Pengakuan Gennaro Gattuso tentang Sandro Tonali
Pelatih timnas Italia, Gennaro Gattuso, mengungkapkan bahwa dirinya pernah mencoba merekrut Sandro Tonali saat masih melatih Napoli. Namun, upaya tersebut gagal karena AC Milan lebih cepat dalam mengamankan sang gelandang.
Pengakuan ini disampaikan oleh Gattuso usai kemenangan penting Italia 2-0 atas Timnas Irlandia Utara pada semifinal playoff Piala Dunia 2026. Dalam laga tersebut, Tonali tampil sebagai bintang dengan mencetak gol pembuka sekaligus memberi assist untuk gol Moise Kean.
Di Stadio di Bergamo, Tonali tampil dominan di lini tengah dan menjadi motor permainan Azzurri. Selain mencetak gol, gelandang Newcastle United itu juga menunjukkan karakter kuat di saat tim kesulitan menembus pertahanan lawan.
Tonali menyebut golnya kali ini memiliki arti penting, bahkan ia membandingkannya dengan gol yang pernah ia cetak saat melawan Lazio dalam musim peraih Scudetto bersama AC Milan.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Gattuso juga menanggapi perbandingan antara dirinya dan Tonali, yang kerap disebut sebagai “penerus” gaya bermainnya. Ia mengatakan, “Tonali adalah pemain yang komplet. Saya dulu hanya bisa melakukan satu hal di lapangan, sementara dia bisa melakukan banyak hal, menggabungkan kualitas dan kuantitas dengan cara modern.”
Gattuso kemudian mengungkapkan bahwa dirinya sudah melihat potensi besar Tonali sejak awal kariernya. “Saya mencoba merekrutnya ketika melatih Napoli. Saya menyebut namanya ke klub karena saya sudah melihat potensinya saat itu, tetapi AC Milan lebih cepat dan lebih baik dalam menyelesaikan transfer.”
Final Playoff: Bosnia dan Herzegovina vs Italia
Italia akan menghadapi Timnas Bosnia dan Herzegovina di final playoff. Performa Tonali jelas menjadi harapan besar bagi Azzurri untuk mengamankan tiket ke putaran final, sekaligus mengakhiri kegagalan tampil di dua edisi sebelumnya.
Bosnia dan Herzegovina memastikan tempat di final setelah menyingkirkan Wales melalui adu penalti pada semifinal. Sedangkan Italia lolos ke final setelah mengalahkan Irlandia Utara dengan skor 2-0 di Stadio di Bergamo berkat gol dari Sandro Tonali dan Moise Kean.
Dalam pertandingan tersebut, Wales sempat memimpin lebih dulu lewat gol Daniel James pada menit ke-51. Namun Bosnia dan Herzegovina berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-86 melalui gol penyerang veteran Edin Dzeko.
Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu. Tidak ada gol tambahan yang tercipta selama 30 menit ekstra. Laga akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti.
Kiper Wales Karl Darlow sempat menggagalkan tendangan pertama Bosnia yang dieksekusi Ermedin Demirovic. Namun Wales justru gagal memanfaatkan momentum. Brennan Johnson menendang bola melambung di atas mistar, sementara tendangan Neco Williams berhasil ditepis kiper Bosnia Nikola Vasilj. Penalti penentu dicetak oleh Kerim Alajbegovic yang memastikan Bosnia dan Herzegovina melaju ke final menghadapi Italia.
Final playoff antara Bosnia dan Herzegovina vs Italia akan berlangsung di Stadion Bilino Polje pada Selasa, 31 Maret. Waktu kick-off masih menunggu konfirmasi dan kemungkinan akan digelar pada pukul 18.00 atau 20.45 waktu Eropa Tengah (CET).
Reaksi Gennaro Gattuso
Pelatih timnas Italia, Gennaro Gattuso, memberikan komentar pertamanya setelah mengetahui bahwa timnya akan menghadapi Timnas Bosnia dan Herzegovina pada final playoff kualifikasi Piala Dunia 2026.
Italia sebelumnya memastikan tempat di final setelah mengalahkan Timnas Irlandia Utara dengan skor 2-0 di Stadio di Bergamo. “Atmosfernya pasti akan sangat panas. Namun jika kami bermain di Cardiff pun situasinya kemungkinan akan sama,” kata Gattuso dalam konferensi pers.
“Bosnia memiliki banyak pemain berpengalaman. Wales adalah tim yang sangat berbeda. Bosnia bermain rapat dan mengandalkan penyerang mereka, jadi ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, seperti yang kami hadapi malam ini.”
Pada laga melawan Irlandia Utara, Italia baru mampu memecah kebuntuan pada menit ke-56 melalui tendangan jarak jauh Sandro Tonali dari luar kotak penalti. Gelandang Newcastle United itu kemudian juga memberikan assist untuk gol kedua yang dicetak Moise Kean.
Gattuso mengakui timnya sempat melakukan kesalahan taktik di babak pertama. “Selain tekanan yang ada, kami juga melakukan kesalahan di babak pertama karena Manuel Locatelli bermain terlalu dalam. Akibatnya, Gianluca Mancini bahkan seperti bermain sebagai bek sayap, sesuatu yang sama sekali tidak kami rencanakan.”
Ia menilai timnya seharusnya lebih sering mengalirkan bola ke para penyerang, bukan terlalu fokus membangun serangan dari sisi sayap. “Kami seharusnya menarik gelandang mereka ke depan dan mencari penyerang kami, tetapi justru terus memberikan bola ke kanan agar Matteo Politano menghadapi lawannya. Kadang kami lakukan dari kiri, tetapi tidak cukup.”
Gattuso juga mengakui Irlandia Utara tampil berbeda dari yang diperkirakan. “Mereka mengejutkan kami. Kami mengira mereka akan bermain sangat langsung, tetapi ternyata mereka mencoba mengalirkan bola. Setelah 15–20 menit kami baru menyadarinya dan mulai bergerak lebih baik. Mentalitas dan taktik kami di babak pertama tidak sesuai dengan yang kami inginkan.”
Meski terlihat tegang di pinggir lapangan, Gattuso mengatakan dirinya berusaha tetap tenang selama pertandingan. “Jika Anda perhatikan, saya sebenarnya cukup tenang di babak pertama. Saya memang marah karena dalam waktu lama kami tidak melakukan apa yang sudah dipersiapkan.”
Menurutnya, keputusan memainkan pertandingan di stadion yang lebih kecil juga menjadi langkah tepat. “Keputusan bermain di stadion yang lebih kecil sangat bijak. Jika kami bermain di stadion besar dengan 70 ribu penonton, saya yakin sekitar 30 persen sudah akan mencemooh saat jeda babak pertama.”
“Kami memilih Bergamo dengan tepat. Dukungan suporter sangat membantu dan penting agar pemain saya tidak merasakan tekanan tambahan.”
Bek Alessandro Bastoni sebenarnya masih diragukan tampil karena cedera pergelangan kaki. Ia akhirnya dimainkan sejak awal tetapi ditarik keluar tak lama setelah menerima kartu kuning. “Saya jujur saja, Bastoni hampir tiga minggu tidak bermain dan bahkan tidak berlatih selama periode itu. Setelah dia mendapat kartu kuning, saya tidak ingin mengambil risiko lagi.”
Gattuso menambahkan bahwa sebagian besar pemainnya dalam kondisi siap, meski Gianluca Scamacca masih mengalami sedikit masalah cedera. “Dalam situasi lain, 99 persen Bastoni tidak akan dimainkan sejak awal hari ini. Sekarang kami harus memulihkan kondisi secepat mungkin dan meminimalkan risiko cedera.”
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."










