My WordPress Blog

Anggota DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas: Butuh Gerakan Cepat Atasi Ancaman Banjir Malang

Ancaman Banjir di Wilayah Malang Raya Memerlukan Perhatian Serius

Kota Malang, yang dikenal sebagai pusat pendidikan dan wisata di Jawa Timur, kini menghadapi ancaman banjir yang semakin meningkat. Titik-titik banjir di wilayah Malang Raya telah meningkat dari 130 titik pada tahun 2023 menjadi 190 titik pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa masalah banjir tidak lagi bisa diabaikan, dan perlu adanya intervensi yang lebih serius.

Anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Malang Raya, Puguh Wiji Pamungkas, menyampaikan bahwa ancaman banjir harus mendapat atensi lebih. Menurutnya, upaya yang dilakukan tidak boleh biasa-biasa saja, melainkan membutuhkan gebrakan besar agar potensi banjir bisa teratasi secara optimal.

“Saya pikir ini salah satu permasalahan yang wajib segera diurai,” ujar Puguh dalam sebuah podcast yang bertajuk ‘Butuh Gebrakan untuk Tuntaskan Ancaman Banjir di Malang’, yang diselenggarakan di Studio TribunJatim Network di Malang.

Puguh menjelaskan bahwa Malang merupakan daerah strategis di Jawa Timur baik untuk urusan pendidikan maupun wisata. Banyak kampus ternama berada di Kota Malang, serta kawasan Malang Raya dikenal sebagai destinasi wisata penting. Namun, perkembangan pesat di wilayah ini juga membawa tantangan baru, seperti peningkatan urbanisasi dan peningkatan sampah.

Faktor Utama Penyebab Banjir

Menurut Puguh, urbanisasi dan sampah menjadi dua faktor utama yang memperparah risiko banjir. Semakin berkembangnya kota, semakin tinggi pula tingkat urbanisasi. Masyarakat yang berpindah ke kota membutuhkan tempat tinggal, sehingga pengelolaan tata ruang harus dipikirkan dengan matang. Selain itu, jumlah penduduk yang meningkat juga berdampak pada peningkatan sampah.

“Apalagi, jika sampah sampai mengganggu saluran air. Dua hal tersebut jika tidak dicarikan solusi efektif maka bukan tidak mungkin ancaman banjir akan terus menghantui,” ujarnya.

Puguh menilai bahwa urusan banjir di Malang sudah masuk kategori darurat. Hampir setiap musim penghujan, ancaman banjir selalu terjadi. Oleh karena itu, perlu intervensi serius dari pemerintah daerah agar tidak menimbulkan kesan buruk bagi masyarakat maupun wisatawan.

Butuh Kesadaran Bersama

Untuk mengatasi masalah banjir, Puguh menekankan bahwa seluruh pihak harus memberikan perhatian lebih. Ini termasuk pemerintah dan masyarakat. Pemerintah diharapkan segera membuat dasar regulasi dan kebijakan yang mendukung penataan ruang kota.

“Masyarakat sebagai bagian yang juga penentu terhadap penyelesaian banjir ini juga menyambut baik, menginstal kesadaran yang paripurna bahwa banjir itu harus segera diurai. Paling tidak mereka tidak akan buang sampah sembarangan,” tambah Puguh.

Langkah yang Harus Dilakukan

Beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain:

  • Peningkatan pengelolaan tata ruang: Pengelolaan tata ruang harus direvisi agar dapat mengakomodir pertumbuhan penduduk dan mengurangi risiko banjir.
  • Penegakan hukum terkait sampah: Masyarakat harus sadar bahwa membuang sampah sembarangan dapat menyebabkan banjir. Pemerintah perlu memperketat pengawasan dan sanksi terhadap pelaku pembuangan sampah ilegal.
  • Peningkatan infrastruktur drainase: Sistem drainase harus diperbaiki dan diperkuat agar mampu menangani curah hujan yang tinggi.
  • Kampanye kesadaran lingkungan: Masyarakat perlu diajak untuk aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mematuhi aturan pembuangan sampah.

Kesimpulan

Ancaman banjir di Malang Raya memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. Dengan meningkatnya titik banjir dari tahun ke tahun, diperlukan langkah-langkah konkret dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan kesadaran bersama dan kebijakan yang tepat, diharapkan banjir dapat diminimalisir dan masyarakat dapat hidup tenang tanpa khawatir akan ancaman banjir.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *