Teguran Gubernur Jawa Barat kepada Konten Kreator yang Menyerupai Diri Sendiri
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan peringatan kepada Ajang Syarif, seorang konten kreator yang dikenal sebagai “KDM KW” karena meniru gaya dan penampilannya. Dedi Mulyadi meminta Ajang Syarif agar tidak mengiyakan jika warga mengira dirinya adalah sang gubernur asli, karena khawatir bisa menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan penipuan.
Ajang Syarif sering kali tampil dalam pakaian serba putih lengkap dengan ikat kepala ala Dedi Mulyadi, serta meniru gerak-gerik dan cara berbicaranya. Ia kerap membagikan video ke berbagai daerah melalui akun TikTok @ajangsdmreal. Salah satu videonya bahkan telah mencapai lebih dari 3 juta tayangan. Namun, aksi ini juga menuai pro-kontra di kalangan warganet.
Terbaru, Dedi Mulyadi menyampaikan kekecewaannya terhadap aksi Ajang Syarif yang mengaku-ngaku sebagai dirinya dalam sebuah video. Dalam video tersebut, Ajang Syarif mengunjungi rumah seorang warga dan membicarakan tentang anak Dedi Mulyadi, Ni Hyang. Warga tersebut merasa senang bisa bertemu dengan “Dedi Mulyadi”, padahal yang datang adalah Ajang Syarif.
“Eceu ingin bertemu dengan Pak Dedi, alhamdulillah terlaksana,” ujar warga tersebut. Menanggapi hal ini, Dedi Mulyadi memberikan teguran halus kepada Ajang Syarif. Ia menyampaikan bahwa meskipun ia senang melihat Ajang Syarif meniru gaya dan penampilannya, namun ia khawatir jika ada orang yang mengira Ajang Syarif adalah dirinya sendiri.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa aksi menyerupai dirinya bisa berdampak negatif, terutama dalam munculnya penipuan atas nama gubernur. “Kalau ada orang menganggap Akang adalah diri saya, dan Akang mengiyakan seolah-olah diri saya, semoga menjadi bahan evaluasi agar tidak ada pihak lain yang melakukan serupa kemudian pada akhirnya, bukan Akang loh, seringkali melakukan penipuan dan kejahatan. Ini sangat berbahaya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa sudah banyak akun-akun palsu mengatasnamakan dirinya melakukan penipuan, seperti undian bodong. Untuk itu, Dedi Mulyadi berharap Ajang Syarif lebih bijak dan mempertimbangkan langkah-langkahnya agar tidak merugikan banyak pihak.
Alasan Cosplay Menyerupai Dedi Mulyadi
Dalam sebuah wawancara di YouTube Marru Channel, Ajang Syarif menjelaskan alasannya cosplay atau menyerupai Dedi Mulyadi. Ia mengaku bahwa kekagumannya terhadap gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi menjadi motivasinya. Ajang Syarif merupakan penggemar berat Dedi Mulyadi dan bahkan tergabung dalam komunitas Sahabat Dedi Mulyadi.
Menurut Ajang Syarif, Dedi Mulyadi dikenal sebagai pejabat yang turun langsung ke masyarakat, bahkan sebelum menjabat sebagai gubernur. Ia menyebut bahwa aksi KDM itu out of the box dibandingkan pejabat lainnya. “Sebelum jadi Gubernur, KDM itu sudah melakukan aksi populis sehingga masyarakat Jabar betul-betul terhipnotis bukan karena gaya kepemimpinannya saja tapi juga keteladanannya,” ujarnya.
Meski mirip secara fisik, Ajang Syarif menegaskan bahwa ia tidak berniat mencalonkan diri sebagai bupati atau lurah. “Percaya diri boleh, tapi tahu diri lebih bagus,” katanya. Ia menyadari bahwa kapasitas pemikirannya jauh berbeda dari Dedi Mulyadi yang asli.
Lebih lanjut, Ajang Syarif menyampaikan rasa terima kasih kepada manajernya, Ahendra, yang dianggap paling berjasa dalam karier sebagai konten kreator. Menjadi “KDM KW” membuatnya terkenal dan sering mendapatkan keistimewaan, seperti parkir VIP karena dikira KDM asli.
Namun, di sisi lain, Ajang Syarif juga merasa memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga marwah atau nama baik Dedi Mulyadi agar tidak melakukan hal-hal yang melenceng. Ia mengaku sering bertemu Dedi Mulyadi dalam acara-acara tertentu.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











