My WordPress Blog

Luthfi Kenal Michael Bambang Hartono Sejak Jadi Kapolres

Gubernur Jawa Tengah Berikan Penghormatan Terakhir Kepada Michael Bambang Hartono

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfhi, memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang bos Djarum, Michael Bambang Hartono, di GOR Djarum, Jati, Kudus, Selasa (24/3/2026) kemarin. Acara ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan atas peran dan kontribusi besar yang diberikan oleh almarhum dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Lutfhi didampingi oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, dan Wakil Bupati, Bellinda Putri Sabrina Birton. Ia tiba di lokasi dengan mengenakan pakaian serba hitam, termasuk baju, celana, dan peci. Langsung masuk ke GOR Djarum, tempat jenazah almarhum disemayamkan. Di sana, Lutfhi disambut oleh keluarga mendiang.

Setelah memberikan penghormatan terakhir, Lutfhi keluar dari GOR Djarum dan memberikan keterangan kepada sejumlah awak media. Ia menyampaikan rasa kehilangan terhadap tokoh nasional yang telah pergi. “Kita sangat kehilangan tokoh nasional kita. Bahwa, dunia usaha kehilangan putra terbaiknya,” kata Lutfhi.

Sebagai Gubernur Jawa Tengah, Lutfhi menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. “Saya sebagai Gubernur Jawa Tengah dan seluruh masyarakat, khususnya wilayah Kudus mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya, semoga amalnya diterima. Saya yakin beliau orang baik,” ujarnya.

Lutfhi mengaku mengenal sosok Bambang Hartono sejak ia menjabat sebagai Kapolres. Saat itu, banyak kegiatan kepolisian yang turut serta dibantu oleh mendiang. Dan saat ini, Lutfhi telah menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah juga masih merasakan kebaikan dari sosok mendiang. Misalnya, saat mudik gratis untuk warga Jawa Tengah juga mendapat sokongan dari Djarum.

Lutfhi menambahkan, dalam menjalankan bisnis Djarum sudah memberlakukan green economy dalam aktivitas industrinya. Kemudian, katanya, beberapa peralatan industri di Djarum sudah menerapkan ekonomi terbarukan.

Riwayat Perjalanan Hidup Michael Bambang Hartono

Sebelumnya diberitakan, Bambang Hartono meninggal dunia pada usia 86 tahun di Singapura, Kamis (19/3/2026) lalu. Jenazah taipan tersebut sempat disemayamkan di Jakarta, sebelum kemudian dibawa ke Kudus, pada Minggu (22/3/2026). Di Kudus, jenazah disemayamkan selama tiga hari mulai, hingga Selasa (24/3/2026).

Salah satu orang terkaya di Indonesia itu bakal dimakamkan di Rembang, Rabu (25/3/2026) hari ini. Bambang Hartono merupakan pengusaha kawakan yang berhasil mengembangkan gurita bisnis melalui grup Djarum. Tak hanya di bidang tembakau, grup Djarum merambah bisnis bidang lain mulai dari perbankan lewat Bank BCA, elektronik melalui Polytron dan berbagai usaha lainnya.

Djarum juga merambah bidang olahraga dengan membeli klub sepakbola Italia Como 1907. Sebelumnya, grup ini juga dikenal mengembangkan olahraga bulutangkis dan bridge.

Duka Cita dari Klub Sepak Bola Como 1907

Sementara itu, klub Serie A, Como 1907 sebagai klub yang dimiliki oleh Michael Bambang Hartono pun mengucapkan dukacita di akun Instagram resmi mereka. Ucapan duka yang diunggah oleh Como 1907 kemudian mendapat tanggapan dari salah satu mantan pemainnya, yaitu Raphael Varane.

“Como 1907 sangat berduka atas meninggalnya Michael Bambang Hartono. Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga Hartono dan seluruh jajaran Djarum Group,” tulis akun Instagram resmi @comofootball. “Di bawah kepemimpinan keluarga Hartono, Klub telah memasuki babak baru dalam sejarahnya, dan kami mengenang beliau dengan rasa syukur dan hormat,” sambung pernyataan itu.

Michael Bambang Hartono bersama Robert Budi Hartono merupakan dua pemegang saham mayoritas Como 1907 dan membawa klub dari Serie D hingga berkompetisi di Serie A Liga Italia. Saat ini, Como sedang menjadi buah bibir pencinta sepak bola. Hal itu lantaran sepak terjang I Lariani, julukan Como, yang terbilang mengejutkan pada musim ini.

Como bermula dari kompetisi kasta keempat hingga akhirnya promosi ke Serie A tahun 2024. Progress ciamik Como ini juga berkat keputusan manajemen yang mempercayakan nakhoda tim kepada Cesc Fabregas. Pelatih asal Spanyol itu berhasil menyulap Como menjadi tim kuda hitam di kompetisi kasta tertinggi Liga Italia.

Hal itu tergambar dari capaian sejauh ini di Serie A. Nico Paz dan kawan-kawan nangkring di posisi keempat klasemen dengan koleksi 54 poin. Jika posisi ini bisa terus dijaga, Como akan bisa tampil di kompetisi antarklub paling elite Eropa, Liga Champions.

Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *