Penangkapan Dua Pelaku Pencurian Motor di Surabaya
Pada Sabtu (28/3/2026) sore, tiga pelaku pencurian motor mencoba melakukan aksi kejahatannya di kawasan kosan Jalan Margorejo, Margorejo, Wonocolo, Surabaya. Namun, aksinya tidak berhasil karena ketahuan oleh pemilik kosan. Satu dari tiga pelaku berhasil kabur, sementara dua lainnya tertangkap.
Aksi tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Ketiga pelaku berencana mencuri motor Honda Beat warna silver yang milik salah satu penghuni kosan, berinisial AL. Mereka masuk ke dalam kosan yang tertutup pagar dan langsung menaiki motor korban. Namun, aksi mereka malah terbongkar saat dipergoki oleh penghuni bangunan utama atau juragan pemilik kosan.
Seorang pelaku yang bertindak sebagai eksekutor pencurian motor, berhasil kabur dengan berlarian menuju depan gang utama permukiman tersebut, lalu lari ke arah utara menyusuri Jalan Frontage A Yani. Sementara itu, dua orang temannya tetap berada di luar pagar, duduk di atas motor matik yang menjadi sarana aksi mereka.
Kedua orang terduga pelaku itu akhirnya disergap oleh warga dan pengendara yang kebetulan melintas. Mereka sempat berkelit, namun akhirnya ditangkap setelah beberapa kali pukulan dan tendangan mengenai tubuh mereka hingga babak belur. Saat ditangkap, warga langsung menggeledah pakaian mereka dan menemukan alat seperti kunci T yang diduga digunakan untuk mencuri.
Pengakuan Saksi dan Penjelasan Lengkap
Saksi mata, M Dafa Firdiansyah (21), mengatakan bahwa para terduga pelaku diketahui sebagai komplotan spesialis pencurian motor. Menurutnya, motor korban terkunci setir tapi tidak ditutup. Para pelaku langsung mencoba menjebol lubang kunci kontak.
Parkiran kendaraan kosan tersebut berada di area lorong jalan akses utama penghubung bangunan utama rumah dan pagar yang berbatasan dengan jalanan utama Gang Margorejo V. Area parkir bisa langsung dilihat dari ruang tamu bagian tengah rumah utama.
Dafa menambahkan bahwa pihak pertama yang memergoki si terduga pelaku adalah kakaknya. Sang kakak yang berada di dalam rumah, tiba-tiba berteriak kencang lalu berlarian ke arah parkir kosan mengejar sesosok pria tak dikenal. Seisi rumah yang melihat itu, sontak ikut mencari tahu apa siapa sosok yang sedang dikejar sang kakak, termasuk Dafa.
Peristiwa Berulang di Lingkungan Kosan
Menurut Dafa, aksi kriminalitas di lingkungan rumah dan kosan yang dikelola orangtuanya bukan pertama kali terjadi. Meskipun kasus pencurian motor yang pelakunya tertangkap baru pertama kali ini, pada 2018 silam, ayahandanya pernah menjadi korban pencurian saat memarkirkan motor di bahu jalan atau telah di depan pintu pagar rumah.
Ia bersyukur kedua pelaku berhasil ditangkap dan kini sudah diserahkan kepada pihak Kepolisian setempat. Dafa berharap, pihak Kepolisian bisa mengembangkan kasus tersebut untuk bisa menangkap pelaku yang masih kabur atau buron.
Identitas Pelaku dan Penanganan Polisi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua orang terduga pelaku yang berhasil ditangkap berinisial RA dan RO. Mereka bertugas sebagai joki motor dan pemantau lokasi target sasaran aksi. Sedangkan, sosok yang buron berinisial FN bertindak sebagai eksekutor pencurian motor.
Sementara itu, Kapolsek Wonocolo Polrestabes Surabaya Kompol Haryoko Widhi mengatakan, dua orang pelaku sedang diinterogasi oleh personelnya. Dalam waktu dekat, personelnya juga akan mengembangkan kasus tersebut, guna mengetahui rekam jejak aksi para pelaku. Termasuk mengejar pelaku lain yang dimungkinkan berkomplot dengan dua orang pelaku yang sudah berhasil ditangkap.
“Kami masih kembangkan kasusnya. Mereka masih kami periksa. Mohon waktu,” ujarnya saat dihubungi, pada Sabtu malam.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











