Regulasi Baru Registrasi Kartu SIM dengan Prinsip KYC Berbasis Biometrik
Pemerintah telah menetapkan aturan baru terkait registrasi kartu SIM melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Permen Komdigi) Nomor 7 Tahun 2026. Aturan ini bertujuan untuk mengubah total sistem registrasi kartu SIM di Indonesia, dengan fokus pada prinsip Know Your Customer (KYC) berbasis biometrik.
Aturan ini memperkuat penggunaan data biometrik seperti pengenalan wajah sebagai bagian dari proses registrasi. Hal ini dilakukan untuk mempersempit ruang penipuan digital, penyalahgunaan identitas, serta kejahatan siber yang sering dimanfaatkan oleh nomor seluler anonim.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan bahwa registrasi kartu SIM kini menjadi instrumen perlindungan masyarakat di ruang digital, bukan sekadar prosedur administratif. Setiap nomor seluler harus dapat dipertanggungjawabkan secara jelas kepada pemilik identitas yang sah.
Berikut adalah 12 poin utama dalam aturan baru registrasi kartu SIM:
-
Registrasi wajib menggunakan prinsip KYC berbasis biometrik
Seluruh operator wajib menerapkan prinsip KYC dengan memanfaatkan teknologi biometrik, khususnya pengenalan wajah. Operator juga bertanggung jawab penuh atas validitas identitas pelanggan. -
Kartu perdana wajib dijual dalam kondisi tidak aktif
Setiap kartu SIM baru harus dalam keadaan tidak aktif dan hanya dapat digunakan setelah proses registrasi berhasil dilakukan. Ketentuan ini berlaku untuk semua penjual kartu perdana, mulai dari distributor hingga penjual perorangan. -
Identitas registrasi WNI wajib NIK dan pengenalan wajah
Warga Negara Indonesia (WNI) harus mendaftar menggunakan NIK dan data biometrik berupa pengenalan wajah (face recognition). -
WNA wajib menggunakan paspor dan izin tinggal
Warga Negara Asing (WNA) wajib melakukan registrasi dengan paspor serta dokumen izin tinggal yang sah, seperti KITAS atau KITAP. -
Registrasi anak di bawah 17 tahun melibatkan kepala keluarga
Untuk pelanggan berusia di bawah 17 tahun dan belum memiliki KTP elektronik, registrasi dilakukan menggunakan NIK anak serta NIK dan biometrik wajah kepala keluarga. -
Registrasi bisa dilakukan di gerai atau secara mandiri
Registrasi kartu SIM prabayar dapat dilakukan langsung di gerai operator atau secara mandiri melalui aplikasi dan situs resmi operator dengan proses OTP, input NIK, serta verifikasi wajah. -
Nomor baru hanya boleh aktif setelah data tervalidasi
Operator dilarang mengaktifkan nomor pelanggan sebelum identitasnya tervalidasi (untuk WNI) atau terverifikasi (untuk WNA). Aktivasi wajib dilakukan maksimal 1×24 jam setelah validasi berhasil. -
Maksimal tiga nomor prabayar per orang per operator
Setiap identitas pelanggan hanya boleh memiliki maksimal tiga nomor prabayar pada satu operator. Pengecualian diberikan untuk kebutuhan mesin ke mesin (M2M), Internet of Things (IoT), atau keperluan badan usaha tertentu. -
Masyarakat berhak mengecek seluruh nomor atas NIK-nya
Pelanggan berhak mengetahui semua nomor yang terdaftar menggunakan identitas mereka. Operator wajib menyediakan fasilitas pengecekan nomor secara resmi. -
Nomor yang tidak sah bisa diblokir dan dihanguskan
Jika ditemukan nomor yang memakai NIK tanpa izin, pelanggan berhak meminta pemblokiran. Apabila tidak dilakukan registrasi ulang dalam 1×24 jam, nomor tersebut wajib dihanguskan. -
Sistem aduan nasional untuk nomor penipuan
Masyarakat dapat melaporkan nomor yang digunakan untuk penipuan atau perbuatan melanggar hukum melalui portal aduan Kementerian. Operator wajib memblokir nomor terindikasi penipuan maksimal 1×24 jam setelah laporan diterima. -
Keamanan data pelanggan diperketat dan diawasi ketat
Operator wajib menjaga kerahasiaan data pelanggan, memiliki sertifikasi keamanan informasi minimal ISO 27001, menyimpan data pelanggan aktif, serta melaporkan data registrasi dan pemblokiran nomor secara berkala kepada pemerintah.
Dengan Permen Komdigi Nomor 7 Tahun 2026 ini, pemerintah menargetkan setiap nomor seluler di Indonesia benar-benar terhubung dengan identitas pemilik yang sah. Dengan sistem berbasis biometrik, pembatasan jumlah nomor, serta hak masyarakat untuk mengontrol data identitasnya, pemerintah berharap praktik penipuan digital dan penyalahgunaan nomor seluler bisa ditekan secara signifikan.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











