My WordPress Blog

Komentar Lucu Netizen soal Bahlil Matikan Kompor, Madun Marah: Jangan Dibilangin

Menteri ESDM Ajak Warga Hemat Energi dengan Matikan Kompor Setelah Masak

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan energi. Salah satu langkah sederhana yang ia ajukan adalah mematikan kompor setelah selesai memasak. Inisiatif ini diharapkan dapat berkontribusi pada penghematan energi nasional.

Namun, pernyataan Bahlil tersebut justru menimbulkan reaksi dari warganet. Berbagai komentar kocak dan penuh sindiran muncul di media sosial. Banyak netizen merasa bahwa tindakan yang disarankan oleh Menteri sudah dilakukan sejak lama tanpa perlu diberi tahu.

“HAHHH? demi Allah baru tau kalau harus dimatikan. Saya selama ini tiap masakan udah matang, kompornya selalu nyala sampai LPG meledak. baru dimatikan ketika rumah sudah gosong,” tulis akun X Leona.

Komentar serupa juga datang dari akun stephen: “Ide yg sangat brilian, matikan kompor kalo masakan matang, matikan mobil/motor bila sdh sampai, matikan lampu bila tidak digunakan, apalagi guys?”

Selain itu, akun aira menyampaikan pendapatnya dengan nada lucu: “Tips hemat gas ala Bahlul eehh Bahlil Secermelang itu kan buibuuuuu…. Klo perlu masak tanpa gas Bu, sayurannya kita omelin habis2an smpai dia panas…kan jadi matang.”

Tanggapan Influencer Madun Oseng

Tidak hanya warganet, influencer Madun Oseng juga ikut memberikan respons terhadap pernyataan Bahlil. Dalam video yang diunggah di akun TikTok-nya, Madun tampak sedang memasak sayur. Ia bahkan langsung mempraktikkan apa yang dianjurkan oleh Menteri.

Madun menyampaikan bahwa kebiasaan seperti mematikan kompor setelah masakan matang sudah dilakukan oleh ibu-ibu sejak dulu. Ia juga sempat melempar panci karena geregetan dengan ucapan Bahlil.

“Maaf nih pak sebelumnya minta maaf. Kalau ibu-ibu di Indonesia dari zaman dulu sampai sekarang kalau urusan dapur apalagi kompor apalagi tabung gas, itu yang namanya masakan udah matang nah dipindahin kemari (kompor mati) dulu, kaga dipantengin begini diliatin begini, ditompo, ditinggal pergi, dimatiin dari jaman dulu juga dimatiin, kaga pake dibilangin,” ujar Madun dalam videonya.

Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat yang masih menggunakan kayu bakar pun melakukan hal serupa. Ketika masakan sudah jadi, mereka akan mematikan api di kayu dengan mengguyur air.

“Zaman dulu, zaman neneknya bapak (Bahlil), masak di kayu terus masakan udah mateng, ditarik kayunya dikepretin aer biar kayunya kaga abis jadi areng, pinter,” lanjutnya.

Tips Hemat Gas LPG dari Madun Oseng

Selain itu, Madun juga membagikan tips yang selama ini ia lakukan demi menghemat gas LPG. Saat menghangatkan sayur, ia terkadang memakai rice cooker yang dicolok ke listrik.

“Satu lagi nih ya pak, rice cooker kadang sayur udah adem sayang ngidupin kompor karena takut gasnya abis, ditaro di rice cooker saking sayangnya sama gas takut abis. Kaga usah pake diajarin,” pungkasnya.

Upaya Penghematan Energi Pemerintah

Ajakan Bahlil untuk lebih bijak dalam menggunakan energi tidak lepas dari situasi global yang memengaruhi pasokan energi. Kondisi ini terutama dipengaruhi oleh konflik di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah saat ini terus mengkaji berbagai strategi untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman. Di tengah upaya tersebut, partisipasi masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga ketahanan energi.

Bahlil pun optimistis, jika kesadaran kolektif ini tumbuh dan diterapkan bersama, maka kondisi energi Indonesia ke depan akan semakin terjaga.

“Kalau ini mampu kita lakukan bersama-sama Insya Allah energi kita ke depan akan semakin baik,” kata Bahlil.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *