Kunjungan Hasto Kristiyanto di Samarinda: Lari Pagi sebagai Bentuk Evaluasi Peradaban Kota
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, melakukan kunjungan ke Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Kali ini, ia tidak hanya menyampaikan pidato politik formal, tetapi juga melibatkan diri dalam aktivitas lari pagi sejauh 5 kilometer bersama komunitas anak muda.
Meskipun mengaku sedang dalam kondisi fisik yang kurang prima akibat cedera ringan pada paha, Hasto tampak antusias dan aktif selama perjalanan. Ia menyusuri berbagai sudut kota, termasuk jalan-jalan utama dan area publik yang menunjukkan perkembangan infrastruktur.
Hasto memberikan perhatian khusus pada detail pembangunan fasilitas publik, seperti trotoar dan drainase. Menurutnya, hal-hal tersebut mencerminkan keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil. “Pagi ini kami lari bukan sekadar mencari keringat, tapi melihat bagaimana peradaban kota tumbuh. Jika trotoarnya sudah bagus dan nyaman bagi pejalan kaki, itu adalah ciri kemanusiaan dihargai,” ujar Hasto.
Rute Lari Pagi dan Apresiasi Terhadap Kinerja Wali Kota
Perjalanan dimulai dari Jalan Perniagaan, dengan didampingi tokoh muda Erwin Avietta dan Cintya Labetta. Rute yang ditempuh mencakup titik-titik vital, mulai dari kawasan Teras Samarinda, depan Kantor Gubernur Kaltim, hingga berakhir di pusat perbelanjaan Citra Niaga.
Hasto secara terbuka memberikan apresiasi terhadap kinerja Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Ia menilai perubahan signifikan pada drainase, trotoar, dan kebersihan kota merupakan bukti nyata dari visi kepemimpinan yang tepat. “Saya melihat sendiri kemajuan kota setelah dipimpin Wali Kota sekarang. Keberhasilan menata kota ini adalah bukti kepemimpinan yang bervisi kerakyatan,” tegas Hasto.
Lari pagi ini terasa bukan seperti biasa, karena sarat muatan politik. Nama politikus Samarinda, Andi Harun, disebut langsung oleh Sekjen PDIP. Meski PDIP memang salah satu pengusung utama Andi Harun di Pilkada 2024 saat berpasangan dengan politisi NasDem, Saefuddin Zuhri.
Isu Pilkada 2029 dan Strategi PDIP Kaltim
Andi Harun, yang masih berstatus kader Gerindra, diisukan akan maju ke ‘KT 1’ pada Pilakda 2029 mendatang. Banyak partai berminat untuk mengusung politikus ini di Pilkada 2029 karena banyak membawa perubahan positif sejak memimpin Kota Tepian.
Namun, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Kaltim merespons tak ingin buru-buru menetapkan siapa figur yang akan diusung pada Pilkada 2029 mendatang. Sekretaris DPD PDIP Kaltim, Ananda Emira Moeis, menyebut pihaknya tengah fokus pada proses penyiapan kader.
Menurut perempuan yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kaltim ini, PDIP tidak ingin hanya menjadi pengusung. Tapu juga ingin memastikan kader internal mampu tampil sebagai calon kuat di berbagai level Pilkada, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. “Nanti mengusung kader untuk Pilkada, ya kita harus berusaha seperti itu. Makanya persiapannya dari jauh-jauh hari.”
Pembinaan Kader dan Persiapan Jangka Panjang
Ananda Moeis menekankan bahwa PDIP tidak lagi ingin bergantung pada kandidat dari luar partai. Masih ada waktu menuju Pilkada berikutnya, sehingga proses pembinaan kader terus berlangsung. Menurutnya, pembinaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk memperkuat kapasitas kader yang berpotensi maju.
Mulai dari kemampuan komunikasi politik, pemahaman isu daerah, hingga kedekatan dengan masyarakat. PDIP Kaltim yang memiliki basis kader cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah dari Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, hingga Kutai Barat dan Mahulu mestinya memungkinkan jika maju dalam kontestasi elektoral.
Strategi ini merupakan bagian dari konsolidasi internal agar partai tetap solid dan relevan. “Siapa yang mau maju baik di provinsi maupun kabupaten/kota, ya kan? Kita poles dulu. Kita percantik, kita siapkan supaya bisa maju nanti Pilkada, Cikal bakalnya sudah ada. Bisa siapa pun. Belum ada yang final, tapi kita punya banyak kader.”
Persiapan dan Syarat untuk Calon Pilkada
Ia juga menyebut bahwa hingga saat ini belum ada nama yang diputuskan untuk menjadi calon resmi, semua kader berada dalam daftar pembinaan dan evaluasi partai. Patut diingat ketentuan resmi biasanya dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP), serta ada syarat moral dan etika yang wajib dipenuhi oleh siapapun yang ingin maju.
“Kalau syarat, biasanya dari DPP nanti ada, tapi yang pasti kita persiapan dulu. Kader yang mau maju itu harus rajin turun ke bawah, rajin mendengarkan keluhan masyarakat, dan rajin merangkul. Yang penting sekarang, kita kerja dulu. Kita turun ke masyarakat dulu,” jelasnya.
Dengan memoles kader sejak awal, gerak cepat PDIP Kaltim menyiratkan tanda partai tengah membangun fondasi politik jangka panjang di daerah. Dinamika politik yang semakin kompetitif, tentu PDIP ingin memastikan peluang untuk mencetak kader untuk maju kepala daerah dan legislator tetap terbuka lebar.
“PDIP berharap menghasilkan calon yang tidak sekadar populer, tapi juga teruji secara organisasi dan memiliki rekam jejak kedekatan dengan warga atau rakyat,” tandas Ananda Moeis.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











