Penemuan Brankas dan Penangkapan Pelaku Pembunuhan di Desa Lalong
Pada hari Kamis (26/2/2026) malam, tim gabungan dari Satuan Reskrim Polres Luwu, Sulawesi Selatan, berhasil menemukan barang bukti berupa brankas biru yang diduga berasal dari kios layanan keuangan BRI-Link. Brankas tersebut ditemukan di Desa Pangalli, Kecamatan Walenrang Timur, sekitar 7 kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Lalong.
Penemuan ini terjadi setelah terduga pelaku pembunuhan Ririn Andriani Pasalli (31), korban tewas dalam kejadian tersebut, ditangkap di Sulawesi Utara setelah melarikan diri selama seminggu. Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, membenarkan penangkapan terduga pelaku. Meski belum banyak informasi yang bisa disampaikan, ia menyebut bahwa pelaku akhirnya tertangkap setelah bersembunyi di Provinsi Sulawesi Utara.
Brankas biru tersebut ditemukan oleh tim gabungan setelah melakukan penyelidikan intensif. Kapolsek Walenrang, AKP Abdul Azis, menjelaskan bahwa brankas itu ditemukan di aliran irigasi yang mengarah ke area persawahan. Ia menambahkan bahwa penemuan ini tidak lepas dari hasil interogasi dan pengakuan terduga pelaku yang menyatakan bahwa barang tersebut dibuang.
Setelah ditemukan, brankas langsung dibawa ke Mapolres Luwu di Kota Belopa untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Selain brankas, polisi juga mengamankan CCTV, batu diduga sebagai alat pembunuhan, dan pakaian korban. Kerugian yang ditaksir mencapai Rp16 juta, termasuk uang tunai yang diduga dibawa kabur oleh pelaku.
Penyelidikan dan Proses Olah TKP
Sebelum penemuan brankas, Satuan Reskrim Polres Luwu telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Rabu (18/2/2026) malam. Kasat Reskrim Polres Luwu, Iptu Ibnu Robbani, memimpin olah TKP bersama personel Polsek Walenrang. Gerai BRI-Link tempat korban ditemukan tewas dipasangi garis polisi oleh penyidik.
Dugaan sementara menyebut bahwa Ririn tewas akibat hantaman benda tumpul tepat mengarah ke bagian kepala. Korban mengalami luka parah di bagian kepala sebelah kanan dan luka robek di bawah telinga kiri. Dari hasil olah TKP, ditemukan sejumlah barang bukti seperti rekaman kamera pengawas (CCTV) serta batu diduga digunakan pelaku menghabisi nyawa korban.
Polisi juga mengamankan pakaian milik korban untuk mendukung proses penyelidikan. Kapolsek Walenrang, AKP Abdul Azis, menyebut bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh, pelaku diduga membawa kabur uang tunai beserta brankas di gerai BRI-Link tempat korban bekerja. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp16 juta, berdasarkan informasi dari saksi-saksi yang diperiksa.
Pengakuan Saksi dan Peristiwa Awal
Salah satu saksi, Reisa (18), mengatakan bahwa peristiwa itu pertama kali ia ketahui sekitar pukul 14.00 Wita siang. Ia mendengar suara rintihan dari arah kios BRI-Link yang berada tak jauh dari warungnya. Saat keluar, Reisa melihat seorang pria tak dikenal keluar melalui pintu belakang.
Menurut Reisa, pelaku laki-laki dengan usia sekitar 30 tahun, mengenakan jaket atau sweter biru pudar dan celana pendek. Pelaku membawa brankas berwarna biru lalu melarikan diri menggunakan sepeda motor matik. Ia kemudian masuk ke dalam kios dan mendapati korban sudah tergeletak. Ia segera memanggil tetangga dan keluarga korban.
Sekitar pukul 14.40 Wita, korban dibawa pulang oleh pihak keluarga ke rumah duka di Lingkungan Pusun, Kelurahan Bosso, Kecamatan Walenrang Utara.
Penangkapan Terduga Pelaku
Setelah melancarkan aksinya, pelaku melarikan diri ke Kota Palopo. Penangkapan terduga pelaku dilakukan setelah sepekan melarikan diri. Jarak dari Walenrang menuju Sulawesi Utara jika ditempuh melalui perjalanan darat menghabiskan waktu kurang lebih 28 jam. Pelaku akhirnya tertangkap setelah bersembunyi di provinsi tersebut.
Proses penyelidikan dan penangkapan terduga pelaku masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian. Mereka berupaya mengungkap pelaku perampokan serta pembunuhan sadis tersebut. Penemuan brankas dan barang bukti lainnya menjadi langkah penting dalam proses penyelidikan kasus ini.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











