Hari ke-7 Longsor Cisarua: 60 Jenazah Dievakuasi, 20 Korban Masih Hilang
Memasuki hari ke-7 tragedi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, sebanyak 60 jenazah telah berhasil dievakuasi dari berbagai titik lokasi. Namun, masih ada 20 korban yang belum ditemukan dan tercatat hilang.
Longsor terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari, melanda tiga kampung di Desa Pasirlangu. Peristiwa ini merupakan pergeseran massa tanah, batuan, atau material lainnya dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Biasanya, longsor dipicu oleh hujan lebat, erosi, gempa, atau kondisi tanah yang tidak stabil.
Cuaca Ekstrem Hambat Pencarian
Meskipun ribuan personel SAR gabungan telah dikerahkan, proses pencarian 20 korban yang masih hilang tetap menghadapi tantangan besar. Cuaca ekstrem seperti hujan deras dan kabut tebal sering kali memaksa petugas menghentikan operasi sementara demi menjaga keselamatan.
“Pencarian memang belum maksimal karena kondisi cuaca dan medan yang menantang,” ujar Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mochamad Syafii, dalam rilisnya. Ia juga menyampaikan bahwa BNPB sedang melakukan modifikasi cuaca untuk mendukung kelancaran operasi pencarian.
Teknologi Canggih dan Ribuan Personel Diterjunkan
Untuk mempercepat proses pencarian, pemerintah mengerahkan alutsista canggih dan ribuan personel. Operasi ini melibatkan 5 helikopter, pesawat pemantau, anjing K-9, belasan alat berat, serta 22 unit drone untuk memetakan titik koordinat korban.
Lebih dari 3.000 petugas terlatih dan relawan bahu-membahu menyisir tiga kampung yang tersapu longsor sejak Sabtu lalu. “Mohon doa dari semua pihak agar operasi dapat dilaksanakan dengan lebih baik dan korban segera ditemukan,” harap Syafii.
Data Terbaru dan Proses Identifikasi
Berdasarkan data Posko Komando, dari 158 warga terdampak langsung, 78 orang dinyatakan selamat, sementara 80 lainnya dilaporkan hilang pasca-bencana. Hingga Minggu siang, tim SAR gabungan telah mengumpulkan sebanyak 16 kantong jenazah dari lokasi longsor di wilayah Cisarua.
Proses evakuasi dan penanganan korban dilakukan secara hati-hati mengingat kondisi tanah yang masih labil serta cuaca yang kerap berubah. Lokasi penampungan dan pemeriksaan post-mortem berada di Pos DVI yang dikelola oleh tim beranggotakan 18 personel, dipimpin Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jabar Kombes Pol Irwansyah.
Momen Pilu: Keluarga Ditemukan Berpelukan
Momen yang sangat menyentuh terjadi saat petugas penyelamatan menemukan tiga korban longsor Cisarua di sektor B Dusun Pasir Kuda, Desa Pasirlangu. Ketiga korban diduga merupakan satu keluarga, terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Pilunya, mereka ditemukan dalam posisi saling berpelukan.
Korban ditemukan tertimbun material longsor di dalam rumah yang runtuh. Ketiga jenazah langsung dievakuasi ke Pos DVI Polda Jawa Barat di Puskesmas Pasirlangu untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut sesuai prosedur forensik.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyampaikan duka mendalam atas temuan tersebut. Ia mengungkapkan, dari satu keluarga yang ditemukan berangkulan itu, dua jenazah telah berhasil diidentifikasi.
Upaya Pencarian Terus Dilanjutkan
Pencarian korban lainnya masih terus dilakukan dengan melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat. Alat berat dan metode manual digunakan secara bergantian untuk meminimalkan risiko bagi petugas.
Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan tenaga medis guna memastikan proses evakuasi, identifikasi, dan penyerahan jenazah kepada keluarga berjalan dengan layak dan bermartabat.
Peringatan akan Kerentanan Wilayah
Bencana longsor di Cisarua ini kembali mengingatkan akan tingginya kerentanan kawasan perbukitan Bandung Barat terhadap pergerakan tanah, terutama saat curah hujan tinggi. Di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung, kisah satu keluarga yang ditemukan dalam dekapan terakhir mereka menjadi simbol duka mendalam sekaligus peringatan akan pentingnya mitigasi bencana di wilayah rawan longsor.











