Pembangunan Infrastruktur Jawa Barat yang Berkualitas dan Estetik
Dalam sebuah pertemuan yang diadakan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur. Ia menekankan bahwa infrastruktur harus tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki kualitas dan estetika yang baik. Hal ini dilakukan agar hasil pembangunan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Dalam forum tersebut, KDM menyampaikan instruksi tegas terkait tender proyek, koordinasi antar dinas, serta efisiensi anggaran. Ia juga mengkritik sistem pajak kendaraan dinas yang dinilai tidak efisien. Menurutnya, dana yang dialokasikan untuk pajak kendaraan dinas seharusnya bisa digunakan untuk kebutuhan yang lebih langsung dirasakan masyarakat, seperti pembangunan jalan maupun trotoar.
Inovasi dalam Ruang Publik dan Layanan Digital
Selain itu, KDM juga mendorong inovasi dalam ruang publik gratis dan sistem layanan terpadu berbasis digital. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya penggunaan material berkualitas dalam pembangunan trotoar, lengkap dengan fasilitas duduk dan shelter yang diberi nama khas Sunda, yaitu “Pangiuhan”.
“Jangan pakai bahasa asing terus, tulis saja ‘Pangiuhan’ (tempat berteduh). Di setiap depan SMA, SMP, bahkan SD di jalan provinsi, buatkan trotoar yang bagus, ada kursinya untuk anak-anak sekolah duduk,” ujarnya.
Koordinasi Lintas Dinas dan Pengawasan Infrastruktur
KDM juga menekankan pentingnya koordinasi lintas dinas. Contohnya, Dinas PU dan Dinas Perhubungan diminta menyelaraskan penataan Penerangan Jalan Umum (PJU) agar distribusinya merata dan tidak terkonsentrasi di titik tertentu saja, termasuk di ruas jalan menuju kediamannya, demi menghindari penilaian negatif dari masyarakat.
Untuk mengatasi masalah klasik infrastruktur seperti lampu jalan yang sering rusak, KDM mengusulkan pembentukan pos layanan terpadu berbasis digital. Pos tersebut akan dilengkapi layar pemantau besar guna mengawasi kondisi aset milik provinsi secara langsung.
Penataan Ruang dan Keindahan Alam
Dalam visi yang ia dorong, KDM ingin wajah Jawa Barat tampil dengan identitas kuat melalui fasilitas publik yang tertata rapi dan menarik. Ia pun mengarahkan pembangunan trotoar berkualitas menggunakan material pabrikan, lengkap dengan fasilitas duduk serta shelter yang diberi nama khas Sunda, yakni “Pangiuhan”.
Selain itu, KDM juga memiliki rencana penataan ruang yang lebih luas. Ia ingin secara bertahap membongkar bangunan di tepi jalan yang menghalangi panorama alam seperti laut, hutan, maupun sungai. Langkah ini dimaksudkan agar masyarakat bisa menikmati keindahan alam Jawa Barat tanpa biaya dan tanpa bergantung pada pihak swasta.
Sistem Layanan Terpadu Berbasis Digital
Pengoperasian pos layanan terpadu akan melibatkan personel gabungan dari Dinas PU, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP. Sistem ini juga didukung unit reaksi cepat seperti ambulans serta mobil pemadam kebakaran yang akan melakukan patroli rutin, mencakup penanganan sampah, pohon tumbang, hingga penataan pedagang kaki lima.

Kritik terhadap Mekanisme Administrasi Internal
Di sisi lain, KDM turut mengkritisi mekanisme administrasi internal terkait pajak kendaraan dinas. Ia menilai kebijakan yang mengharuskan OPD menganggarkan pembayaran pajak ke Samsat, yang masih berada dalam lingkup Pemprov, tidak efisien karena hanya memutar anggaran tanpa manfaat nyata, sekaligus menimbulkan biaya tambahan berupa upah pungut.
Menurutnya, dana pajak kendaraan dinas yang nilainya mencapai miliaran rupiah seharusnya dapat dialihkan melalui diskresi untuk kebutuhan yang lebih langsung dirasakan masyarakat, seperti pembangunan jalan maupun trotoar.
Kesimpulan
Pertemuan tersebut kemudian ditutup dengan dorongan kepada seluruh jajaran pejabat agar tetap menjaga semangat serta kreativitas dalam meningkatkan pendapatan daerah, sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi “Jawa Barat Istimewa”.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











