Kasus Pencurian yang Berujung pada Penetapan Tersangka
Nabilah O’Brien, seorang selebgram dan pemilik restoran Bibi Kelinci Kopitiam di Kemang, Jakarta Selatan, menjadi sorotan setelah dirinya justru ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini terjadi setelah ia mengunggah rekaman CCTV dari restorannya yang menunjukkan dugaan tindakan pencurian oleh dua pelanggan. Kejadian ini sempat viral di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari publik.
Kepedihan Nabilah
Dalam sebuah unggahan di media sosial Instagram, Nabilah menyampaikan rasa takut dan kekecewaannya. Ia mengaku selama lima bulan terakhir tidak berbicara kepada publik karena merasa takut dengan situasi hukum yang sedang menjeratnya. Ia menjelaskan bahwa dirinya adalah korban pencurian yang kini malah menjadi tersangka.
“Saya korban pencurian yang menjadi tersangka di Bareskrim Polri. Saya diam selama lima bulan karena saya takut untuk bersuara dan berbicara,” ujarnya dalam video yang dibagikannya.
Nabilah juga mengklaim bahwa ia diminta untuk mengakui bahwa pernyataannya, termasuk rekaman CCTV yang ia unggah, merupakan fitnah. Bahkan, ia mengaku diminta membayar uang sebesar Rp1 miliar.
“Selama lima bulan saya diminta untuk mengakui bahwa apa yang saya ungkapkan dan CCTV saya adalah fitnah. Saya juga diminta Rp 1 miliar,” katanya.
Permintaan Bantuan ke Komisi III DPR RI dan Kapolri
Melalui unggahan tersebut, Nabilah meminta perhatian Komisi III DPR RI serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar kasus yang menimpanya mendapatkan kepastian hukum. Ia berharap bisa melanjutkan hidupnya dengan rasa adil.
“Bapak/Ibu Komisi III DPR RI dan Bapak Kapolri, saya mohon diberikan kepastian hukum. Saya korban pencurian dan berharap bisa melanjutkan hidup saya. Saya yakin keadilan bisa ditegakkan,” tulisnya.
Ia juga menjelaskan bahwa langkahnya mengunggah rekaman CCTV adalah upaya untuk melindungi tempat usaha dan karyawannya. Tujuannya adalah agar pelaku usaha lain tidak menjadi korban kejahatan serupa.
“Saya hanya pemilik usaha kecil yang berjuang melindungi tempat saya dan karyawan saya mencari rezeki dari aksi pencurian, dan kini saya harus menelan pil pahit ditetapkan menjadi tersangka di Bareskrim Polri.”
Pertanyaan Hukum dan Kebingungan
Nabilah mempertanyakan dasar hukum penetapan status tersangka tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya adalah korban pencurian yang memiliki bukti fakta lapangan.
“Saya takut bersuara, karena produk restoran saya diambil tanpa dibayar saya jadi tersangka? Kejadian pencurian di restoran saya adalah fakta. Mengapa saya jadi tersangka, pak..bu..?” tanyanya.
Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut adalah fakta, bukan rekayasa, di mana produk restorannya diambil tanpa pembayaran. Semua kerabat, keluarga, dan kuasa hukum telah melakukan segala upaya untuk mencari keadilan untuknya.
Awal Mula Kasus
Insiden ini pertama kali menjadi perbincangan publik setelah rekaman CCTV diunggah melalui akun Instagram pribadi Nabilah, @nabobrien, pada 20 September 2025. Dalam unggahan tersebut, Nabilah memperlihatkan rekaman yang menunjukkan keributan antara pelanggan dan staf restoran.
Pada saat kejadian, kondisi restoran disebut sedang penuh sehingga pesanan membutuhkan waktu lebih lama untuk disajikan. Situasi itu membuat salah satu pelanggan perempuan tidak sabar hingga nekat masuk ke area dapur yang seharusnya tidak boleh dimasuki pengunjung.
“Menunggu sekitar 30 menit, ibu ini masuk ke kitchen, memaki head kitchen saya, dan mengancam akan mengobrak-abrik restoran,” tulis Nabilah dalam unggahannya.
Dalam rekaman CCTV yang dibagikan, perempuan tersebut terlihat memaki kepala staf dapur. Pria yang bersamanya juga ikut masuk ke area dapur dan terlihat meluapkan emosi dengan memukul lemari pendingin serta menunjuk-nunjuk staf restoran.
Meski mendapat perlakuan tersebut, staf dapur tetap berusaha menjalankan prosedur operasional standar (SOP) dengan tenang. Namun setelah keributan mereda, pasangan tersebut justru meninggalkan restoran sambil membawa sejumlah pesanan makanan dan minuman tanpa membayar.
Total terdapat 11 bungkus makanan dan tiga minuman yang dibawa pergi dari restoran tersebut. Seorang staf restoran bahkan sempat mengejar pasangan tersebut hingga ke area parkir mobil untuk menagih pembayaran sebesar Rp530 ribu.
Namun pasangan itu diduga justru melontarkan ancaman sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.
“Kalau masih nyuruh saya bayar, jangan sampai saya lempar makanannya,” tulis staf restoran tersebut dalam pesan yang kemudian dibagikan oleh Nabilah.
Belakangan, dua orang yang membawa makanan tersebut diketahui berinisial ZK dan ER. Keduanya juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.











