Bursa Calon Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan Kian Menghangat
Bursa calon Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan kian menghangat pasca pengunduran diri Rusdi Masse Mappasessu (RMS). Dua nama kuat mencuat dan disebut-sebut sebagai kandidat paling berpeluang, yaitu Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif dan anggota DPR RI Rudianto Lallo. Menariknya, kedua tokoh ini bukan hanya memiliki rekam jejak politik mentereng, tetapi juga memiliki latar belakang yang sama, yaitu ditempa dari dunia pesantren.
Nama Syaharuddin Alrif dan Rudianto Lallo (RL) sejatinya telah muncul sejak 2025 lalu sebagai figur potensial pengganti RMS. Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPW NasDem Sulsel, Tobo Haeruddin, menegaskan bahwa keduanya memiliki kans besar untuk mengisi posisi Ketua DPW NasDem Sulsel. “Kedua figur ini punya rekam jejak kuat dan kontribusi besar bagi NasDem Sulsel,” ujar Tobo.
Syaharuddin Alrif, Sekretaris yang Ditempa Pesantren
Menurut Tobo, sejarah perjalanan Partai NasDem di Sulsel menjadi faktor penting dalam menentukan pengganti RMS. Dalam konteks itu, nama Syaharuddin Alrif dinilai sangat menonjol. Syahar merupakan figur yang sejak awal berperan penting dalam membesarkan NasDem di Sulsel. Saat RMS dipercaya memimpin DPW NasDem Sulsel, Syahar didapuk sebagai Sekretaris DPW dan menjadi tangan kanan RMS.
Selain itu, Syahar juga pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Sulsel periode 2019–2024. “Melihat sejarah NasDem di Sulsel, Syaharuddin Alrif punya peluang besar menggantikan Pak RMS. Dulu Pak RMS juga dipercaya menjadi ketua saat masih menjabat Bupati Sidrap,” kata Tobo kepada Tribun-Timur, Kamis (8/5/2025).
Syaharuddin Alrif merupakan bupati terpilih Sidrap hasil Pilkada 2024. Lahir di Sidrap, 20 November 1980, Syahar dikenal sebagai politisi muda yang aktif dan berpengalaman. Latar pendidikannya sarat nilai keagamaan. Ia menempuh pendidikan MTs dan MA di Pesantren DDI Kaballangan, Pinrang. Pendidikan menengah dilanjutkan di SMA Muhammadiyah, sebelum meraih gelar S1 di STISIP Muhammadiyah Sidrap dan S2 di Universitas Muhammadiyah Makassar.
Jejak organisasinya panjang, mulai dari Wakil Ketua DPD KNPI Sulsel, Wakil Ketua HIPMI Sulsel, Sekretaris PP Muhammadiyah, hingga Sekretaris DPW NasDem Sulsel sejak 2015. Sebagai Bupati Sidrap, Syahar berkomitmen mendorong pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pelayanan publik.
Kehidupan Pribadi
Syaharuddin Alrif adalah suami dari Haslinda Hasan. Sebagai pemimpin keluarga dan masyarakat, ia berupaya membawa nilai-nilai keadilan, kesejahteraan, dan kemajuan untuk Sidrap. Dengan pengalaman politik dan organisasi yang mumpuni, Syaharuddin siap memimpin Sidrap menuju masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Data Pribadi
- Nama: Syaharuddin Alrif
- Tempat, tanggal lahir: 20 November 1980
- Usia: 44 tahun
- Agama: Islam
- Alamat KTP: Sidrap
- Istri: Haslinda Hasan
Riwayat pendidikan:
- S2 Universitas Muhammadiyah Makassar (2017-2019)
- S1 STISIP Muhammadiyah Sidrap (2003-2009)
- SMA 3 Muhammadiyah Makassar (1995-1998)
- MTs Pesantren DDI Kaballangan Pinrang (1992-1995)
- MA Pesantren DDI Kaballangan Pinrang (1986-1992)
Riwayat organisasi:
- Wakil Ketua DPD KNPI Sulsel (2010-2013)
- Wakil Ketua Hipmi Sulsel (2013-2016)
- Sekjen PP Muhammadiyah (2014-2018)
- Sekretaris DPW Partai Nasdem Sulsel (2015-sekarang)
Riwayat jabatan:
- Wakil Ketua DPRD Sulsel (2019-2024).
Rudianto Lallo, Anak Pesantren dari Lakkang
Selain Syahar, nama Rudianto Lallo juga dinilai memiliki peluang yang sama besar. RL saat ini merupakan anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Dapil Sulsel I. Dapil Sulsel I meliputi Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Kepulauan Selayar. Di internal partai, RL dipercaya menjabat Ketua Bappilu DPW NasDem Sulsel di bawah kepemimpinan RMS. Sebelumnya, ia menjabat Ketua DPRD Kota Makassar periode 2019–2024.
“Rudianto Lallo juga berpeluang karena kontribusinya besar di partai dan di DPR,” ujar Tobo. Rudianto Lallo lahir di Ujung Pandang, 4 Juni 1983. Ia dikenal sebagai sosok sederhana dan merakyat. Putra ketujuh dari 11 bersaudara ini juga memiliki latar pendidikan pesantren, yakni Pesantren GUPPI Samata, Gowa, sebelum melanjutkan ke SMA Negeri 6 Makassar.
RL merupakan anak Kampung Lakkang, kawasan di tengah Kota Makassar yang dikelilingi sungai. Saat kuliah di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin sejak 2002, ia harus berjalan kaki dan menyeberang sungai dengan perahu untuk ke kampus. “Kalau mau ke kampung saya, harus naik perahu. Namanya Lakkang,” tutur RL mengenang masa mudanya.
Aktif berorganisasi sejak mahasiswa, RL pernah menjadi Koordinator Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI) dan dikenal sebagai aktivis yang kerap turun ke jalan menyuarakan aspirasi rakyat. “Dulu dikit-dikit demo. Sekarang kalau saya jadi pejabat, ya siap juga didemo,” ujarnya.
Biografi
Riwayat Pendidikan
- SD Negeri 109 Lakkang (1990–1996)
- Pesantren GUPPI Samata, Gowa (1996–1999)
- SMA Negeri 6 Makassar (1999–2002)
- Sarjana Ilmu Hukum, Universitas Hasanuddin (2002–2009)
- Magister Ilmu Hukum, Universitas Muslim Indonesia (2021–2023)
Perjalanan Karier
- Ketua DPRD Kota Makassar (2019–2024)
- Wakil Ketua DPRD Kota Makassar (2018–2019)
- Anggota DPRD Kota Makassar (2014–2018)
- Advokat, Law Firm Lucas, S.H. & Partner (2009–2014)
Pengalaman Organisasi
- Ketua Dewan Penasihat Karate-Do Gojukai Kota Makassar (2023–sekarang)
- Ketua Umum Ikatan Alumni Pesantren GUPPI Samata, Gowa (2023–sekarang)
- Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin Kota Makassar (2022–sekarang)
- Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 6 Makassar (2021–sekarang)
- Dewan Penasihat Hasanuddin Law Study Center (2007–2009)
- Koordinator Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (2006–2009)
- Dewan Penasihat BEM Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (2004–2009)
- Pengurus Harian BEM Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (2003–2004)
Kegiatan
- Founder/Penasihat Gerakan Radikal Anti Tindak Pidana Korupsi Universitas Hasanuddin (2023–sekarang)
Keputusan di Tangan DPP
Meski dua nama ini menguat, Tobo menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem. “NasDem menganut sistem sentralisasi. Kita di daerah menunggu dan menjalankan keputusan DPP,” tegasnya. DPP NasDem, kata Tobo, akan memilih figur terbaik yang mampu menjaga soliditas partai dan melanjutkan prestasi NasDem Sulsel sebagai partai pemenang Pemilu 2024. Pada Pilgub Sulsel 2024 lalu, NasDem juga tercatat sebagai partai pertama yang mengusung pasangan Andi Sudirman Sulaiman–Fatmawati Rusdi, yang akhirnya keluar sebagai pemenang.











