My WordPress Blog

Ahmad Sahroni Kembali Jadi Wakil Ketua Komisi III DPR, Tetangga Buka Suara Soal Sifatnya

Pandangan Berbeda dari Tetangga Ahmad Sahroni

Ahmad Sahroni, anggota DPR RI yang kembali menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III setelah disahkan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), menuai berbagai reaksi dari masyarakat. Beberapa warga sekitar mengungkapkan pandangan yang berbeda dari kebanyakan orang yang mengenalnya. Mereka menyebut bahwa ia bukanlah orang sombong dan sangat dermawan.

Sebagai tokoh masyarakat di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ahmad Sahroni dikenal peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Ia sering mengadakan kegiatan sosial seperti berbagi ke anak yatim piatu, terutama saat bulan Ramadan. Selain itu, ia juga rutin membagikan sedikit rezekinya kepada warga setiap hari Jumat.

Tetangga sekaligus Ketua RW 9 Kebon Bawang, Eka Kurniawan, mengatakan bahwa selama menjabat, Ahmad Sahroni dikenal vokal dalam isu-isu penegakan hukum, pemberantasan narkotika, serta pengawasan terhadap aparat penegak hukum. Ia berharap kehadiran Sahroni kembali dapat memperkuat fungsi kontrol parlemen terhadap mitra Komisi III.

“Pak Sahroni bukan orang sombong, dia bersedia meluangkan waktu untuk ngobrol bersama warga, saya menilai keberpihakannya sangat kuat kepada masyarakat,” ujar Eka.

Kemampuan Mengawal Kasus

Menurut Eka, saat masih menjabat sebagai wakil ketua Komisi III DPR RI, Sahroni selalu mengawal kasus-kasus yang menjadi perhatian publik. Misalnya, dalam kasus pembunuhan berencana yang melibatkan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Sahroni mendesak agar jenderal bintang dua itu diperlihatkan ke publik. Pada masa itu, publik menuntut transparansi penanganan karena besarnya kecurigaan masyarakat.

Eka juga heran dengan banyaknya orang yang menjatuhkan nama baik Ahmad Sahroni di media sosial. “Mereka tidak mengenal Pak Sahroni,” katanya.

Saunah, tetangga Sahroni di RT 1 RW 9, Kebon Bawang, mengatakan bahwa Ahmad Sahroni merupakan orang yang jujur dan sangat dermawan. “Dia banyak terlibat dalam membangun lingkungan,” katanya.

Penyesalan dan Perubahan Gaya Komunikasi

Sebelumnya, Ahmad Sahroni telah menyatakan dirinya menyesal atas peristiwa yang terjadi. Rumahnya sempat dijarah massa pada Sabtu (30/8/2025) sore. Penjarahan ini buntut dari ucapannya tentang ‘orang tolol sedunia’ saat menanggapi demo masyarakat terhadap DPR RI.

Setelah rumahnya di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara dijarah massa yang ngamuk atas ucapannya, Ahmad Sahroni belum muncul ke hadapan publik. Namun, kabar terbaru menyebut bahwa ia akan segera muncul di hadapan publik dengan gaya komunikasi yang lebih baik lagi.

Ferry Irwandi, influencer yang dikabarkan baru saja berkomunikasi dengan Ahmad Sahroni, menyampaikan bahwa politikus Partai NasDem itu merasa harus ada yang dievaluasi dan diubah dari gaya komunikasi publiknya. “Dia tahu ternyata memang waktu itu tidak peka dalam keadaan seperti itu. Ke depan dia mau mengubah itu,” kata Ferry.

Ahmad Sahroni juga mengaku sudah ikhlas dengan penjarahan yang terjadi di rumahnya beberapa waktu lalu. “Urusan penjarahan, dia (Ahmad Sahroni) sudah mengikhlaskan apa yang terjadi dan semoga menjadi pelajaran buat pejabat publik dan masyarakat,” ujar Ferry.

Kembalinya Ahmad Sahroni ke Publik

Ahmad Sahroni sendiri sempat muncul perdana secara virtual melalui sebuah rekaman video pada Sabtu (20/9/2025). Kemunculan Ahmad Sahroni secara virtual itu terjadi dalam Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang digelar di Yogyakarta.

Video munculnya Ahmad Sahroni ini diputar di layar besar dan diunggah oleh akun TikTok @fxharminanto. Dalam sambutannya, Sahroni menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir secara langsung di Munas IMI. Ia juga berharap Moreno Soeprapto dapat terpilih menjadi Ketua Umum.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *