Menteri ESDM Pastikan Pasokan BBM Aman
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan masyarakat dalam kondisi aman. Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian panik atau panic buying terhadap BBM. Hal ini menjadi perbincangan hangat setelah situasi geopolitik antara Israel-Amerika Serikat dengan Iran memanas.
Bahlil sempat menyatakan bahwa kapasitas penyimpanan BBM nasional hanya mencapai sekitar 23 hari. Pernyataan tersebut membuat publik khawatir karena ketergantungan masyarakat pada BBM sangat tinggi. Namun, ia segera memberikan klarifikasi bahwa situasi saat ini masih dalam batas aman. Menurutnya, standar minimal ketersediaan BBM di Indonesia adalah di atas 20 hari, sehingga 23 hari yang tersedia merupakan kondisi yang stabil.
Suplai BBM Lancar
Menurut Bahlil, kapasitas penyimpanan minyak atau storage Indonesia selama ini terbatas hanya selama 25 hari. Namun, realisasi stok yang tersedia saat ini mencapai sekitar 23 hari. Ia menegaskan bahwa hal ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Jadi enggak perlu ada panik, enggak perlu. Suplai lancar,” ujarnya saat berbicara di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/3/2026).
Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan kondisi per jenis bahan bakar. Untuk solar, produksi dalam negeri telah mampu memenuhi kebutuhan secara penuh. Produksi ini berjalan terus-menerus, sehingga stok tidak hanya bergantung pada cadangan 20 hari, melainkan disuplai secara kontinyu.
Sementara itu, untuk bensin, Bahlil menegaskan bahwa impor tidak dilakukan dari Timur Tengah, Amerika Serikat, maupun Afrika. Impor bensin dilakukan dari Singapura dan Malaysia, serta didukung oleh industri kilang dalam negeri.
Imbauan untuk Tidak Mudah Terpengaruh Isu
Bahlil mengimbau masyarakat agar tidak mudah termakan isu liar atau misinformasi yang menyebutkan Indonesia akan kehabisan BBM akibat perang. Ia menegaskan bahwa meskipun terjadi peperangan di Timur Tengah, kondisi pasokan BBM di Indonesia tetap aman.
“Jadi insyaAllah sekalipun terjadi peperangan di Timur Tengah, kondisi kita aman. Sekali lagi saya katakan aman. Jadi enggak perlu (panik), jangan dengar ada provokasi-provokasi atau misinformasi yang keliru,” tegasnya.
Pertamina Pastikan Ketersediaan BBM Aman
Pertamina juga memastikan bahwa pasokan BBM nasional terkendali. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyebut bahwa stok BBM sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional.
Menurut Roberth, stok tersebut terus dilakukan pembaruan baik melalui suplay di kilang, atau melalui impor yang dipesan sejak jauh hari. Ia meminta kepada publik untuk tidak khawatir soal ketersediaan BBM nasional.
“Pertamina Patra Niaga memiliki sistem pengelolaan rantai pasok energi yang terintegrasi, mulai dari pengadaan minyak mentah dan produk BBM, pengolahan di kilang, transportasi, hingga distribusi ke berbagai wilayah Indonesia,” ujarnya.
Langkah Mitigasi untuk Ketahanan Pasokan
Pertamina Patra Niaga juga telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional. Beberapa poin yang dilakukan antara lain diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan ketahanan logistik dan distribusi, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
Untuk diketahui, saat ini di sejumlah daerah terpantau terjadi antrean kendaraan yang mengular di berbagai SPBU. Fenomena panic buying ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat akan potensi kelangkaan stok BBM imbas memanasnya situasi konflik antara Israel-Amerika Serikat dengan Iran.











