama total sembilan bulan pada 2021 hingga 2022. “Ternyata di tahun 2021, tahun 2022, ada lah ya kita bilangnya, kalau bahasa gampangnya istilah mandek lah. Tidak dibayarkan untuk nafkah anak tersebut.” “Seingat saya nih 2021 itu ada tiga bulan, di 2022 itu tidak kurang dari enam bulan, hampir setengah tahun lah mandek,” paparnya.
Klarifikasi Okin Soal Penjualan Rumah
Okin buka suara terkait tudingan menjual rumah tanpa izin yang sebelumnya disampaikan Rachel Vennya. Isu ini mencuat setelah Rachel mengungkapkan kekecewaannya melalui Instagram pribadinya pada Kamis (2/4/2026). Rumah yang dipermasalahkan disebut-sebut sebagai bagian dari pemenuhan nafkah untuk kedua anak mereka pasca-cerai pada 16 Februari 2021.
Namun, Okin menilai ada kesalahpahaman dalam narasi yang berkembang di publik. Menanggapi polemik tersebut, Okin menyampaikan klarifikasinya melalui unggahan di Instagramnya @okinpth. “Rumah itu dibeli dimomen sebelum anak pertama gue lahir dengan harapan rumah tersebut menjadi awal baik bagi keluarga kecil gue, dan anak-anak bisa tumbuh kembang dengan baik didalam rumah itu. Tidak ada sedikitpun terlintas akan terjadi perpisahan,” ujar Okin.
Ia kemudian mengurai proses panjang yang terjadi setelah perceraian, termasuk soal pembagian harta dan komunikasi yang dinilai tidak berjalan mulus. “Didalam perpisahan tersebut, mengharuskan kami melewati banyak proses diantaranya permintaan uang mut’ah & pembagian harta. Namun disaat gue menanyakan mengenai penukaran aset, yaitu rumah dan tanah bali, ybs memberikan statement yang tidak sesuai dengan omonganya awalnya.” Ia juga mengaku sempat merasa kecewa atas respons yang diterimanya saat membahas hal tersebut.

“Walau awalnya gue belum mau menerima tanah tsb, tapi ada sedikit kekecewaan di diri gue terhadap respon ybs ketika gue kembali menanyakan perihal ini,” lanjutnya. Okin menegaskan dalam pembagian harta pada 2021, rumah tersebut diputuskan menjadi bagiannya. “2021: dalam pembagian harta tsb, ybs memutuskan rumah tersebut menjadi bagian gue.”
Terkait kewajiban yang sempat tertunda, Okin mengakui adanya kelalaian pada 2023. Ia menjelaskan hal itu dipicu oleh kondisi bisnis yang membuatnya kelelahan. “2023: terdapat kelalaian dari gue dalam membayarkan kewajiban, karna disaat itu gue sedang menghadapi case dalam bisnis yang sempat membuat gue burned out, sehingga muncullah perhitungan dari ybs sejumlah nominal dan penawaran dibawah.” Lebih lanjut, Okin mengungkapkan persoalan komunikasi yang memburuk, terutama saat muncul peringatan dari pihak bank.
“Karena ada peringatan mengenai pelabelan dari pihak bank dan posisinya rumah itu sudah ditempati oleh keluarga ybs, disinilah titik komunikasi mulai tidak baik. Dimana puncak permasalahan mengenai rumah ini menjadi kemana2. Hal seperti ini yang sebetulnya gue hindari, itu salah satu alasan gue pernah menawarkan untuk mengganti nama,” jelas Okin.
Ia juga menyinggung adanya kesalahpahaman terkait pembayaran KPR di awal 2026. “Di awal tahun 2026, ada kesalahpahaman dalam pembayaran rumah tersebut antara gue dan bank, yang mana gue merasa sudah melakukan pembayaran setiap bulannya. Namun pihak bank mengatakan ada miss yang membuat pihak bank ingin melabeli rumah tersebut,” terangnya.
Menurut Okin, keputusan menjual rumah diambil sebagai jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan. “Karna semua masalah ini sudah terlalu panjang dan terlalu jauh, gue memutuskan untuk menjual rumah tsb karna gue merasa banyak timbulnya perselisihan. Dari awal gue sudah menawarkan untuk membalik nama, namun tidak pernah terjadi. Harapan gue, hanya ingin menjalankan hubungan baik demi keberlangsungan hidup anak2 tanpa ada sangkut paut mengenai harta benda. Setelah pembahasan mengenai penjualan rumah, pada hari Selasa kami sudah menemukan titik tengah mengenai rumah tsb.”
Pengakuan Rachel Vennya
Rachel Vennya meluapkan amarah pada Okin yang mendadak menjual rumah anak tanpa izin. Pun Rachel juga membeberkan terkait perjanjian saat bercerai dulu dengan mantan suaminya. “Di awal perjanjian, aku kasih rumah yang dia bilang #rumahuntuk biru, dia cuma punya kewajiban nafkah dan kasih uang mut’ah. Tapi ternyata nggak dikasih, win win solution dia yang kasih itu rumah biar dia nggak nafkahin anak-anak lagi,” jelas Rachel.
Rachel pun setuju dan mengambil alih rumah tersebut dengan merenovasinya. Serta kini ditempati oleh adik-adiknya. “Pas dateng ke rumah udah bobrok pas dia pakai, akhirnya kita renov buat adek-adek.” Tak disangka kesepakatan tersebut, ternyata hanya berdasarkan kepercayaan satu sama lain saja dan tidak ada catatan hitam di atas putih.
Kini Rachel mendapati kabar rumah tersebut mendadak dijual oleh pihak Okin. Bahkan pihak calon pembeli sudah melakukan pengukuran di rumah tersebut. Tentunya kejadian itu menyulut murka sang selebgram 30 tahun tersebut, Okin dinilai telah melanggar perjanjian saat cerai dulu. “Terus sekarang karena nggak ada hitam di atas putih, mau dia jual notabene adik-adik masih tinggal di sana, tanpa ba bi bu langsung ada orang yang mau ngukur dan mau jual rumahnya yang adik-adik gue nggak tahu harus gimana.”
Kini Rachel merasa dikhianati oleh mantan suaminya tersebut, yang sebelumnya ia merasa bisa terus menjalin hubungan baik demi anak. “Yaudah ambil tuh rumah. Orang yang gue pikir bakal jadi sahabat gue turn into nightmare,” tukasnya.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











