My WordPress Blog

Gagal Finis di MotoGP 2026, Bakat Veda Ega Pratama Datang dari Sini

Pembalap Muda Indonesia Veda Ega Pratama Menghadapi Tantangan di Moto3



Veda Ega Pratama, pembalap muda asal Indonesia, kembali berlaga dalam gelaran balap Moto3 seri ketiga yang digelar di Circuit Of The Americas (COTA), Texas. Balapan ini berlangsung pada hari Senin (30/3/2026) dini hari waktu Indonesia. Veda memulai lomba dari posisi ke-4 dan tampil kompetitif sejak bendera start berkibar.

Pada lap pertama, Veda berhasil mempertahankan posisinya. Namun, pada lap kedua, ia disalip oleh beberapa pembalap lain dan harus turun ke posisi ke-8. Meski begitu, Veda tetap menunjukkan kecepatannya dan terus bertarung di rombongan pembalap terdepan.

Di lap ketiga, Veda berhasil mengambil alih posisi ke-6 dan terus bersaing dengan pembalap-pembalap utama. Sayangnya, pada lap keempat atau saat lomba menyisakan 10 lap, Veda mengalami kecelakaan. Ia mengalami high side dan terlempar keras dari motornya di tikungan ke-11. Akibatnya, Veda tidak bisa melanjutkan balapan.

Kecelakaan ini membuat Veda gagal mengulang penampilan gemilangnya di MotoGP Brasil pekan lalu. Sebelumnya, Veda menjadi pembalap Indonesia pertama yang berhasil meraih podium di Moto3 Brasil 2026. Nama Veda mulai mencuri perhatian di kancah internasional setelah menorehkan prestasi luar biasa di ajang Red Bull Rookies Cup 2025. Kini, namanya ramai dibicarakan dalam bursa pembalap Moto3 musim 2026.

Latar Belakang Veda Ega Pratama

Veda Ega Pratama lahir di Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 23 November 2008. Sejak usia empat tahun, ia sudah terbiasa dengan suara mesin dan bau bahan bakar. Kemampuan balapnya bukan datang begitu saja, melainkan diwarisi dari sang ayah, Sudarmono.

Sudarmono mengungkapkan bahwa pada usia enam hingga delapan tahun, Veda mengikuti kejuaraan motocross, sebelum beralih ke balapan road race saat berusia sembilan tahun. Ia terus menekuni bidang tersebut hingga kini.

Sebelum meraih prestasi internasional di Mugello pada ajang Red Bull Rookies Cup 2025, Veda lebih dulu ditempa di tempat sederhana, yakni area parkir Pasar Hewan Siyono Harjo, Playen, Gunungkidul. Di lokasi tersebut, sang ayah rutin melatihnya sejak 2016.

Dari lintasan sederhana itu, kemampuannya mulai terasah, mulai dari motocross, Mini GP, hingga akhirnya fokus pada road race bersama Astra Honda Motor. Tiga tahun setelah menjalani latihan intensif, Veda berhasil meraih gelar juara nasional di kelas pemula pada usia 11 tahun. Prestasi tersebut menjadi titik awal perjalanan kariernya yang kini digadang-gadang sebagai calon bintang MotoGP masa depan.

Prestasi di Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup

Performa Veda semakin menonjol saat tampil di Asia Talent Cup (ATC). Ia memulai debut pada 2021 dengan finis di posisi kedelapan klasemen akhir. Musim berikutnya, ia naik ke peringkat ketiga, hingga akhirnya mencapai puncak pada 2023 dengan torehan 256 poin rekor tertinggi sepanjang sejarah ATC sejak digelar pada 2015.

Ia juga mencatat sejarah sebagai pembalap pertama yang meraih sembilan kemenangan dalam satu musim, pencapaian luar biasa yang diraih saat usianya baru 14 tahun. Dominasi di Asia Talent Cup membuka jalannya menuju Red Bull Rookies Cup, kompetisi bergengsi sebagai gerbang ke MotoGP.

Pada musim debutnya di 2024, Veda berhasil meraih podium ketiga di Race 2 Austria. Setahun kemudian, ia menunjukkan peningkatan signifikan dengan menjuarai Race 1 Red Bull Rookies Cup 2025 di Sirkuit Mugello, Italia (21 Juni 2025). Ia mengaku sangat bahagia atas kemenangan tersebut, terlebih banyak orang menyaksikan keberhasilannya.

Sebelumnya, ia juga meraih posisi ketiga di Race 1 Spanyol (Jerez) pada April 2025, yang semakin menegaskan bahwa kariernya kini berada di jalur yang menjanjikan menuju level dunia.

Pencapaian di Moto3

Setelah naik level ke balap Moto3, Veda Ega Pratama berhasil meraih podium pada seri kedua Moto3 2026 yang digelar di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Brasil, Minggu (22/3/2026). Meskipun kini mengalami kecelakaan di COTA, Veda tetap menjadi harapan besar bagi dunia balap Indonesia.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *