My WordPress Blog

Kunjungi Balita 1 Tahun Diduga Jadi Korban Pelecehan, Pemkot Bekasi Pastikan Bantuan

Pemkot Bekasi Berkomitmen Memberikan Perlindungan dan Pendampingan Korban Pelecehan Balita

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyampaikan kepedulian yang mendalam terhadap kasus dugaan pelecehan terhadap balita perempuan berinisial A (1) di kawasan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat. Kasus ini dilaporkan terjadi di sebuah kontrakan yang diduga dilakukan oleh tetangga korban, R (48). Pemkot melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) telah memberikan pendampingan psikologis kepada korban dan keluarga serta memastikan hak-hak korban dalam proses penanganan kasus terpenuhi.

Camat Bekasi Barat, H.Sudarsono, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan keluarga korban untuk memastikan proses pendampingan berjalan dengan baik. Selain itu, Pemkot juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum guna memastikan penanganan perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Koordinasi dengan Polisi dan TNI

Sudarsono menambahkan bahwa pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Polres Metro Bekasi Kota serta Kodim 0507/Bekasi. Tujuannya adalah untuk menjaga situasi di lingkungan masyarakat tetap kondusif serta mendukung proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Pemkot Bekasi juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas lingkungan dan mempercayakan proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

“Pemkot Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak, serta mendukung penuh proses hukum terhadap setiap dugaan tindak kekerasan yang terjadi di wilayah Kota Bekasi,” jelas Sudarsono.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Polisi masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pelecehan terhadap balita A. Saat ini, Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (SatPPA-PPO) Polres Metro Bekasi Kota tengah melakukan penyelidikan. Penyelidikan dimulai setelah laporan telah dibuat oleh pihak terduga korban.

“Kami masih melakukan penyelidikan,” singkat Kasat PPA-PPO Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Rosdiana Sirait.

Korban Diduga Dilecehkan Saat Dititipkan

Sebagai informasi, R yang merupakan seorang duda diduga melakukan pelecehan ketika A dititipkan oleh ibunya, FS (36), karena ingin bekerja. FS, yang bekerja sebagai biduan keliling, mengatakan bahwa dugaan pelecehan terjadi di sebuah kontrakan kawasan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Awalnya, FS tidak curiga terhadap kondisi putrinya yang terus menangis. Ia mengira tangisan itu disebabkan hal biasa, seperti popok yang penuh atau ukuran pampers yang tidak nyaman. Namun, kecurigaan mulai muncul ketika anaknya terlihat kesakitan saat buang air kecil.

Kondisi Korban Memperparah Kekhawatiran

FS mengungkapkan bahwa A sempat mengalami demam dan meringis pada malam hari setelah kejadian. “Kalau pipis dia seperti kesakitan. Kalau dimandikan dan tersentuh di bagian kelaminnya, dia nangis. Malam itu juga sempat demam dan meringis terus,” ujarnya.

Setelah mengetahui kondisi anaknya, FS membawa A ke Puskesmas untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa kondisi alat vital korban tidak wajar, sehingga bidan menyarankan agar segera dilakukan visum serta melapor ke polisi.

Pelaku Diduga Tetangga Korban

FS menyampaikan bahwa ia menduga kuat pelaku adalah R karena setiap A melihat R, kerap bereaksi dan mengucapkan kata-kata tertentu sembari menunjuk ke arah alat vitalnya. “Kalau lihat dia (R), anak saya ngomong ‘Atut, atut, a au’ terus kalau ditanya sakit di mana, dia nunjuk ke bagian kelaminnya,” ucapnya.

Selain itu, FS juga menduga R sebagai pelaku karena selama ini A memang sering dititipkan kepada yang bersangkutan. Dirinya pun mengaku memiliki dua saksi kuat terkait peristiwa ini. “Saya ada saksi, tapi saksi tidak mau kasih keterangan karena takut berurusan dengan polisi,” imbuhnya.

Harapan Keluarga untuk Penangkapan Pelaku

FS mengungkapkan bahwa saat ini, ia mendapat informasi dari penyidik bahwa proses perkara masih berjalan dan berkas tengah dipersiapkan untuk langkah lanjutan, termasuk pemanggilan saksi-saksi. Dirinya berharap kasus ini segera rampung dan pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku.


Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *