Persaingan di Papan Bawah Super League Semakin Ketat
Persaingan di papan bawah Liga 1 Indonesia semakin ketat, dan posisi PSM Makassar yang kini berada di peringkat ke-13 dengan 24 poin mulai terancam. Juku Eja hanya unggul empat poin dari Madura United yang berada di zona degradasi. Kemenangan Semen Padang dan Persis Solo pada pekan ke-25 membuat persaian semakin sengit.
Persis Solo menunjukkan tren positif setelah mengalahkan Bali United 3-0 dan keluar dari zona degradasi ke posisi ke-15 dengan 20 poin. Dua tim lainnya yang berada di zona degradasi juga berhasil meraih kemenangan dalam pekan ke-25. Yaitu Semen Padang dan Persis Solo. Semen Padang mengalahkan PSBS Biak 2-0 meski masih berada di posisi ke-17 klasemen Super League dengan 20 poin. Sementara itu, Persis Solo tampil perkasa dengan kemenangan 3-0 atas Bali United, sehingga meninggalkan zona degradasi.
Kemenangan ini menunjukkan kebangkitan Persis Solo. Dalam enam laga terakhir, Persis Solo rupanya belum merasakan kekalahan, yakni mencatatkan 2 menang dan 4 imbang. Raihan hasil positif yang didapat Persis Solo membuat posisi pelatih Milomir Seslija cukup aman. Sebelumnya, Milomir Seslija mendapat ultimatum dari manajemen Persis Solo untuk memenangkan pertandingan melawan Persik Kediri (Pekan 23) dan Persijap Jepara (Pekan 24). Namun hasilnya, Milomir Seslija sebenarnya hanya bisa mengalahkan Persik Kediri (3-1) dan mengimbangi Persijap Jepara (0-0). Meski demikian, ia diberikan kesempatan kembali dan akhirnya menjawab kepercayaan dengan mengalahkan Bali United.
Pada pertandingan berikutnya, Persis Solo akan bertandang ke markas PSM Makassar di Stadion BJ. Habibie, Parepare, pada 4 April 2026 mendatang. Pengamat Sepak Bola Assegaf Razak mengatakan bahwa PSM Makassar harus waspada. Mereka tak boleh lagi kehilangan banyak poin. Jika itu terjadi, posisinya semakin rawan.
Oleh karena itu, manajemen dan tim perlu memiliki hitung-hitungan, pertandingan mana harus dimenangkan, laga mana minimal mendapat seri. Misalnya, lima pertandingan kandang sisa harus dimenangkan oleh PSM Makassar. “Pemain harus dimotivasi. Perlu diberitahu bahwa pertandingan sisa adalah final karena posisi tim belum aman,” katanya saat dihubungi, Kamis (12/3/2026).
Assegaf yakin bahwa PSM Makassar bisa bebas dari ancaman degradasi. Alasannya, pemain yang dimiliki punya kualitas bagus. Hanya perlu diarahkan dan diingatkan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi). Lantaran kadang ia melihat pemain PSM Makassar bermain seenak-enaknya, tanpa irama dan ritme permainan. “Pelatih dan pemain saya rasa tidak ada mau kalah,” sebutnya.
Assegaf meminta pemain ketika berada di lapangan fokus 100 persen. Jika pun ada masalah non teknis, jangan dibawa ke pertandingan. Tak kalah penting, kehadiran manajer selalu mendampingi tim. Kehadirannya untuk memberikan motivasi. “Kalau kita berperang, tidak boleh di bawa-bawa kalau ada masalah lain. Cukup fokus di pertandingan,” imbau mantan Pelatih PSM Makassar ini.
Assegaf menyampaikan bahwa tim besutan Ahmad Amiruddin ini harus menunjukkan mentalitas konsisten, baik lawan klub papan atas maupun papan bawah. Ia menilai bahwa PSM Makassar menunjukkan semangat juang tinggi ketika hadapi klub besar dan berada di atas, seperti Persib, Borneo FC. Kondisi serupa harus diperlihatkan ketika bersua Madura United dan Persis Solo yang berada di papan bawah. “Mental menang dan semangat juang harus dijaga. Jangan naik turun,” katanya.
Ia pun berharap, jajaran pelatih bisa menyempurnakan permainan tim di jeda kompetisi. Kekurangan dibenahi, kelebihan tim ditingkatkan terus. “Taktik bermain harus disiapkan betul,” ucap Assegaf.










