My WordPress Blog

Bernardo Tavares Buka Rahasia Pelaku Penghinaan Persijap Jepara

Persebaya Surabaya Kembali Terpuruk Akibat Kesalahan Antisipasi Set Piece

Persebaya Surabaya kembali menunjukkan kelemahan dalam menghadapi situasi bola mati saat bertandang ke markas Persijap Jepara. Hasilnya, mereka harus menerima kekalahan dengan skor 1-3 di Stadion Gelora Bumi Kartini pada pertandingan pekan ke-22 Super League 2025/2026. Kekalahan ini menambah daftar masalah yang terus menghantui tim asal Kota Pahlawan tersebut.

Pada laga tersebut, Persebaya Surabaya datang dengan target untuk membawa pulang poin. Namun, performa mereka jauh dari harapan. Aliran bola tidak berjalan mulus seperti biasanya, dan koordinasi lini belakang sering kali terlambat. Hal ini memberi ruang bagi Persijap Jepara untuk mengembangkan permainan secara efektif.

Persijap Jepara memanfaatkan celah yang muncul dari kesalahan elementer Persebaya Surabaya. Tiga gol berhasil menciptakan keunggulan besar bagi tuan rumah, sementara gol hiburan hanya lahir melalui penalti Bruno Moreira pada masa injury time. Meski begitu, gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan wajah Persebaya Surabaya yang sudah tertinggal terlalu jauh.

Setelah pertandingan, pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, secara terbuka mengungkapkan penilaian tentang performa anak asuhnya. Ia tidak mencari alasan, tetapi justru mengakui adanya banyak kesalahan mendasar yang dilakukan oleh timnya.

“Saya akan jujur, kami melakukan cukup banyak kesalahan. (Persijap) berhasil memanfaatkan peluang yang kami berikan. Itu tidak normal bagi kami, terutama kebobolan dari situasi transisi setelah kami kehilangan bola. Kami juga kebobolan dari situasi bola mati dan tendangan bebas,” ujar Tavares.

Masalah Berulang dalam Antisipasi Set Piece

Fokus utama dalam analisis ini adalah lemahnya antisipasi set piece yang kembali menghantui Persebaya Surabaya. Situasi bola mati dan tendangan bebas menjadi titik rapuh yang dimaksimalkan oleh Persijap Jepara dengan sangat baik. Masalah ini bukan terjadi sekali saja dalam laga tersebut. Pada pertandingan sebelumnya melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, lini pertahanan Persebaya Surabaya juga kebobolan dari skema serupa.

Pola berulang ini menjadi alarm serius bagi tim pelatih Green Force. Artinya, persoalan set piece bukan insiden tunggal, melainkan celah taktis yang terus dimanfaatkan lawan. Tavares mengakui bahwa catatan tersebut membuatnya frustrasi. Ia menyebut perbaikan dalam mengantisipasi bola mati kini menjadi fokus utama timnya.

“Jika dihitung, dalam dua pertandingan terakhir kami kebobolan empat gol dari situasi set piece. Itu menjadi fokus utama yang harus kami perbaiki. Padahal kami sudah melatih dan menganalisis situasi tersebut,” kata Tavares.

Dinamika Performa yang Tidak Konsisten

Secara kualitas permainan, Tavares menilai skuadnya sebenarnya mampu tampil lebih baik. Namun, ia tak menutup mata terhadap inkonsistensi ritme yang masih menghantui tim. “Hari ini kami tidak memainkan pertandingan terbaik. Saya rasa kami sebenarnya bisa bermain lebih baik. Tapi inilah sepak bola. Kadang kami tampil bagus, kadang tidak,” jelasnya.

Kekalahan dari Persijap Jepara juga memperlihatkan persoalan transisi bertahan yang belum solid. Saat kehilangan bola, reaksi pemain dinilai kurang cepat sehingga ruang kosong mudah dieksploitasi. Transisi negatif yang lambat membuat tekanan balik tak berjalan efektif, sehingga lawan pun leluasa membangun serangan dan memaksa lini belakang bekerja ekstra keras.

Di sisi lain, efektivitas Persijap menjadi pembeda signifikan dalam pertandingan tersebut. Setiap peluang yang lahir dari situasi bola mati mampu dikonversi menjadi ancaman nyata.

Evaluasi Menyeluruh dan Persiapan untuk Laga Berikutnya

Bagi Persebaya Surabaya, hasil ini bukan sekadar kehilangan tiga poin. Kekalahan ini menyentil harga diri sekaligus memaksa tim melakukan evaluasi menyeluruh. Waktu untuk meratapi hasil nyaris tak tersedia. Jadwal padat sudah menanti dan konsentrasi harus segera dialihkan ke laga berikutnya.

Persebaya Surabaya akan menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo pada Rabu (25/2). Laga tersebut menjadi momentum penting untuk membuktikan pembenahan sudah dilakukan. Tavares menegaskan timnya harus segera bangkit dan menatap ke depan. Ia ingin para pemain belajar dari kesalahan dan menunjukkan respons positif di pertandingan selanjutnya.

“Sekarang waktunya melihat ke depan, bersiap untuk laga berikutnya, dan kembali mencoba meraih kemenangan,” pungkasnya.

Duel kontra PSM tak hanya soal tiga poin, tetapi juga ujian mental bagi Green Force. Publik Surabaya tentu menunggu respons nyata setelah Persebaya Surabaya gagal antisipasi set piece dan dipermalukan Persijap Jepara. Jika pembenahan tak segera dilakukan, pola kebobolan dari bola mati bisa kembali terulang. Namun, jika evaluasi berjalan efektif, laga kandang nanti bisa menjadi titik balik kebangkitan Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *