Persela Lamongan Kalah 1-0 dari PSIS Semarang di Laga Pekan ke-17
Persela Lamongan kalah 1-0 dari tuan rumah PSIS Semarang dalam laga pekan ke-17 Championship 2025/2026 di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (24/1/2026) malam. Meski unggul jumlah pemain sejak menit 30, tim asuhan Bima Sakti gagal memanfaatkan peluang besar untuk meraih poin.
Di balik kekalahan tersebut, pelatih Persela, Bima Sakti memberikan pujian terhadap debut pemain asing barunya, Luan Sergio Dias. Bagi Luan, laga ini sangat spesial karena menghadapi mantan timnya di putaran pertama, PSIS Semarang.
Gelandang asal Brasil itu membuat debutnya ketika masuk dari bangku cadangan pada menit ke-47, menggantikan Haikal. Bermain selama sekitar 45 menit, Luan mampu memberikan kontribusi positif bagi lini tengah Persela.
“Luan adalah pemain bagus, pemain yang kerja keras. Dia baru tiga hari latihan bergabung sama kami dan dia menunjukkan profesionalitas, setiap latihan selalu memberikan 100 persen,” kata Bima Sakti.
“Dalam pertandingan ini juga bisa cepat adaptasi,” tambahnya.
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menyadari butuh waktu bagi Luan agar bisa benar-benar menyatu dengan tim. Namun, melihat kualitas yang diperlihatkan Luan saat menghadapi PSIS Semarang, ia yakin pemain berusia 31 tahun itu bisa cepat beradaptasi.
“Untuk beradaptasi pasti butuh waktu, butuh kami kasih kesempatan lagi,” tegas Bima Sakti.
Mengenai keputusannya memasukkan Luan dari bangku cadangan, Bima Sakti memiliki pertimbangan tersendiri.
“Kami juga menjaga psikologi pemain yang lain, mereka sudah berlatih dengan saya dari awal sudah sekitar hampir tiga minggu. Kemudian masuk Luan,” ucapnya.
“Saya pikir dia bisa cepat adaptasi, dan semoga nanti bisa lebih baik lagi dan bisa menunjukkan performanya yang terbaik,” pungkas Bima Sakti.
Luan memiliki kesempatan menunjukkan kualitasnya lagi ketika Persela menghadapi tuan rumah Persipal FC pada 31 Januari 2026 mendatang.
Kekalahan Meski Unggul Jumlah Pemain
Di sisi lain, Bima Sakti tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas hasil buruk tim pada laga pekan ke-17 Championship 2025/2026 kali ini. Ini jadi kekalahan pertama Persela sejak ditangani Bima Sakti dari empat pertandingan yang sudah dijalani.
“Hasil ini sangat mengecewakan buat kami, karena kami sudah melakukan yang terbaik,” kata Bima Sakti setelah pertandingan.
Persela sebenarnya berpeluang besar pulang membawa poin karena unggul jumlah pemain sejak menit 30 setelah gelandang PSIS Semarang, Safna Delpi mendapat kartu kuning kedua yang selanjutnya diganjar kartu merah. Unggul jumlah pemain sepanjang 60 menit, Persela mendominasi permainan.
Penguasaan bola Persela mencapai 60 persen. Berhasil melepaskan 12 tendangan, namun tidak satupun mengarah ke gawang PSIS Semarang. PSIS Semarang bermain efektif. Meski kalah penguasaan bola, mereka berhasil melepaskan 7 tendangan, di mana 2 diantaranya mengarah ke gawang Persela, berbuah satu gol.
“Kami sebenarnya mendapat kesempatan dengan PSIS bermain 10 orang, tapi kami tidak memanfaatkan itu,” terang mantan pelatih Timnas Indonesia itu.
Mental Pemain Drop
Bima Sakti juga menyoroti mental pemainnya yang langsung turun setelah PSIS Semarang mencetak gol melalui Otavio Dutra menit ke-53.
“Kelihatan sekali performa dan kepercayaan diri pemain drop, dan itu memang harus kami bangkitkan lagi di sisa waktu,” ucapnya.
Akibat menurunnya kepercayaan diri, sejumlah peluang yang didapat Persela gagal dikonfersi menjadi gol.
Meski gagal pulang membawa poin, Bima Sakti tidak mau menunjuk pemain tertentu menjadi penyebab kesalahan.
“Ini menjadi evaluasi buat saya sebagai pelatih, dan yang pasti saya akan bertanggung jawab semuanya dari hasil pertandingan hari ini,” tegas Bima Sakti.
“Terimakasih juga buat pemain sudah melakukannya terbaik,” pungkasnya.
Pemain Persela, Rafiud Drajat menyampaikan kekecewaan sama. Ia menyadari tim kali ini bermain kurang maksimal.
“Hari ini kami banyak sekali kekurangan yang harus kami perbaiki di Lamongan,” kata Rafiud Drajat.
“Kami pemain ingin ke depannya terus memperbaiki kesalahan-kesalahan yang kami lakukan pada pertandingan hari ini,” pungkasnya.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."










