My WordPress Blog

Dua Anggota Polres Kepahiang Dilaporkan ke Polda Bengkulu Terkait Kematian Gita Fitri

Penanganan Kasus Kematian Gita Fitri Ramadani Dinilai Tidak Transparan

Kuasa hukum keluarga korban Gita Fitri Ramadani (25) melaporkan dua oknum polisi ke Propam Polda Bengkulu pada Jumat (6/3/2026). Laporan ini dilakukan karena dugaan adanya pelanggaran kode etik dan penyalahgunaan wewenang dalam penanganan kasus kematian perempuan muda tersebut.

Menurut kuasa hukum, Rustam Efendi, terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses penyidikan. Salah satunya adalah olah TKP yang dilakukan satu minggu setelah kejadian. Hal ini dinilai berpotensi menghilangkan alat bukti penting. Selain itu, pihak kepolisian telah menetapkan tersangka sebelum melakukan autopsi jasad korban.

Selain itu, informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa jenazah korban sempat dipindahkan ke pondok oleh oknum yang berwenang. Rustam menjelaskan bahwa tidak semua unit yang bertanggung jawab dalam penanganan kasus seperti Inafis atau PPA yang hadir di lokasi kejadian.

Ia juga menyampaikan bahwa meteran listrik yang menjadi sumber arus jerat korban diduga diganti atas perintah oknum polisi. “Meteran listrik di pondok itu di normalkan kembali, diganti dan yang memerintahkan itu oknum polisi,” ujar Rustam.

Dalam konferensi pers bersama awak media, Rustam menyebutkan adanya alat bukti yang tidak ditunjukkan. Salah satunya adalah empat botol infus yang dianggap janggal dan tidak ditampilkan oleh Polres Kepahiang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari pihak rumah sakit, korban diduga meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik. Namun, beberapa kejanggalan masih muncul, termasuk waktu dan lokasi korban ditemukan di belakang area kebun wilayah Desa Talang Sawah.

Kepala Desa Batu Bandung, Iwan Trabas, juga menyampaikan kejanggalan tewasnya Gita Fitri. Korban ditemukan tengah malam di lokasi yang dianggap tidak biasa. Selain itu, handphone korban hilang, sedangkan perhiasannya masih ada di tubuh korban.

Sebagai respons atas kejanggalan tersebut, keluarga korban melaporkan peristiwa ini ke Polres Kepahiang. Proses penyidikan masih terus dilakukan untuk memastikan rangkaian peristiwa secara menyeluruh.

Pembongkaran Kuburan untuk Autopsi Lanjutan

Sebelumnya, Polres Kepahiang membongkar kuburan Gita Fitri Ramadani (25) pada Selasa (3/3/2026). Tujuan pembongkaran ini adalah untuk keperluan autopsi lanjutan dalam pengusutan kasus kematiannya.

Gita Fitri Ramadani ditemukan tewas di kebun pepaya Desa Talang Sawah, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang, pada Rabu dini hari (4/2/2026). Pembongkaran kuburan dilakukan dengan bantuan lima warga dan disaksikan langsung oleh pihak keluarga korban.

Setelah dibongkar, jenazah korban langsung dilakukan autopsi oleh tim forensik kepolisian di sekitar area pemakaman yang telah dipasangi tenda dan ditutup kain berwarna hijau. Ratusan warga Desa Batu Bandung hadir untuk menunggu proses autopsi berlangsung.

Warga membawa bendera kuning sebagai simbol duka sekaligus bentuk desakan agar penanganan kasus kematian Gita Fitri dilakukan secara transparan dan tuntas.

Penetapan Tersangka dan Penyidikan Lanjutan

Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Bintang Yudha Gama, menjelaskan bahwa penyidik telah menetapkan satu orang tersangka berinisial MK dalam kasus tersebut. Tersangka dijerat Pasal 474 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia.

Meski hasil visum dinilai telah memberikan gambaran penyebab kematian, pihak kepolisian tetap memutuskan untuk melakukan autopsi sebagai bentuk itikad baik dan untuk memberikan kepastian hukum kepada keluarga korban.

Hingga kini, Satreskrim Polres Kepahiang masih terus mendalami kasus tersebut guna memastikan rangkaian peristiwa secara menyeluruh.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *