Sosok Alm Salim di Mata Keluarga
Sosok Alm Salim Sayyid Mengga dikenang oleh keluarga dan masyarakat luas sebagai sosok yang penuh makna. Dari sisi kehidupan pribadi hingga pengabdian dalam dunia politik, ia meninggalkan kesan mendalam yang sulit terlupakan.
Sosok Humoris
Salim dikenal memiliki sifat humoris yang khas. Ia sering melontarkan lelucon cerdas dan satir yang disebut mirip dengan gaya buku “Mati Ketawa Cara Rusia.” Hal ini tidak hanya membuat suasana menjadi lebih ringan, tetapi juga menunjukkan sisi lain dari seorang jenderal tegas.
Ibrahim Musawa, adik dari Irjen Pol (Purn) M Naufal Yahya yang merupakan menantu almarhum, mengungkapkan bahwa di balik ketegasannya, Salim memiliki sisi hangat dan humoris. Ia sering mengajak keluarga bercanda dan memberikan jokes-jokes yang kreatif. Bahkan, ia sering menggunakan analogi-analogi yang menarik untuk menjelaskan berbagai hal.
Namun, meskipun humoris, nilai-nilai disiplin sebagai prajurit tetap menjadi pondasi utama dalam hidupnya. Salim dikenal sangat ketat soal waktu dan ketertiban, serta menekankan kejujuran dan keikhlasan dalam bekerja. Ia selalu menasihati keluarga untuk bersosialisasi dengan baik dan terus berbagi kepada sesama manusia.
Disiplin Tinggi
Salim memegang teguh prinsip kejujuran dan keikhlasan dalam segala tindakannya. Ia tidak hanya menjadikan hal ini sebagai pedoman hidupnya sendiri, tetapi juga mewariskan nilai-nilai tersebut kepada anak dan cucunya.
Dalam kehidupan sehari-hari, ia sangat memperhatikan waktu dan kepatuhan terhadap aturan. Hal ini mencerminkan latar belakang militernya yang kuat. Sejak awal karier militer, ia telah menunjukkan sikap disiplin yang luar biasa, mulai dari jabatan Komandan Peleton Kavaleri Yonkav 10 Kodam XIV Hasanuddin pada 1975 hingga kemudian berkiprah di dunia politik.
Pesan Terakhir
Sebelum wafat, Salim sempat menitipkan pesan penting kepada keluarga. Ia berharap agar keluarga tetap menjaga keharmonisan dan tetap peduli terhadap lingkungan sekitar serta masyarakat Sulbar. Kepergian Salim menyisakan duka mendalam bagi seluruh pihak, termasuk masyarakat Sulawesi Barat yang sangat menghormati perannya sebagai tokoh yang berkontribusi besar bagi daerah dan bangsa.
Karier Politik dan Militer
Salim Sayyid Mengga lahir pada 24 September 1951 dan meninggal pada 31 Januari 2026. Ia adalah purnawirawan TNI Angkatan Darat sekaligus politisi asal Sulawesi Barat.
Karier militernya dimulai setelah lulus Akabri Kavaleri tahun 1974. Pangkat terakhirnya adalah Mayor Jenderal, dengan jabatan puncak sebagai Panglima Kodam XV/Pattimura. Ia juga menempuh berbagai pendidikan militer, termasuk Lemhanas pada 2001, dan dikenal satu angkatan dengan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam dunia politik, Salim pernah menjadi Anggota DPR RI periode 2009–2014, sebelum terpilih sebagai Wakil Gubernur Sulbar periode 2025–2030 mendampingi Suhardi Duka. Pasangan ini memenangkan Pilkada Sulbar 2024 dengan 337.512 suara atau 46,18 persen, dan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.

Upacara Penghormatan
Kepergian Salim menyisakan duka mendalam. Jenazahnya rencananya akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada Minggu (1/2/2026).
Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, mengajak seluruh umat Islam di Sulawesi Barat untuk melaksanakan shalat gaib dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir atas wafatnya Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga.
Ini juga menindaklanjuti arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka agar memberikan doa atas wafatnya Wagub Salim S Mengga. Shalat gaib dan doa bersama diharapkan dapat dilaksanakan secara serentak di masjid dan mushalla masing-masing setelah shalat fardu, pada rentang waktu Minggu hingga Selasa, 1-3 Februari 2026.











