Persebaya Surabaya Menghadapi Tantangan Tanpa Pemain Inti
Milos Raickovic, gelandang asal Montenegro yang menjadi bagian penting dari Persebaya Surabaya, harus menghadapi situasi sulit setelah dipastikan absen dalam pertandingan berikutnya akibat sanksi akumulasi kartu kuning. Dalam pesan singkatnya, Milos menyampaikan rasa terima kasih kepada Bonek, suporter setia Persebaya, yang selalu memberi dukungan tanpa henti.
“Terima kasih atas dukungan yang luar biasa! Kita melangkah maju bersama!” tulis Milos dengan nada penuh semangat. Pesan ini menunjukkan bahwa meskipun tidak bisa tampil di lapangan, Milos tetap hadir secara mental dan memberi energi bagi tim.
Absennya Milos memaksa Persebaya Surabaya melakukan penyesuaian signifikan menjelang laga pekan ke-20 melawan Bali United. Laga yang akan digelar pada Sabtu (7/2) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, menjadi tantangan berat bagi Green Force. Selain Milos, Persebaya juga kehilangan kapten tim Bruno Moreira yang mengalami sanksi serupa.
Kehilangan dua pemain inti membuat Persebaya Surabaya tampil pincang di kandang lawan. Dua pilar asing yang selama ini menjadi poros permainan terpaksa absen bersamaan di laga penting. Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengakui bahwa situasi tim sedang jauh dari ideal. Namun, ia memilih fokus pada pemain yang tersedia dan memaksimalkan potensi mereka.
Tavares menilai Bali United tetap menjadi lawan yang berbahaya meski baru saja menelan kekalahan. “Bali memiliki tim yang bagus. Karena mereka baru saja kalah, saya membayangkan mereka akan bermain sangat keras dan tangguh melawan kita,” ujarnya.
Selain masalah absensi pemain inti, faktor kebugaran juga menjadi perhatian besar. Persebaya Surabaya hanya memiliki waktu pemulihan lima hari sebelum laga, sementara Bali United menikmati masa istirahat lebih panjang. Bali United sudah bermain lebih awal pada Jumat (30/1), sehingga memiliki waktu pemulihan dua hari lebih lama dibandingkan Persebaya Surabaya.
Tavares tak menampik kondisi tersebut membuat persiapan menjadi lebih berat. “Situasi ini memang tidak menyenangkan. Sayangnya ada pemain yang tidak bisa tampil, sementara Bali punya waktu lebih banyak untuk memulihkan diri,” katanya.
Meski demikian, Tavares menolak larut dalam keluhan. Kehilangan pemain akibat sanksi atau cedera adalah bagian tak terpisahkan dari kompetisi panjang. Pelatih yang sukses membawa PSM Makassar menjuarai liga musim lalu itu menegaskan pentingnya adaptasi. Dia percaya kualitas tim tidak hanya bertumpu pada satu atau dua nama.
Kini fokus utama tim pelatih dialihkan pada pemulihan fisik pemain yang ada. Penyusunan strategi alternatif juga mulai dimatangkan untuk menutup lubang yang ditinggalkan Bruno dan Milos. Beberapa pemain lapis kedua berpeluang mendapat kesempatan lebih besar. Momentum ini sekaligus menjadi ajang pembuktian kedalaman skuad Persebaya Surabaya.
Tavares menekankan pentingnya kesiapan mental dan kolektivitas tim. Dia ingin para pemain tampil tanpa beban meski tekanan pertandingan cukup tinggi. “Tujuan kita sekarang adalah memulihkan pemain dan melihat siapa yang paling siap,” ujarnya. Dia menegaskan tim akan berangkat dengan rencana yang jelas dan realistis.
Pelatih berusia 45 tahun itu juga menaruh harapan besar pada semangat juang pemain. Menurut dia, determinasi sering kali menjadi pembeda di laga-laga sulit. “Mari kita persiapkan rencana yang matang untuk mencoba memainkan pertandingan yang hebat di sana,” ucap dia. Tavares sadar laga di Bali tidak akan mudah bagi siapa pun.
Di tengah segala keterbatasan, pesan Milos Raickovic menjadi penguat moral tersendiri bagi tim dan suporter. Terima kasih Bonek bukan sekadar ucapan, melainkan simbol kebersamaan Persebaya Surabaya menghadapi badai. Persebaya Surabaya kini dituntut membuktikan karakter sebagai tim besar. Dengan atau tanpa pemain inti, semangat kolektif dan dukungan Bonek tetap menjadi napas utama Green Force.










