My WordPress Blog

Dari Guru ke Pejabat: Profil Ifdal Rajak, Kabag Hukum Pemkab Halmahera Timur

Profil Ifdal Rajak, Kepala Bagian Hukum dan Organisasi Setda Kabupaten Halmahera Timur

Ifdal Rajak resmi dilantik sebagai Kepala Bagian Hukum dan Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Halmahera Timur. Ia adalah salah satu dari tujuh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PJPT) yang dilantik oleh Bupati Ubaid Yakub pada Senin, 12 Januari 2026 lalu.

Ifdal lahir di Bicoli, Kecamatan Maba Selatan, dan merupakan putra daerah Halmahera Timur yang memiliki perjalanan karier yang cukup menjanjikan dalam dunia birokrasi. Meski telah mengisi berbagai posisi penting, ia tetap menjalani kehidupan yang sederhana dan dekat dengan masyarakat.

Pendidikan Awal

Jenjang pendidikan Ifdal dimulai dari SD Negeri Bicoli, Kecamatan Maba Selatan. Ia kemudian melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 2 Maba hingga kelas 2 semester akhir, lalu pindah ke SMP Negeri 2 Kota Ternate saat kelas 3 pada tahun ajaran 1996–1997 hingga lulus.

Setelah itu, ia melanjutkan studi di SMA Negeri 5 Kota Ternate dan lulus pada tahun ajaran 1999–2000. Pendidikan tinggi Ifdal dilakukan di Universitas Khairun Ternate, Fakultas Hukum dengan konsentrasi Hukum Pidana. Meskipun sempat tertunda selama satu tahun, ia berhasil menyelesaikan studinya dan wisuda pada tahun 2004.

Pengalaman Organisasi

Selama masa kuliah, Ifdal aktif dalam berbagai organisasi. Ia tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Hukum. Ketua komisariat saat itu adalah Ilham Muhiddin, sedangkan ketua HMI Cabang terpilih adalah Idrus Maneke, SE, melalui Konfercab HMI tahun 2002 yang berlangsung cukup alot hingga tiga kali draw.

Ifdal juga aktif dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Khairun Ternate. Selain itu, ia pernah bercita-cita menjadi jurnalis. Setelah lulus kuliah, ia sempat magang di Tabloid Sinar Tenggara (Sinter) besutan Arifin Rada dan menjalankan aktivitas layaknya seorang jurnalis.

Namun, keinginannya untuk menjadi jurnalis harus terpaksa diubah setelah mendapat kabar duka dari kampung halaman karena kakeknya meninggal dunia. Ia harus kembali ke kampung halaman untuk melihat almarhum terakhir kalinya.

Perjalanan Karier Awal

Setelah kembali, salah satu gurunya di SMP Negeri 2 Maba, Ladudullah, menawarkan dirinya untuk mengajar karena sekolah tersebut kekurangan tenaga pendidik. Meski berasal dari Fakultas Hukum, ia menerima tawaran tersebut dan mengajar mata pelajaran Biologi selama kurang lebih empat tahun.

“Saya banyak terlibat dalam kegiatan sosial dan pernah mendirikan satu lembaga sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Maba Selatan,” kata Ifdal. Madrasah tersebut didirikan untuk memperkuat pemahaman agama anak-anak dan hingga kini masih berjalan di Desa Momole, Kecamatan Maba Selatan.

Terjun ke Politik dan CPNS

Pada 2009, Ifdal terjun ke dunia politik melalui Partai Pemuda Indonesia dan mengikuti verifikasi partai. Ia sempat mencalonkan diri sebagai calon legislatif namun belum berhasil. Ia juga pernah ke Jakarta mengikuti kegiatan dinas terkait koperasi karena saat itu memiliki koperasi sendiri.

Kesempatan menjadi CPNS datang pada 2010 setelah sang istri mengabarkan adanya pembukaan tes. Awalnya ia enggan mengikuti karena sudah terjun ke dunia politik. Namun atas dukungan istri dan orang tua, ia akhirnya mendaftar. Penerimaan berkas saat itu dipusatkan di RSUD Maba.

“Karena desakan dan bujukan istri, saya langsung melengkapi administrasi sebagai persyaratan tes CPNS. Orang tua juga memberi dukungan dengan alasan momen politik itu lima tahun sekali,” ujarnya.

Sebelumnya, ia bersama rekan-rekannya mendirikan LSM Ampera yang ikut melakukan pengawasan hasil tes CPNS di Bandung pada 2010. Ifdal mengikuti tes CPNS melalui kuota penyuluhan keluarga berencana. Informasi kelulusan saat itu masih diumumkan melalui radio, dan namanya dinyatakan lulus sebagai CPNS.

Ia mengaku sempat terdiam dan merenung, meyakini hal tersebut sebagai garis hidup yang telah direncanakan Allah SWT.

Perjalanan Karier

Tak lama kemudian, ia ditugaskan di Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup (DPLH) sebagai Koordinator Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup selama satu tahun. Selanjutnya, ia dipindahkan sebagai staf di Bagian Hukum dan Organisasi Sekretariat Daerah pada masa kepemimpinan Kepala Bagian Hukum Faissal Malik, SH, MH.

Pada 2012, Ifdal melanjutkan studi magister di Universitas Jayabaya Jakarta dan menyelesaikannya pada 2014. Sekembalinya ke Halmahera Timur, ia menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Peraturan Perundang-undangan selama kurang lebih enam hingga tujuh tahun.

“Kemudian pada 2016–2017 saya ditugaskan di Dinas Kominfo sebagai Kepala Bidang Persandian dan Statistik. Tidak lama kemudian dilantik sebagai Kepala Bidang Naker di Disnakertrans pada 2020,” katanya.

Selanjutnya pada 2023, ia dilantik sebagai Sekretaris Disnakertrans hingga 2025. Pada awal 2026, ia kembali dilantik sebagai Kepala Bagian Hukum dan Organisasi Setda Kabupaten Halmahera Timur.

Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *