My WordPress Blog

Astrid Widayani Jadi Wakil Wali Kota Solo Perempuan Pertama, ‘Dipinang’ Nyata!

Perjalanan Astrid Widayani: Dari Guru TK Hingga Wakil Wali Kota Surakarta

Astrid Widayani telah menciptakan sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai wakil wali kota Surakarta. Mantan rektor Universitas Surakarta (Unsa) ini mendampingi Wali Kota Surakarta Respati Ardi dalam masa periode 2025-2030. Namun, posisi yang dipegangnya tidak hanya berupa jabatan politik, melainkan juga menjadi ibu, istri, pengusaha, akademisi, dan ketua DPD PSI Surakarta.

Dalam sebuah podcast bersama, Astrid mengungkapkan bahwa cita-cita kecilnya dulu adalah menjadi guru taman kanak-kanak (TK). “Ini di luar mimpi. Cita-cita saya sangat sederhana waktu kecil, yaitu menjadi guru TK,” katanya. Perempuan berusia 39 tahun ini bercita-cita ingin menjadi guru TK karena dekat dengan anak-anak sejak kecil. Apalagi, latar belakang ayahnya di bidang pendidikan dan ibunya yang seorang dosen memengaruhi minatnya pada dunia pendidikan.

“Saat itu tidak kebayang sekali masuk politik. Lingkungan saya puru dunia pendidikan,” ucap perempuan kelahiran 9 November 1989 ini. Namun, satu tahun menjelang Pilkada 2024, nama Astrid Widayani muncul dalam survei dan berada di urutan ketiga. Saat itu, Astrid menjabat sebagai rektor Universitas Surakarta (Unsa).

Dia mengaku tidak serta-merta mendaftarkan diri. “Saya masih wait and see. Memang istilah dipinang itu nyata, saya yang mengalami,” katanya. Beberapa partai politik serius untuk mengusungnya maju pada Pilkada 2024 di Surakarta. Awalnya, Astrid diusung berpasangan dengan Gusti Bhre. Namun, setelah terjadi dinamika menjelang pilkada, dia kemudian mendampingi Respati Ardi.

Sudah satu tahun menjabat sebagai wakil wali kota Surakarta, bagaimana perjalananannya? “Saya melihatnya ada dua dimensi,” ujar Astrid. Dimensi pertama adalah menjadi pemimpin perempuan pertama di eksekutif. Selama menjabat, Astrid menemukan pendekatan baru dan isu-isu yang belum tersentuh dengan baik selama ini. “Mungkin prioritas sebelumnya adalah yang kelihatan seperti infrastruktur,” katanya.

Astrid mengaku bisa merasakan peran kuat perempuan dalam menggerakkan ekonomi lokal, ketahanan keluarga, bahkan pendidikan. “Apalagi saya seorang ibu dan istri dengan basic di pendidikan dan penguatan sumber daya manusia,” ucap ibu dua anak ini. Kemudian dimensi kedua, yaitu Astrid sebagai wakil wali kota. Selama menempuh S1 dan S2, dia memiliki banyak pengalaman untuk memimpin dan menjadi inisiator, baik organisasi maupun paguyuban.

“Ketika jadi wakil itu ada seninya tersendiri. Biasanya saya lebih taktis ambil keputusan. Tapi setiap leader itu ada style-nya,” ujarnya.

Siapa yang menginspirasi mbak Astrid masuk politik? “Banyu mili aja. Saya cuma menjalankan yang terbaik dengan peran yang Tuhan berikan kepada saya,” katanya. Apa yang membuat membentuk karakter kepemimpinan Astrid sehingga seperti sekarang? “Saya dibentuk menjadi Astrid sekarang ini tidak hanya pendidikan orang tua, tapi pengalaman yang cukup lama ketika berani out of comfort zone,” ujarnya.

Selama ini, biasanya cerita orang sukses adalah berawal dari zero to hero. Namun, Astrid mengaku sebagai kebalikannya. “Saya di lingkungan serba cukup. Ayah saya guru besar, profesor. Semua sudah nyaman, tapi saya keluar dari zona itu. Misalnya, ketika sekolah saya memilih untuk naik sepeda, tidak diantarkan,” katanya. Astrid merasa sejak kecil sudah memiliki bakat untuk mengambil tanggung jawab.

Kini, bisa dikatakan Astrid sudah selesai dengan peran yang dijalankannya, yaitu di keluarga dan juga sudah menempuh S3. “Jadi saya pikir ini waktunya saya memberikan sesuatu untuk Solo,” ucap istri dari Poernomo Warasto ini.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *