My WordPress Blog

Pengalaman Berbuka Puasa Terakhir Gus Yaqut di Rutan KPK: Hanya Air Putih dan Teh

Transisi Drastis: Dari Menteri ke Tahanan

Pergeseran hidup yang sangat drastis dialami oleh Yaqut Cholil Qoumas, mantan Menteri Agama Republik Indonesia. Dinding dingin Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta menjadi saksi bisu perubahan hidupnya. Pada Kamis (12/3/2026) malam, sosok yang akrab disapa Gus Yaqut ini menjalani momen berbuka puasa terakhirnya sebagai orang bebas dengan cara yang sangat sederhana.

Usai menjalani pemeriksaan maraton sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji, mantan Menteri Agama RI tersebut sempat membatalkan puasa tepat saat azan Magrib berkumandang. Setelah menahan lapar dan haus selama 14 jam, ia mengakhiri puasanya di tengah proses administrasi penahanan yang sedang berlangsung. Tak ada jamuan mewah; ia hanya ditemani segelas air putih dan teh sebelum digiring petugas menuju gedung rutan yang berada tepat di belakang Gedung Merah Putih.

Momen Berbuka Puasa dan Kehadiran Rompi Oranye

Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mereka memberikan kesempatan bagi Gus Yaqut untuk berbuka puasa terlebih dahulu. Namun, situasi tegang menjelang penahanan membuat Gus Yaqut disebut hampir tidak menyentuh minuman yang disiapkan tersebut. “Seingkat saya hanya teh dan air putih yang bahkan tidak beliau sentuh sama sekali,” tambah kuasa hukumnya, Mellisa Anggraeni.

Selain momen berbuka, Gus Yaqut dikabarkan sempat menunaikan ibadah salat Magrib. Bahkan, beredar informasi bahwa ia sempat menjadi imam bagi tahanan lain di area pemeriksaan. Namun, Mellisa meragukan hal tersebut mengingat sempitnya ruang ibadah di lokasi. “Enggak masuk akal kalau dibilang imam salat, tempatnya sangat kecil,” tuturnya.

Peristiwa Pemakaian Rompi 129 dan Senyum Tipis

Sekitar pukul 20.00 WIB, suasana riuh pecah saat Gus Yaqut keluar mengenakan rompi tahanan oranye nomor 129. Di bawah kawalan penyidik serta rintihan protes ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di luar gedung, ia melangkah tegar. Tangan yang terborgol tampak mendekap erat sebuah map bermotif batik. Meski awalnya bermuka masam, ia sempat melempar senyum tipis ke arah media.

“Saya tidak pernah menerima sepeser pun dari kasus yang dituduhkan. Saya lakukan semua kebijakan ini semata-mata untuk keselamatan jemaah,” tegas Gus Yaqut sebelum pintu mobil tahanan tertutup rapat.

Skandal Kuota Haji Rp622 Miliar

Penahanan ini merupakan puncak penyidikan dugaan korupsi pengalihan 20.000 kuota haji tambahan tahun 2023-2024. Penahanan dilakukan sehari setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan Gus Yaqut pada Rabu (11/3/2026). KPK mengungkap kebijakan pembagian kuota 50:50 yang dilakukan sepihak telah menyalahi aturan prioritas jemaah reguler. Penyidik juga mengendus adanya uang pelicin (kickback) dari biro travel senilai USD2.700 hingga USD7.000 per kursi. Berdasarkan perhitungan BPK, negara diduga mengalami kerugian hingga Rp622 miliar, dengan aset sitaan saat ini mencapai lebih dari Rp100 miliar.

Malam Pertama di Balik Jeruji dan Gema Takbir Idulfitri

Kini, Gus Yaqut harus melewati malam-malam pertamanya selama Ramadan di balik jeruji besi tanpa kehadiran keluarga. Berdasarkan aturan rutan, ia belum bisa dibesuk dan harus mengikuti jadwal resmi kunjungan. “Insya Allah beliau tegar. Justru beliau yang menguatkan semua keluarga,” kata Mellisa. Gus Yaqut dijadwalkan mendekam di rutan selama 20 hari ke depan hingga 31 Maret 2026. Dengan linimasa tersebut, sang mantan menteri dipastikan akan melewati sisa Ramadan hingga gema takbir Idulfitri 1447 H dari balik jeruji besi, menanti kepastian nasib hukumnya di meja hijau.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *