My WordPress Blog

Poin Pidato Perdana Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei: Sasaran Pangkalan AS



Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, memberikan pesan kenegaraan pertamanya dalam bentuk tulisan pada Kamis (12/3) malam. Pesan ini secara umum membahas situasi perang yang sedang berlangsung antara negaranya dengan koalisi Israel dan Amerika Serikat. Pesan tersebut dibacakan oleh pembawa acara media milik negara, lengkap dengan foto Mojtaba.

Mojtaba belum terlihat di ruang publik hampir dua pekan setelah perang dimulai pada Sabtu (28/2). Anak dari Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei ini juga belum pernah mengeluarkan foto maupun video baru yang menunjukkan kondisi dirinya setelah dilantik menjadi Pemimpin Tertinggi Iran ke-3.

Dilaporkan bahwa Mojtaba terluka saat serangan misil pertama yang diluncurkan Amerika Serikat pada hari itu. Namun, pemerintah Iran belum memberikan bukti atau informasi terkini tentang kondisi Mojtaba.

Berikut adalah empat tema utama dalam pesan tertulis Mojtaba:

Tutup Selat Hormuz

Mojtaba mengapresiasi pasukan militer Iran yang meneruskan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel. Ia menyatakan bahwa masyarakat Iran menuntut berlanjutnya pertahanan yang efektif dan mampu memicu rasa penyesalan pada para penyerang.

Selain itu, Mojtaba menyarankan agar pemerintah Iran terus menutup Selat Hormuz sebagai daya ungkit dalam konflik di Timur Tengah. “Tentu saja tuas yang menutup Selat Hormuz harus terus digunakan,” tulis Mojtaba seperti dikabarkan oleh sumber lokal.

Ia juga telah mengkaji perluasan perang ke beberapa area yang membuat Amerika Serikat dan Israel rentan. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut area mana yang dinilai dapat menguntungkan Iran jika diaktifkan dalam masa perang.

Seruan Persatuan

Mayoritas pesan tertulis Mojtaba ditujukan kepada masyarakat Iran. Menurutnya, masyarakat Tanah Persia telah menunjukkan ketangguhan setelah terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran ke-2, yang juga ayahnya, Ali Khamenei.

Dia mengingatkan bahwa pemimpin dan pemerintah tidak bisa berfungsi efektif tanpa dukungan publik. Karena itu, Mojtaba mendorong warga Iran untuk menunjukkan partisipasi aktif di lapangan.

Ia juga meminta masyarakat Iran untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik dan sosial selama perang berlangsung. Kegiatan yang dimaksud antara lain demonstrasi pada masa perang.

“Saya mengingatkan pentingnya partisipasi dalam upacara Hari Quds, di mana elemen melawan musuh harus menjadi penekanan,” ujarnya.

Balas Dendam

Sebagian besar pesan Mojtaba juga membahas perlawanan terhadap pihak yang bertanggung jawab atas korban dalam perang. Mojtaba bersumpah bahwa negaranya akan terus melanjutkan upaya balas dendam.

Menurutnya, pembalasan bukan hanya untuk Ali Khamenei, tetapi juga untuk seluruh warga Iran yang menjadi korban. Setiap warga negara yang menjadi martir karena musuh merupakan kasus tersendiri untuk balas dendam.

Mojtaba menilai beberapa bentuk retaliasi telah terjadi dan akan terus dilanjutkan secara penuh. “Kasus ini akan terus dibuka di atas semua prioritas,” katanya.

Ancaman Serang Pangkalan AS di Timur Tengah

Mojtaba memberikan peringatan kepada seluruh negara di Timur Tengah yang memiliki basis militer Amerika Serikat. Menurutnya, militer Iran telah dan akan terus menyerang basis tersebut.

Mojtaba berargumen bahwa pihaknya telah memperingatkan negara-negara di Timur Tengah bahwa Iran akan menjadikan basis militer Amerika Serikat sebagai target militer. Namun, ia menjanjikan bahwa Iran tidak akan menyerang negara-negara Timur Tengah.

Mojtaba menjelaskan bahwa basis militer Amerika Serikat menjadi target tentara Iran karena dapat digunakan untuk menyerang Iran. “Mulai dari sekarang, kami terpaksa terus menyerang seluruh basis Amerika Serikat di kawasan,” katanya.

Karena itu, Mojtaba mengingatkan seluruh negara di Timur Tengah harus menentukan posisinya terhadap pihak yang telah menyerang Iran dan membunuh warga Iran.

“Saya merekomendasikan mereka menutup basis tersebut sesegera mungkin,” katanya.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *