My WordPress Blog

Yusuf Tankin, Korban Kapal Tug Boat Terbalik di ASL Batam Balas Panggilan Penyelamat, Diduga Masih Selamat

Kecelakaan Tug Boat Mega di Perairan Batam, Satu Korban Masih Terjebak

Pada hari Jumat (6/3/2026), sebuah kecelakaan terjadi di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Batam, saat tug boat Mega yang sedang membantu kapal tanker Kyparissia sandar mengalami kejadian tak terduga. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, ketika kondisi cuaca sedang tidak menentu dengan hujan deras dan angin kencang melanda kawasan galangan kapal.

Ketiga korban yang ditemukan meninggal dunia telah dipulangkan ke rumah duka setelah dievakuasi dari Rumah Sakit Mutiara Aini. Mereka adalah Abdul Rahman (kapten kapal), Guntur Pardede (chief), dan Johnson Bartuahman Damanik (KKM). Sementara itu, satu korban lainnya, Yusuf Tankin, masih diduga terjebak di dalam ruang mesin tug boat yang terbalik.

Proses Pencarian dan Evakuasi

Menurut Kapolsek Batuaji AKP Bayu Rizki Subagyo, total kru di kapal tersebut berjumlah lima orang. Dari jumlah tersebut, tiga orang ditemukan meninggal dunia, satu orang selamat, dan satu lagi diduga masih terjebak di dalam kapal.

Tim SAR gabungan dari Basarnas, Polairud Polda Kepri, serta pihak galangan kapal masih melakukan upaya evakuasi terhadap korban yang belum ditemukan. Meskipun tim penyelam sempat mendapatkan respon dari dalam kapal, proses penyelaman harus dihentikan sementara karena kondisi perairan yang penuh minyak dan bahan bakar yang berpotensi membahayakan keselamatan penyelam.

Saat kejadian, tim penyelam dari PT Global Marine Engineer berhasil menemukan tiga kru dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 15.15 WIB. Salah satu korban selamat, M. Habib Ansyari, telah dievakuasi dan dirawat di rumah sakit.

Proses Pemulangan Jenazah

Pada Sabtu (7/3/2026) dini hari, tiga jenazah kru tug boat Mega mulai dipulangkan ke rumah duka. Suasana kamar jenazah RS Mutiara Aini yang sebelumnya dipenuhi isak tangis keluarga perlahan mulai lengang. Sebagian keluarga inti korban telah lebih dahulu dipulangkan karena masih syok dan histeris atas kejadian tersebut.

Beberapa kerabat masih terlihat mendampingi proses pemulasaran jenazah di kamar jenazah rumah sakit. Mereka menunggu proses administrasi dan persiapan pemulangan jenazah untuk segera dimakamkan.

Sekira pukul 00.53 WIB, pihak keluarga kapten tug boat Mega, Abdul Rahman, membuat surat pernyataan penolakan autopsi. Mereka memilih untuk langsung memulangkan jenazah ke rumah duka tanpa melalui proses otopsi.

“Kami dari perwakilan kapten kapal Abdul Rahman telah membuat surat persetujuan untuk dipulangkan dan disegerakan pemakaman. Kami menolak untuk otopsi,” ujar salah satu perwakilan keluarga kepada petugas.

Tak lama setelah itu, satu unit ambulans disiapkan untuk membawa jenazah Abdul Rahman menuju rumah duka. Keluarga Guntur Pardede kemudian juga mengajukan permintaan yang sama. Jenazah pria berusia sekitar 50 tahun tersebut dipulangkan menggunakan ambulans menuju rumah duka.

Selanjutnya, sekitar pukul 01.07 WIB, jenazah Jhonson Bartuahman Damanik juga diberangkatkan dari RS Mutiara Aini. Jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di kawasan Tembesi untuk segera dimakamkan oleh pihak keluarga.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *