Stok BBM Indonesia Hanya Cukup untuk 25 Hari, Pemerintah Berencana Bangun Fasilitas Penyimpanan Baru
Stok bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia saat ini hanya cukup untuk sekitar 23 hingga 25 hari konsumsi. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah, terutama dalam menghadapi situasi geopolitik yang semakin memicu ketidakstabilan pasokan energi global.
Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, stok BBM nasional masih berada dalam batas aman yang ditetapkan pemerintah. Namun, kondisi ini bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan, melainkan karena keterbatasan kapasitas penyimpanan energi di dalam negeri.
“Terkadang orang mengatakan kita harus menyimpan bahan bakar untuk 60 hari. Tetapi di mana kita akan menyimpannya? Kita sama sekali tidak memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup,” ujarnya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Standar cadangan nasional selama ini disesuaikan dengan kemampuan infrastruktur penyimpanan yang tersedia. Saat ini fasilitas penyimpanan BBM di Indonesia hanya mampu menampung sekitar 25 hari kebutuhan. Dengan demikian, standar cadangan nasional ditetapkan sekitar 20 hingga 23 hari. Saat ini, Indonesia berada di angka 23 hari, yang sudah melebihi batas minimum.
Kondisi ini muncul di tengah meningkatnya pertempuran antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran di Timur Tengah, termasuk penutupan Strait of Hormuz oleh Iran. Jalur pelayaran tersebut dilalui sekitar 20 persen pengiriman minyak mentah dunia melalui laut. Oleh karena itu, pemerintah berencana untuk memperkuat ketahanan energi dengan menambah kapasitas penyimpanan BBM nasional.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembangunan fasilitas penyimpanan strategis di pulau dekat Singapura. Proyek ini juga diharapkan memberi ruang bagi Pertamina membeli minyak dalam jumlah besar dan mengurangi ketergantungan pada pasar spot. Selain itu, fasilitas baru tersebut ditargetkan mengurangi ketergantungan Indonesia pada Singapura, yang saat ini memasok sekitar 60 persen impor BBM Indonesia.
Bahlil sebelumnya juga mengingatkan bahwa keterbatasan kapasitas penyimpanan menjadi kerentanan strategis jika terjadi krisis geopolitik. “Ini adalah masalah geopolitik. Jika terjadi krisis atau konflik, cadangan minyak dan kapasitas penyimpanan kita hanya akan bertahan sekitar 21-25 hari,” katanya.
Pemerintah juga mulai menyesuaikan strategi impor energi dengan mengalihkan sebagian pembelian minyak mentah dan bensin dari Timur Tengah ke pemasok di Amerika Serikat dan Asia Tenggara untuk memperluas sumber pasokan. Bahlil menjelaskan bahwa keterbatasan kapasitas penyimpanan menjadi salah satu tantangan yang harus segera diperbaiki.
Oleh karena itu, Presiden Prabowo memberikan arahan agar pemerintah segera membangun fasilitas penyimpanan baru guna memperkuat cadangan energi nasional. “Jadi kita tidak bisa, katakan lah, teman-teman menganggap harus Pak kita stok 60 hari. Mau isi taruh di mana? Kita tidak punya storage. Makanya sekarang arahan Bapak Presiden segera kita membangun storage. Jadi bukan kita tidak punya cadangan untuk mengisi minyak?” lanjutnya.
Bahlil juga menegaskan bahwa pembangunan fasilitas penyimpanan tersebut menjadi langkah penting agar cadangan energi nasional dapat ditingkatkan hingga mencapai tiga bulan. Terkait rencana pembangunan fasilitas penyimpanan tersebut, Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi. “Kita rencana salah satu alternatif terbaiknya ada di wilayah Sumatra,” ungkapnya.
Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman dan Distribusi Lancar
Di sisi lain, Pertamina memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) masih aman. Karena itu, warga diminta untuk tidak melakukan panic buying. Hal ini disampaikan pihak Pertamina menjawab keresahan warga soal stok BBM imbas konflik antara Amerika Serikat – Israel dan Iran.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, distribusi BBM di area Jatim, Bali dan Nusa Tenggara masih mencukupi. “Saat ini rata-rata ketahanan stok BBM khususnya di wilayah Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, masih aman,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Ia mengatakan, ketersediaan BBM tersebut akan dipasok secara berkala sesuai jadwal perencanaan suplai dan distribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. “Sampai saat ini untuk distribusi aman dan lancar. Tidak ada kendala. Kita juga terus berkoordinasi dengan lintas sektoral agar distribusi ini bisa tetap berjalan tanpa gangguan,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga terus melakukan langkah antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan BBM. Salah satunya dengan menerapkan metode RAE (Regular, Alternative, dan Emergency) agar pasokan distribusi energi terus stabil. “Kami terus memastikan ketahanan pasokan tetap terjaga, dengan tetap memprioritaskan keselamatan pekerja, keamanan aset, serta keberlangsungan operasional melalui pemantauan intensif dan penguatan manajemen risiko,” imbuhnya.
Ahad juga memastikan, pasokan BBM untuk kebutuhan Idul Fitri bisa terpenuhi. Sehingga, pihaknya juga meminta agar masyarakat tak melakukan panic buying. “Kami harap masyarakat tetap tenang dan tidak perlu panik. Kami juga imbau agar masyarakat bisa membeli BBM sesuai kebutuhan,” tuturnya.











