Percepatan Pembangunan di Sulawesi Utara Memasuki Tahap Baru
Percepatan pembangunan di Sulawesi Utara (Sulut) kini memasuki babak baru dengan hadirnya Tim Khusus (Timsus) Gubernur Percepatan Pembangunan. Tim ini memiliki peran penting sebagai katalisator, bukan penghambat kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Timsus dibentuk untuk menjembatani usulan daerah agar lebih cepat terealisasi di tingkat kementerian dan lembaga pusat.
Sekretaris Timsus Gubernur, Ivanry Matu, menjelaskan bahwa kolaborasi adalah kunci keberhasilan dalam percepatan pembangunan. Dengan beban kerja OPD yang tinggi, Timsus hadir untuk memberikan pendampingan intensif agar usulan pembangunan tidak tertahan di meja birokrasi Jakarta. Tim bersama OPD saling bersinergi dalam update data dan progres.
“OPD terbatas dengan rutinitas di daerah, sehingga perlu dukungan agar program-program prioritas Gubernur untuk rakyat bisa diurus lebih optimal,” ujar Ivanry pada Minggu (25/1/2026).
Tanggung Jawab Tanpa Alokasi APBD
Menanggapi isu miring terkait beban anggaran, Ivanry menyebut bahwa tim ini justru bekerja secara sukarela demi kemajuan daerah. Ia menegaskan tidak ada alokasi APBD untuk menggaji personel tim. “Meskipun tidak digaji, sebagai putra-putri Sulut sudah menjadi keharusan kami untuk memberi diri dalam pembangunan Sulawesi Utara,” katanya.
Lebih jauh, ia menyebut kehadiran tim ini merupakan langkah efisiensi nyata bagi keuangan daerah. “Justru Timsus ini mengefisiensi anggaran perjalanan dinas OPD ke Jakarta. Kalau dibilang pemborosan, malah sebaliknya,” tegas Ivanry.
Koordinasi Lintas Sektoral
Timsus Gubernur tidak membuang waktu. Sesaat setelah menerima Surat Keputusan (SK), koordinasi lintas sektoral langsung dilakukan. “Hari pertama menerima SK, selang 10 menit kemudian kami langsung menggelar rapat di Wisma Negara Rudis Gubernur bersama Sekprov, Bappeda, dan BKAD sebagai OPD strategis,” ungkapnya.
Kerja keras ini pun mulai membuahkan hasil. Koordinasi yang dilakukan sebelum tim resmi terbentuk telah berhasil mendongkrak alokasi anggaran pusat untuk Sulut di beberapa sektor. “Kami memiliki data yang bisa ditelusuri di beberapa OPD terkait peningkatan alokasi tersebut,” tambahnya.
Proyek Strategis Nasional dan Prioritas Daerah
Timsus memiliki tanggung jawab besar mengawal sederet proyek strategis nasional (PSN) dan prioritas daerah yang akan mengubah wajah Sulut, di antaranya:
- Jalan Tol Manado – Amurang & Jembatan Pulau Lembeh.
- Jalur Kereta Api Sulawesi & Lanjutan Ring Road 3.
- Pembangunan Sekolah Rakyat, SMA Unggulan, dan Universitas di Bolaang Mongondow.
- Revitalisasi Stadion Klabat, Sport Center, dan Normalisasi Banjir Manado.
- Akses listrik 24 jam desa terpencil serta Bandara Miangas.
Jalan tol adalah jalan bebas hambatan berbayar yang dirancang khusus untuk kendaraan roda empat atau lebih, bertujuan mempercepat waktu tempuh dan meningkatkan efisiensi mobilitas. Infrastruktur ini dikelola secara profesional untuk memisahkan lalu lintas cepat tanpa persimpangan sebidang, dengan pengoperasian yang diatur oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
Optimisme dan Dukungan Masyarakat
Menyadari tantangan besar di depan mata, Ivanry mengajak masyarakat untuk tetap optimistis dan memberikan dukungan positif. Terkait riuh rendah di jagat maya, ia memilih untuk tetap fokus pada hasil kerja nyata. “Pro-kontra di media sosial itu biasa. Untuk saat ini kami fokus bekerja saja, karena ada tugas yang jauh lebih penting untuk Sulut,” ucapnya.
Ivanry meyakini bahwa jaringan kuat yang dimiliki personel Timsus di level nasional akan menjadi daya tawar tinggi bagi Sulut. “Tim kami memang kecil, tapi memiliki personel dengan kapasitas dan jaringan yang kuat,” tutupnya.
Ia mengharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan ide-ide konstruktif.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











