My WordPress Blog

Kronologi Pria 56 Tahun Tewas Dianiaya Tetangga Karena Ambil Labu Siam untuk Berbuka

Peristiwa Penganiayaan yang Mengakibatkan Kematian di Desa Talaga

Sebuah peristiwa tragis terjadi di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Seorang pria berusia 56 tahun bernama Minta meninggal dunia setelah dianiaya oleh tetangganya. Kejadian ini terjadi karena korban mengambil dua labu siam dari kebun yang dijaga oleh tetangganya.

Minta tinggal bersama ibunya yang sudah lanjut usia (lansia) dan sehari-hari hanya berdua saja. Labu siam yang diambilnya rencananya akan digunakan sebagai menu buka puasa. Namun, tindakan tersebut memicu konflik dengan tetangganya, yaitu UA (41), yang memergoki korban sedang mengambil labu siam dari kebun miliknya.

Kejadian penganiayaan terjadi pada Sabtu (28/2/2026) sore di depan rumah korban. UA kemudian mengejar korban hingga ke depan rumahnya dan melakukan penganiayaan dengan tangan kosong. Korban mengalami luka lebam di bagian mata, kepala, dan leher, serta luka memar di bahu dan lengan. Selain itu, hidung korban juga mengeluarkan darah.

Setelah kejadian, korban dilaporkan muntah-muntah dan berjalan dalam kondisi sempoyongan karena mengeluh sakit kepala. Dari hasil pemeriksaan luar, polisi menemukan luka memar dan lecet di dahi, kelopak mata kanan, leher, lengan, siku, hingga kaki. Terdapat juga benjolan di bagian belakang kepala korban.

Terduga pelaku telah diamankan setelah keluarga melaporkan kejadian tersebut. Namun, kepolisian belum menetapkan status tersangka karena masih menunggu hasil autopsi. Hasil autopsi akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab pasti kematian korban sekaligus menentukan langkah hukum selanjutnya.

Kesaksian Adik Korban

Adik korban, Cucum Suhenda (50), menyaksikan langsung dugaan penganiayaan tersebut. Ia mengaku tidak berani ikut campur saat kejadian berlangsung karena takut dianggap sabotase oleh pelaku. Setelah pelaku meninggalkan lokasi, ia menghampiri kakaknya yang terjatuh di tanah.

“Kalau misalkan saya membantu, takutnya dianggap sabotase, sama pelaku,” ucap Cucum. Ia mengatakan bahwa setelah pelaku pulang, baru bisa menolong korban. “Dia pulang ke rumah sambil berjalan seloyongan, mungkin sakit kepalanya,” tambahnya.

Di rumah, korban menunjukkan dua labu siam yang dibawanya dan mengakui telah mengambilnya. Labu tersebut disebut akan dimasak untuk berbuka puasa. “Bawa labunya dua, ‘Ini yang saya curi, tadinya mau dimasak buat buka puasa’. Itu saya menyesal di hati,” ungkap Cucum.

Sementara itu, adik korban lainnya, Tita (43), mengaku bahwa kakaknya nekat mengambil labu siam karena sang ibu ingin makan dengan sayur. Menurut pengakuan Tita, saat itu korban tidak memiliki uang sehingga ia pergi ke kebun untuk mengambil labu siam.

Korban sehari-hari memang tinggal berdua dengan ibunya yang sudah lanjut usia (lansia). Sedangkan, Tita bersama keluarganya tinggal di lokasi yang berbeda. “Labu itu untuk makan emak, emak ingin makan sama sayur. Kakak saya bawa dua biji, baru mau dimasak, (pelaku) datang ke rumah,” ujar Tita.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *