Kericuhan di Kabupaten Jombang Akibat Konvoi Perguruan Silat
Pada hari Minggu, 4 April 2026, terjadi kericuhan di Kabupaten Jombang yang dipicu oleh konvoi perguruan silat setelah acara halal bihalal PSHT di Kecamatan Kabuh. Insiden ini berujung pada bentrokan antara peserta konvoi dan kelompok perguruan silat lainnya, yaitu Perguruan Kera Sakti.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menjelaskan bahwa kegiatan halal bihalang tersebut seharusnya hanya diikuti oleh anggota perguruan PSHT ranting Tanjungwarung. Namun, setelah acara usai sekitar pukul 16.00 WIB, muncul iring-iringan konvoi yang bergerak dari arah Kabuh menuju pusat kota. Dalam perjalanan, para peserta konvoi membawa dan mengibarkan atribut perguruan masing-masing.
Peristiwa ini memicu ketegangan hingga berujung bentrokan dengan kelompok dari perguruan lain, yakni Perguruan Kera Sakti. “Para penggembira ini mengibarkan atributnya masing-masing. Sehingga, dari peristiwa tersebut menimbulkan beberapa peristiwa lainnya antara lain bentrok dengan perguruan silat lain yaitu Perguruan Kera Sakti,” ujar Dimas.
Polisi mencatat sedikitnya dua lokasi kejadian perkara, yakni di wilayah Mojosongo, Kecamatan Diwek dan Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek. Di kedua lokasi tersebut terdapat korban dari masing-masing perguruan, baik dari PSHT maupun Kera Sakti.
Polisi telah menerima laporan dari para korban dan melakukan identifikasi terhadap pelaku melalui rekaman video yang beredar. Dari hasil penyelidikan sementara, lebih dari 30 orang terduga pelaku telah teridentifikasi. “Beberapa orang sudah kami amankan beserta kendaraan dan atribut yang digunakan. Sisanya akan kami jemput satu per satu untuk dimintai keterangan,” ungkapnya.
Selain itu, kepolisian juga akan menindak pelanggaran lalu lintas yang dilakukan peserta konvoi. Seluruh kendaraan yang terlibat akan dikenai sanksi tilang karena dinilai mengganggu ketertiban serta tidak memenuhi kelengkapan berkendara. “Kemudian juga atas arahan Bapak Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, bahwa seluruh kendaraan akan dilakukan penilangan karena mengganggu ketertiban lalu lintas dan juga beberapa kendaraan tidak dilengkapi dengan perlengkapan,” katanya melanjutkan.
Dimas menegaskan, penanganan kasus ini tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif pemerintah daerah serta pengurus perguruan silat di semua tingkatan. “Pada intinya kita tidak anti perguruan silat. Namun, semua pihak harus bersama-sama menjaga ketertiban. Perguruan seharusnya menjadi wadah pembinaan, bukan ajang unjuk kekuatan yang meresahkan masyarakat,” jelasnya.
Ia memastikan, aparat akan menindak tegas siapa pun yang terbukti mengganggu ketertiban umum demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. “Perguruan bukan untuk unjuk aksi kehebatan, jadi kita sama-sama menjaga ketertiban umum, ketertiban masyarakat, tentunya, siapapun yang menggangu ketertiban di masyarakat akan kita tindak tegas,” pungkasnya.
Peserta Konvoi Berasal dari Luar Daerah
Kasat Samapta Polres Jombang, AKP Arip, menjelaskan bahwa sebagian peserta konvoi berasal dari luar daerah, seperti Kediri dan Nganjuk. Dalam perjalanan, mereka terlihat membawa atribut perguruan dan mengenakan pakaian seragam berwarna hitam.
Untuk mengantisipasi meluasnya kericuhan, petugas gabungan dari Sat Samapta dan Satlantas dikerahkan melakukan patroli serta penyekatan di sejumlah ruas jalan, terutama di jalur Ploso hingga Tembelang. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diamankannya tiga orang di Jalan Raya Desa Sambongdukuh sekitar pukul 16.00 WIB. Ketiganya beserta kendaraan yang digunakan langsung dibawa ke Mapolres Jombang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Tidak ditemukan senjata tajam saat pemeriksaan. Kasusnya sudah kami serahkan ke Satreskrim untuk penanganan lebih lanjut,” beber Arip.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











