My WordPress Blog

Garut Hebat, Mantan Bupati Beri Pujian! Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Syakur–Putri

Refleksi Kritis di Studio Podcast Media Garut 60 Detik

Di tengah suasana yang berbeda dari biasanya, Studio Podcast Media Garut 60 Detik menjadi tempat berkumpulnya tiga tokoh dengan latar belakang dan perspektif kuat. Mereka adalah Mantan Bupati Garut dua periode, Rudy Gunawan; pemerhati kebijakan publik, Dudi Supriyadi; serta Direktur Garut Institute, Ricky Priyatno. Ketiganya duduk dalam satu ruangan untuk membahas satu topik utama: Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Garut Abdusy Syakur Amin – L. Putri Karlina.

Podcast ini tidak hanya menjadi ajang bincang ringan, tetapi juga menjadi ruang muhasabah publik—bukan untuk menghakimi, melainkan mengevaluasi sejauh mana janji dan visi kepemimpinan baru mulai menjelma menjadi kinerja nyata di lapangan.

Peran Masyarakat dalam Mengawal Pemerintahan

Ricky Priyatno memulai diskusi dengan menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengawal pemerintahan. Menurutnya, evaluasi satu tahun kepemimpinan harus berangkat dari tagline yang diusung: “Garut Hebat.”

“Hebat itu berarti luar biasa, unggulan, dan istimewa. Pertanyaannya, sejauh mana makna itu tercermin dalam indikator pembangunan?” ujar Ricky.

Ia menyoroti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Garut yang memang menunjukkan peningkatan, namun dinilai belum signifikan. Hal serupa terjadi pada pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja—ada tren naik, tetapi belum cukup kuat untuk disebut lompatan. Ricky mencatat, fokus pemerintah daerah dalam satu tahun terakhir terlihat pada pembangunan infrastruktur jalan serta upaya perbaikan layanan publik. Namun, ia menegaskan masih terdapat pekerjaan rumah besar, terutama pada sektor IPM yang menjadi fondasi kualitas hidup masyarakat.

Evaluasi Kinerja Kepemimpinan Berdasarkan UU

Sementara itu, Dudi Supriyadi menyoroti aspek tata kelola dan kewajiban konstitusional kepala daerah. Ia merujuk pada UU Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 69 hingga 71, yang mewajibkan kepala daerah menyampaikan pertanggungjawaban kinerja tahunan melalui mekanisme RKPD dan DPRD.

“Forum DPRD seharusnya menjadi ruang kritik dan saran yang substansial, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.

Dudi juga menyinggung tagline Garut Hebat dan konsep pembangunan berkelanjutan yang diusung Syakur–Putri. Meski persentase penduduk miskin Garut tercatat menurun menjadi 9,36 persen, ia menilai capaian tersebut belum memenuhi target yang direncanakan. Lebih jauh, Dudi mengulas delapan visi dalam RPJMD yang tertuang dalam Perda Nomor 3 Tahun 2025, mulai dari pembangunan SDM, pendidikan, kesehatan, hingga pengentasan kemiskinan. Catatan paling krusial, menurutnya, ada pada sektor pendidikan—di mana masih banyak ditemukan ruang kelas rusak, baik ringan maupun berat, dari jenjang PAUD hingga SMP.

Pandangan Struktural dari Mantan Bupati

Pandangan lebih struktural disampaikan oleh Rudy Gunawan. Mantan Bupati Garut dua periode ini menegaskan bahwa kehadirannya di podcast tersebut bukan sebagai politisi, melainkan sebagai ahli hukum dan praktisi pemerintahan yang berbicara secara empiris.

“Secara objektif, kinerja kepala daerah di tahun pertama memang belum bisa terlihat signifikan, karena ketika Syakur–Putri dilantik, APBD 2025 sudah tersedia dan bukan disusun oleh mereka,” jelas Rudy.

Ia menambahkan bahwa perubahan anggaran pada 2025 bersifat terbatas dan tidak mencerminkan visi-misi kepemimpinan baru secara utuh. Menurut Rudy, tahun kunci justru ada pada 2026, ketika APBD sepenuhnya disusun berdasarkan RPJMD Perda Nomor 3 Tahun 2025.

“Di situlah visi-misi Syakur–Putri periode 2025–2030 akan benar-benar diuji. APBD 2026 adalah cermin arah kepemimpinan mereka,” katanya.

Rudy menekankan bahwa realisasi visi Garut Hebat akan sangat ditentukan oleh sinergi teknokratik antara Bupati dan Wakil Bupati, 50 anggota DPRD, Sekda, serta seluruh perangkat daerah.

Kritik, Data, dan Pengalaman Bertemu

Podcast Media Garut 60 Detik kali ini bukan sekadar ruang dialog, melainkan potret demokrasi lokal yang hidup—tempat kritik, data, dan pengalaman bertemu. Refleksi satu tahun ini menjadi penanda awal: publik Garut kini menatap 2026 dengan satu pertanyaan besar—apakah “Garut Hebat” akan berhenti sebagai slogan, atau benar-benar menjelma sebagai kenyataan?


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *