My WordPress Blog

Ali Larijani Kuasai Iran, Agen Khamenei Siap Hadapi Trump

Ali Larijani: Figur Kunci dalam Dinamika Kekuasaan Pasca-Khamenei

Di tengah ketidakpastian yang melingkupi Republik Islam Iran pasca-wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, satu nama yang muncul sebagai figur kunci adalah Ali Larijani. Dikenal sebagai tokoh penting di lingkaran kekuasaan, Larijani memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai bidang seperti militer, media, dan legislatif. Ia juga dikenal sebagai orang dekat Khamenei, yang memberinya posisi strategis dalam proses suksesi.

Larijani bukan hanya seorang pejabat biasa. Ia telah menjalankan misi diplomatik penting, termasuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan berkomunikasi dengan pejabat negara Teluk sebagai mediator antara Iran dan AS. Gaya bicaranya yang tenang dan terukur membuatnya menjadi sosok yang dianggap memahami sistem politik Iran secara mendalam.

Rekam Jejak yang Kuat

Larijani lahir di Najaf, Irak, pada 1957 dari keluarga ulama terkemuka yang memiliki hubungan dengan pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Keluarganya dikenal memiliki pengaruh besar dalam lanskap politik Iran selama beberapa dekade. Meski ada tudingan korupsi terhadap beberapa kerabatnya, semua tuduhan tersebut dibantah.

Dari sisi akademik, Larijani memiliki gelar doktor filsafat Barat dari Universitas Teheran, sebuah kombinasi langka antara pendidikan modern dan akar ideologis Republik Islam. Sebagai veteran Korps Garda Revolusi Islam dalam perang Iran-Irak, ia kemudian memimpin lembaga penyiaran negara IRIB selama satu dekade sejak 1994. Karier politiknya berlanjut sebagai Ketua Parlemen Iran selama tiga periode, dari 2008 hingga 2020.

Pada 1996, ia ditunjuk langsung sebagai perwakilan Khamenei di SNSC, mempertegas statusnya sebagai orang kepercayaan inti lingkaran kekuasaan. Meski sempat kalah dalam pemilihan presiden 2005 dari Mahmoud Ahmadinejad dan didiskualifikasi dalam pencalonan 2021 serta 2024, kembalinya Larijani ke jantung keamanan nasional dipandang sebagai sinyal kembalinya manajemen keamanan yang lebih pragmatis.

Antara Negosiasi dan Ancaman Konfrontasi

Dalam isu paling krusial bagi Iran, yaitu program nuklir, Larijani dikenal konsisten membela hak kedaulatan negaranya untuk melakukan pengayaan uranium. Namun, ia juga menekankan pentingnya penyelesaian cepat melalui jalur diplomasi. Ia bahkan memperingatkan bahwa tekanan eksternal berlebihan justru bisa mendorong perubahan arah kebijakan nuklir Iran.

“Kami tidak bergerak menuju senjata (nuklir), tetapi jika Anda melakukan kesalahan dalam masalah nuklir Iran, Anda akan memaksa Iran untuk bergerak ke arah itu karena mereka harus membela diri,” katanya kepada televisi pemerintah.

Pasca-konflik dengan Israel, Larijani menyebut kekhawatiran Barat terhadap program nuklir Iran sebagai dalih untuk konfrontasi yang lebih luas. Ia berulang kali menegaskan bahwa pembicaraan dengan Washington harus tetap dibatasi pada isu nuklir dan tidak melebar ke agenda lain. “Kami menginginkan penyelesaian yang cepat untuk masalah ini,” katanya dalam wawancara terbaru dengan Al Jazeera, merujuk pada pembicaraan dengan AS.

Menurut Larijani, kemungkinan perang terbuka antara Iran dan Amerika Serikat relatif kecil. Ia menilai Washington pada akhirnya akan menyadari bahwa risiko konflik bersenjata jauh lebih besar dibandingkan potensi keuntungannya.

Menjaga Sistem, Menjaga Masa Depan

Di balik sikapnya yang tampak moderat dan kalkulatif, para analis melihat ambisi politik jangka panjang yang membentuk langkah-langkah Larijani. Ali Vaez menilai, kehati-hatian Larijani berakar pada target yang lebih besar. “Dia adalah pria ambisius yang mengincar jabatan yang lebih tinggi. Larijani jelas ingin menjadi presiden,” kata Vaez.

“Hal itu menciptakan dua insentif, pertama untuk menjaga sistem dan kedua untuk tidak membakar kartunya.”

Di tengah kekosongan kepemimpinan pasca-Khamenei, Ali Larijani kini berdiri di persimpangan sejarah: antara stabilisator sistem yang terancam runtuh, atau figur transisi yang dapat menentukan arah baru Republik Islam Iran.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *