Polemik Ijazah Presiden Joko Widodo Kembali Memanas
Polemik terkait ijazah Presiden Joko Widodo kembali memicu perdebatan di tengah masyarakat. Kali ini, Brigjen Pol (Purn) Siswandi menantang Roy Suryo untuk membuktikan tuduhannya melalui ritual sumpah pocong. Ia bahkan menyatakan siap menanggung biaya ritual tersebut sebagai bentuk keseriusan dalam menghadapi isu yang terus bergulir.
- Isu ijazah palsu Presiden Jokowi hingga kini nampaknya belum akan usai dalam waktu dekat.
- Brigjen Pol (Purn) Siswandi secara terbuka menantang Roy Suryo melakukan sumpah pocong, tradisi yang diyakini memiliki konsekuensi spiritual berat bagi pihak yang berbohong.
- Ia menegaskan akan hadir langsung dan ikut menanggung biaya jika sumpah tersebut benar-benar digelar.
Siswandi juga meragukan kapabilitas Roy Suryo dalam menyebut ijazah Presiden Jokowi palsu. Menurutnya, Roy belum pernah melihat dokumen asli yang dipersoalkan. Dalam pernyataannya, mantan jenderal bintang satu Polri itu secara lugas menantang Roy Suryo untuk membuktikan kebenaran tuduhannya melalui sumpah pocong sebuah tradisi yang diyakini memiliki konsekuensi spiritual berat bagi pihak yang berbohong.
“Berani enggak, ayo Mas Roy sumpah pocong. Anda kan hebat, keras ngelawan,” kata Siswandi, dikutip dari tayangan YouTube Rasis Infotainment, Kamis (22/1/2026). Ia bahkan menegaskan akan hadir langsung jika sumpah tersebut benar-benar dilaksanakan.
“Saya akan datang kalau anda sumpah pocong. Saya akan nyumbang anggaran secukupnya untuk melaksanakan sumpah pocong,” imbuhnya.
Pernyataan ini langsung menyedot perhatian publik, mengingat sumpah pocong kerap dipandang sebagai langkah terakhir dalam menyelesaikan konflik kepercayaan.
Pertanyakan Kapabilitas Roy Suryo
Menurut Siswandi, Roy Suryo tidak memiliki kapabilitas untuk menyatakan ijazah Jokowi palsu. Ia menilai tudingan tersebut tidak berdasar karena Roy Suryo, kata dia, belum pernah melihat secara langsung ijazah yang dipersoalkan.
“Ngelihat megangnya belum kok sudah bilang palsu. Apa hebatnya dia,” ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan keraguan Siswandi terhadap klaim Roy Suryo yang selama ini disampaikan ke publik.
Tuntutan Pembuktian atas Tuduhan
Siswandi menekankan bahwa setiap tudingan harus disertai pembuktian yang jelas. Menurutnya, siapa pun yang menyebut suatu dokumen palsu wajib menghadirkan bukti konkret, bukan sekadar asumsi atau opini.
“Setiap orang yang mengatakan itu palsu, bukikan,” tuturnya. Ia menilai bahwa tuduhan tanpa dasar hanya akan memperpanjang polemik dan menyesatkan opini publik.
Pernyataan Tegas dari Rektor UGM
Lebih lanjut, Siswandi mengingatkan bahwa pihak yang paling berwenang dalam menerbitkan ijazah telah menyampaikan pernyataan resmi. Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Ova Emilia, disebut telah menegaskan bahwa ijazah Jokowi adalah asli.
“Rektor yang mengeluarkan aja bilang asli. Anda nggak ada urusannya bilang palsu. Apa kapabilitas anda?” kata dia. Menurut Siswandi, pernyataan resmi dari pihak kampus seharusnya menjadi rujukan utama dalam menilai keabsahan dokumen tersebut.
Saran Religius: Salat Tobat dan Tahajud
Tak hanya menantang, Siswandi juga menyampaikan saran bernuansa religius kepada Roy Suryo. Ia menyarankan agar Roy Suryo memperbanyak ibadah untuk memperoleh ketenangan dan pencerahan batin.
“Saya sarankan anda salat tahajud agar dikasih pencerahan. Salat tobat, salat tahajud silakan,” pungkasnya. Ucapan ini menutup pernyataan Siswandi dengan nada yang menekankan introspeksi spiritual di tengah panasnya perdebatan.
Polemik Ijazah Jokowi yang Tak Kunjung Usai
Kasus ijazah Jokowi merupakan polemik publik yang menuduh Presiden ke-7 RI menggunakan ijazah palsu. Isu ini pertama kali mencuat pada 2022 dan terus bergulir hingga kini, meskipun Jokowi dan pihak kampus terkait telah berulang kali menegaskan keaslian ijazah tersebut.
Makna Sumpah Pocong dalam Tradisi
Sumpah pocong dikenal sebagai tradisi di kalangan masyarakat Jawa yang beragama Islam untuk membuktikan kebenaran atas suatu tuduhan. Prosesi ini dilakukan dengan cara membungkus diri menggunakan kain kafan layaknya jenazah, lalu bersumpah atas nama Tuhan dengan keyakinan akan menerima hukuman atau laknat jika terbukti berbohong.
Tradisi ini sering digunakan sebagai jalan penyelesaian sengketa, krisis kecurigaan, atau ketidakpercayaan yang tidak kunjung menemukan titik temu melalui jalur biasa.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











