My WordPress Blog

Wamen ESDM Yuliot Buka Posko Nasional ESDM: Pusat Informasi Masyarakat

Posko Nasional Sektor ESDM Siap Menjaga Ketersediaan Energi dan Keamanan Selama Mudik dan Idulfitri

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyiapkan Posko Nasional Sektor ESDM menjelang arus mudik dan perayaan Idulfitri. Tujuan dari kehadiran posko ini adalah sebagai pusat pemantauan dan koordinasi layanan energi bagi masyarakat, terutama dalam memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), LPG, listrik, serta informasi mengenai potensi kebencanaan geologi selama masa Ramadan dan Idulfitri.

Posko Nasional Sektor ESDM akan beroperasi selama 20 hari, mulai tanggal 12 Maret hingga 31 Maret 2026, dengan lokasi di Gedung BPH Migas. Dengan adanya posko ini, masyarakat diharapkan dapat memiliki rujukan informasi yang dapat diandalkan terkait kebutuhan energi dan risiko bencana selama liburan lebaran.

Pemantauan dan Koordinasi Layanan Energi

Menurut Wakil Menteri ESDM Yuliot, keberadaan Posko Nasional Sektor ESDM menjadi tempat berkoordinasi antarinstansi terkait dan menjadi pusat informasi bagi masyarakat serta stakeholder untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. “Posko ini juga menjadi pegangan yang dapat dipercaya,” ujarnya saat membuka secara resmi posko di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Yuliot menyampaikan bahwa ketersediaan BBM dan LPG secara nasional untuk kebutuhan Hari Raya Idul Fitri 1447 H sangat memadai, termasuk juga ketersediaan pasokan listrik. Pemerintah akan menjaga ketercukupan pasokan listrik untuk masyarakat serta memastikan energi primer bahan bakar pembangkit tersedia dengan cukup.

“Kita sudah melakukan maintenance terhadap pemangkit-pemangkit yang ada kemudian cadangan energi primernya itu juga kita siapkan, jangan sampai ada gangguan transmisi itu juga sudah dilakukan pengecekan,” jelas Yuliot.

Ia menambahkan bahwa tidak ada gangguan terhadap pasokan listrik sampai ke seluruh daerah baik pada pusat-pusat kegiatan ekonomi maupun pemukiman-pemukiman masyarakat, terutama di daerah tujuan mudik lebaran pada tahun ini.

Mitigasi Potensi Bencana Geologi

Selain itu, Yuliot menjelaskan bahwa Badan Geologi telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi terhadap potensi kebencanaan, antara lain terkait pergerakan tanah dan aktivitas vulkanik gunung berapi. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko bencana selama masa liburan lebaran.

Selama masa tugas Posko Nasional Sektor ESDM yang berlangsung 20 hari di Gedung BPH Migas, tim akan melakukan pengawasan terhadap penyediaan dan pendistribusian bahan bakar minyak, gas, dan listrik, sekaligus memantau potensi bencana geologi untuk mendukung kelancaran Hari Raya Idulfitri 2026.

Sinergi Antarlembaga dan Stakeholder

Ketua Posko Nasional Sektor ESDM periode Ramadan dan Idul Fitri 2026, Erika Retnowati, menekankan pentingnya sinergi antarlembaga agar pelaksanaan Posko berjalan lancar dan mampu memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Dalam pelaksanaan kegiatan Posko Nasional Sektor ESDM ini, penting kiranya untuk kita bersinergi agar pelaksanaan Posko berjalan dengan lancar. Sinergitas ini tentu saja bukan hanya internal anggota Posko, tetapi juga sinergitas dengan stakeholder lainnya, seperti KORLANTAS POLRI, terkait dengan adanya rute-rute yang dilakukan pembatasan ataupun titik-titik kemacetan,” ujar Erika.

Ketersediaan BBM dan LPG Selama Liburan

Selama periode Posko Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, BPH Migas bersama Pertamina menyiagakan 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, dan 72 DPPU, serta fasilitas tambahan di wilayah dengan permintaan tinggi. Secara umum, ketahanan stok BBM untuk gasoline, gasoil, kerosene, maupun avtur berada pada kisaran 17-23 hari, dengan rata-rata sekitar 21 hari.

Adapun proyeksi dinamika kebutuhan BBM selama periode Posko menunjukkan gasoline diperkirakan meningkat sekitar 12,0 persen dibandingkan kondisi normal, sedangkan gasoil turun sekitar 14,5 persen. Sementara itu, kebutuhan avtur diperkirakan meningkat 2,8 persen dan kerosene naik sekitar 4,2 persen dibandingkan realisasi normal.

Untuk LPG, Ditjen Migas bersama Pertamina menyiagakan 40 terminal LPG, 757 SPBE, dan 6.662 agen LPG. Prognosa ketahanan stok LPG nasional berada pada kisaran 12-15 hari. Kondisi stok ini dijaga tetap stabil selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026, dengan dukungan agen dan pangkalan LPG siaga 24 jam khususnya di wilayah dengan permintaan tinggi.


Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *