Sejarah dan Visi SOIna Kalbar
Ketua Umum Special Olympics Indonesia (SOIna) Kalimantan Barat, Stephani Yane menjelaskan sejarah, visi, serta fokus pembinaan organisasi yang secara khusus menaungi penyandang disabilitas intelektual di daerah. Menurutnya, untuk sejarah SOIna di Indonesia secara nasional terbentuknya pada tanggal 9 Agustus 1989.
Sedangkan untuk kepengurusan SOIna Kalbar, ia menjelaskan bahwa organisasi ini pernah terbentuk di tahun 2006 sampai tahun 2010. Setelah tahun 2010 itu tidak pernah dibentuk kembali untuk kepengurusan SOIna-nya. Jadi kalau diibaratkan SOIna di atas tahun 2010 itu pernah mengalami mati suri.
Kepengurusan SOIna Kalbar kembali terbentuk setelah dirinya ditunjuk sebagai ketua pada Maret 2025. Pengurus SOIna Kalbar kemudian resmi dikukuhkan pada 20 Januari 2026 di Pendopo Gubernur Kalbar.
Tujuan dan Fokus SOIna Kalbar
Ia menjelaskan, pembentukan SOIna Kalbar didasari kesadaran bahwa penyandang disabilitas intelektual kerap terpinggirkan dalam kompetisi olahraga umum. SOIna ini khusus untuk disabilitas intelektual, sedangkan yang pernah kita tahu untuk organisasi NPC itu mereka tidak disabilitas intelektual, tetapi mereka hanya disabilitas pada anggota gerak sedangkan intelektual mereka dalam keadaan normal.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa fokus utama SOIna bukan hanya kompetisi tetapi juga rehabilitasi dan inklusi sosial melalui olahraga. Fokus utama SOIna ini sebenarnya bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan ingin membentuk rehabilitasi untuk anak-anak SOIna dan memperkenalkan inklusi sosial melalui olahraga.
Visi SOIna Kalbar adalah memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas intelektual agar dapat mandiri dan berguna bagi diri sendiri, keluarga, serta masyarakat melalui olahraga. Sementara misinya adalah menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi olahraga sepanjang tahun bagi anak-anak dan dewasa penyandang disabilitas intelektual.
Kategori Atlet dan Program yang Dibina
Terkait kategori atlet, ia menyebut SOIna membina individu dengan hambatan intelektual yang ditandai dengan skor IQ di bawah 70. Atlet-atlet kami bisa berasal dari anak-anak down syndrome, anak-anak autis yang memiliki hambatan intelektual, serta kondisi perkembangan kognitif lainnya yang menghambat fungsi adaptif.
Saat ini, jumlah pelatih SOIna Kalbar tercatat lima orang yang berasal dari latar belakang pendidikan luar biasa dan pelatih bersertifikat. Sementara atlet yang aktif berlatih berjumlah enam orang dan akan terus bertambah.
Untuk program unggulan, SOIna Kalbar mengikuti program nasional SOIna Pusat, yakni Healthy Athletes, Young Athletes, dan Unified Sports. Adapun cabang olahraga yang dibina meliputi atletik nomor 100 meter, bulu tangkis, renang, dan bocce.
Rencana dan Prestasi
Ia juga menyampaikan rencana penyelenggaraan Pekan Olahraga Daerah (Pesodeb) sebagai ajang seleksi atlet menuju Pesonas 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, serta peluang ke ajang internasional World Games 2027 di Santiago, Chile.
Terkait prestasi, atlet SOIna Kalbar pernah menyumbangkan dua medali pada Pesonas 2022 di Semarang masing-masing dari cabang renang dan lari 100 meter.
Tantangan dan Harapan
Menurutnya, SOIna memiliki peran besar dalam membangun kepercayaan diri dan kemandirian atlet disabilitas intelektual. SOIna ini adalah rumah ketiga bagi anak-anak disabilitas intelektual. Di sinilah mereka belajar disiplin, bersosialisasi, dan merasa diterima, dihargai dan diakui kesetaraannya sebagai bagian dari masyarakat.
Ia juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi SOIna Kalbar, mulai dari stigma masyarakat, keterbatasan sarana latihan, hingga pendanaan. Untuk pendanaan ini memang belum ada jadi kami memohon dukungan finansial yang belum sepenuhnya untuk pendanaan. Di SOIna ini setara dengan organisasi olahraga-olahraga pada umumnya.
Ia berharap adanya dukungan pemerintah dengan memberikan anggaran yang lebih stabil serta penyediaan sarana fasilitas yang inklusif untuk anak-anak disabilitas tersebut. Stephani juga berharap kepada masyarakat untuk berhenti memandang sebelah mata.
Kepada masyarakat, berhentilah memandang sebelah mata anak-anak surga kami. Berikan dukungan moral dan kesempatan kerja bagi mereka yang sudah memiliki kemandirian. Sama-sama kita menjaga anak-anak surg ini agar dapat mengharumkan nama Kalimantan Barat.











