My WordPress Blog

Kalah Lagi, Ketua KVU Agus Salim Minta Evaluasi Tomas Trucha

Evaluasi Kinerja Pelatih dan Pemain PSM Makassar

Rentetan hasil yang tidak memuaskan yang diraih oleh PSM Makassar sejak diarsiteki oleh Tomas Trucha telah memicu desakan untuk melakukan evaluasi terhadap pelatih dan beberapa pemain yang tampil buruk. Ketua Umum Komunitas VIP Utara (KVU), Muh Agus Salim, menegaskan bahwa manajemen PSM Makassar harus segera mengevaluasi kinerja pelatih dan pemain yang tidak maksimal.

Dari 13 laga yang telah dijalani, PSM hanya mampu mengumpulkan 14 poin dengan rincian empat kemenangan, dua imbang, dan tujuh kekalahan. Bahkan, klub tersebut sempat mengalami tujuh laga tanpa kemenangan. Kekalahan terbaru dari Persija Jakarta pada pekan ke-22 Super League 2025/2026 membuat PSM tertahan di posisi 13 klasemen dengan 23 poin, jauh dari target awal finish di lima besar.

Kekalahan 1-2 dari Persija Jakarta di Jakarta International Stadium (JIS) semakin memperparah situasi PSM Makassar. Kekalahan ini tidak hanya disebabkan oleh performa buruk tim, tetapi juga karena kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh para pemain, termasuk kiper Reza Arya Pratama yang sering melakukan blunder. Gol kemenangan Persija dicetak oleh Maxwell di menit 67 dari kesalahan penjaga gawang berusia 25 tahun tersebut.

Selain itu, koordinasi antar lini dalam tim PSM masih kurang optimal. Pemain asing yang direkrut juga belum memberikan kontribusi yang signifikan. Agus Salim menyatakan bahwa PSM Makassar seperti kehilangan karakternya sejak diarsiteki oleh Tomas Trucha. Pelatih asal Republik Ceko ini mengubah total pola dan gaya bermain Yuran Fernandes cs, yang berdampak cukup sistemik dalam organisasi dan gaya main PSM.

Agus berharap agar Laskar Ayam Jantan dari Timur segera bangkit dari keterpurukan ini. Ia berharap kekalahan dari Persija menjadi yang terakhir, sehingga PSM bisa merangkak naik ke papan atas klasemen.

Masalah dengan Sistem VAR

Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, menyampaikan kekecewaannya terhadap tidak berfungsinya Video Assistant Referee (VAR) saat melawan Persija Jakarta. Menurutnya, timnya diberitahu selama pemanasan bahwa ada masalah pada VAR. Perangkat pertandingan pun mencoba memperbaiki sistem tersebut sebelum kick off dimulai.

“Kita menunggu, menunggu dan hampir dimulai babak pertama, kita tak mendapatkan kabar, masih saja nihil informasi,” ujar Tomas Trucha saat konferensi pers usai pertandingan. “Sampai kita mendapat pengumuman di papan stadium (VAR tak berfungsi), kita sampaikan ke pemain.”

Tomas Trucha menilai bahwa ketidakhadiran VAR membuat laga berjalan berbeda. Bukan hanya bagi PSM Makassar, tetapi juga bagi Persija. Hal ini juga memengaruhi keputusan perangkat pertandingan dalam mengambil keputusan.

Ia mengingatkan kejadian di pertandingan PSM Makassar melawan Dewa United di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (14/2/2026). Saat itu, bek sayap kirinya Victor Luiz diganjar kartu merah setelah meninjau ulang VAR akibat tekel terhadap Ricky Kambuaya di menit 75. Padahal, kata dia, Victor Luiz tidak berniat mencederai Ricky Kambuaya.

Hal yang sama dilihatnya terjadi di laga PSM Makassar vs Persija. Banyak pelanggaran dilakukan tim lawan kepada anak asuhnya, tetapi tidak berujung kartu. Jika VAR ada, wasit bisa mengambil keputusan yang lebih adil.

“Jika ada VAR, tentu akan berbeda. Perangkat pertandingan bisa melihat dan menentukan keputusan yang bagus,” keluhnya. “Baru bisa kita lihat kejadian di hari ini, pertarungan dan duel yang terjadi, wasit bisa lihat dan VAR, bisa melihat ada insiden possible red card.”

Pelatih berpaspor Republik Ceko ini meminta penjelasan pihak terkait karena tidak berfungsinya VAR. Menurutnya, hal ini sangat penting, apalagi menyangkut fair play.

“Pada saat VAR itu sudah difungsikan sepak bola ini, seharusnya di setiap pertandingan, ada sembilan pertandingan setiap minggu, VAR harus berfungsi di sembilan pertandingan ini,” pintanya.


Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *