Ketegangan di Timur Tengah Kembali Meningkat
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat, kali ini menargetkan sektor industri yang selama ini relatif aman dari serangan langsung. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah meluncurkan serangan rudal dan drone ke fasilitas aluminium di Uni Emirat Arab dan Bahrain. Serangan ini disebut sebagai bagian dari respons atas operasi militer Amerika Serikat dan Israel yang sebelumnya menghantam infrastruktur industri Iran.
Laporan Al Jazeera menyebutkan bahwa klaim tersebut disiarkan melalui televisi pemerintah Iran, IRIB, pada Minggu (29/3/2026). Dalam pernyataannya, IRGC menuding fasilitas yang menjadi target memiliki keterkaitan dengan militer Amerika Serikat. Di lapangan, dampak serangan mulai terlihat. Perusahaan Aluminium Bahrain (Alba) mengonfirmasi bahwa fasilitas mereka memang menjadi sasaran. Dua karyawan dilaporkan mengalami luka ringan dalam insiden tersebut.
Sementara itu, Emirates Global Aluminium (EGA) juga menyampaikan bahwa salah satu fasilitas mereka di Abu Dhabi mengalami kerusakan cukup serius. Sedikitnya enam pekerja dilaporkan terluka akibat serangan tersebut. Meski demikian, hingga kini belum ada verifikasi independen terkait klaim IRGC yang menyebut adanya hubungan antara fasilitas industri tersebut dengan militer AS. Reuters menyatakan pihaknya belum dapat memastikan kebenaran klaim tersebut.
Balasan atas Serangan Industri Iran
Korps Garda Revolusi Islam menegaskan serangan tersebut merupakan respons langsung atas serangan terhadap fasilitas baja dan industri Iran yang disebut diluncurkan dari pangkalan militer di negara-negara Teluk. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa Teheran akan memberikan “harga mahal” atas serangan Israel terhadap infrastruktur strategis Iran.
Sejak perang meletus pada akhir Februari, Iran secara rutin melancarkan serangan balasan ke berbagai titik di kawasan, termasuk negara-negara Teluk yang dianggap terkait dengan operasi militer Amerika Serikat dan Israel.
Ancaman terhadap Pasokan Global
Serangan terhadap industri aluminium dinilai berpotensi mengganggu rantai pasok global. Al Jazeera menyebut sekitar 4 hingga 9 persen pasokan aluminium dunia berasal dari kawasan Teluk. Jurnalis Al Jazeera, Zein Basravi, mengatakan gangguan pada fasilitas tersebut dapat berdampak langsung terhadap industri global.
“Ini tentu mengancam pasokan global,” ujarnya. Sebelumnya, sejumlah perusahaan telah mengurangi produksi akibat gangguan logistik, termasuk dampak dari penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi dan komoditas.
Serangan Meluas di Kawasan Teluk
Ketegangan juga meluas ke negara lain di kawasan. Di Oman, seorang pekerja dilaporkan terluka akibat serangan drone di pelabuhan Salalah. Kementerian Luar Negeri Oman mengutuk serangan tersebut dan menyatakan sedang menyelidiki sumber serta motifnya. Sementara itu, Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat 10 drone dalam beberapa jam terakhir. Di Kuwait, empat drone juga ditembak jatuh setelah sirene serangan udara berbunyi.
Eskalasi Konflik Kian Mengkhawatirkan
Situasi ini menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meluas di kawasan Teluk. Pengamat memperingatkan bahwa serangan balasan yang terus berlanjut dapat memicu konflik yang lebih besar. Al Jazeera mencatat, perang yang melibatkan Iran, AS, dan Israel kini telah memasuki minggu kelima, dengan serangan yang semakin intens di berbagai titik strategis.
“Jika Iran terus membalas serangan demi serangan, ini sangat mengkhawatirkan,” kata Basravi. Ia menambahkan, eskalasi di Iran hampir pasti akan berdampak langsung pada negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk.
Selain risiko militer, konflik ini juga membawa dampak ekonomi yang signifikan. Gangguan terhadap industri aluminium dan jalur perdagangan berpotensi memperburuk tekanan global, terutama di sektor energi dan manufaktur. Beberapa negara dan perusahaan mulai mengambil langkah mitigasi, termasuk penghentian sementara operasi di wilayah terdampak.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











