Perkenalan dengan Jeffrey Epstein dan Penyesalan yang Dinyatakan
Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit, akhirnya angkat bicara mengenai hubungannya dengan Jeffrey Epstein, seorang penjahat seksual asal Amerika Serikat. Ia menyatakan penyesalannya atas pertemuan yang terjadi antara dirinya dan Epstein.
Mette-Marit menjelaskan bahwa ia merasa dimanipulasi dan ditipu selama berinteraksi dengan Epstein. “Saya dimanipulasi dan ditipu,” ujarnya kepada lembaga penyiaran publik NRK. Ia juga menambahkan bahwa ia berharap tidak pernah bertemu dengan Epstein.
Mette-Marit adalah istri dari Putra Mahkota Haakon, pewaris tahta Kerajaan Norwegia. Meskipun telah muncul beberapa dugaan keterlibatan dalam kasus hukum, hingga saat ini, Mette-Marit belum mendapat tuduhan secara pidana.
Ia mengaku bahwa dirinya tidak melihat tindakan ilegal saat berinteraksi dengan Epstein. “Saya tidak melihat sesuatu yang ilegal,” katanya. Mette-Marit juga menjelaskan bahwa mereka memiliki teman yang sama, dan Epstein memanfaatkan situasi tersebut. Ia menyatakan bahwa dirinya cenderung mempercayai sisi baik orang lain, tetapi kini ia telah memutuskan untuk mengakhiri kontak dengan Epstein.
Dokumen yang Menunjukkan Hubungan dengan Epstein
Berkas-berkas yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS menunjukkan bahwa Mette-Marit berkorespondensi dengan Epstein antara tahun 2011 dan 2014. Selain itu, ia sempat menginap di kediaman Epstein di Palm Beach, Florida, selama empat hari pada tahun 2014.
Epstein pernah divonis bersalah pada tahun 2008 karena memfasilitasi prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur dan menjalani hukuman penjara selama 13 bulan. Ia meninggal di penjara pada Agustus 2018 saat proses persidangan atas tuduhan perdagangan manusia sedang berlangsung. Kematiannya kemudian diputuskan sebagai kasus bunuh diri.
Beberapa tokoh terkemuka Norwegia juga diketahui memiliki hubungan dengan Epstein. Parlemen negara tersebut kini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait hubungan Kementerian Luar Negeri dengan Epstein. Sementara itu, kepolisian Norwegia juga turut menyelidiki mantan Perdana Menteri Thorbjorn Jagland atas dugaan korupsi berat yang terkait dengan Epstein.

Alasan Kembali Munculnya Isu Hubungan Mette-Marit dengan Epstein
Meskipun pada tahun 2019, Mette-Marit telah meminta maaf atas hubungannya dengan Epstein, dokumen Epstein yang baru-baru ini dirilis menimbulkan keraguan publik atas klaim sang putri bahwa ia tidak mengetahui bahwa Epstein pernah didakwa pada tahun 2008.
Dalam sebuah surat elektronik pada tahun 2011, Mette-Marit mengatakan kepada Epstein bahwa ia telah mencari informasi tentang Epstein di mesin pencarian Google dan menyebut temuannya “nampak tidak baik,” diikuti dengan emotikon senyuman. Namun, dalam komentarnya kepada NRK pada Jumat (20/3), Mette-Marit menegaskan bahwa ia tidak mengingat alasannya menulis surat elektronik tersebut setelah 15 tahun berlalu.
Kasus Hukum yang Menimpa Anak Mette-Marit
Dalam wawancara yang sama, Mette-Marit juga menyampaikan klarifikasi mengenai kasus hukum yang menimpa putranya, Marius Borg Hoiby, yang berusia 29 tahun. “Saya adalah ibu dari seorang pemuda yang kini sedang berada dalam situasi yang sangat sulit,” ujarnya.
Anak tiri Putra Mahkota Haakon tersebut menghadapi empat tuduhan pemerkosaan yang terjadi antara tahun 2018 dan 2024. Beberapa korban diduga dalam keadaan tidak sadarkan diri saat kejahatan tersebut dilakukan. Jaksa penuntut mengatakan bahwa Hoiby dapat dituntut hingga 16 tahun penjara jika terbukti bersalah. Di persidangan, Hoiby membantah keempat tuduhan tersebut. Kasus ini masih menunggu putusan pengadilan pada pertengahan tahun ini.
Selain pemerkosaan, Hoiby juga menghadapi puluhan tuduhan pidana lainnya terkait kekerasan dalam rumah tangga, perusakan properti, pelanggaran lalu lintas, dan pelanggaran terkait narkoba.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











