Penyebah Kematian Influencer Lula Lahfah Masih dalam Penyelidikan
Penyebab kematian influencer Lula Lahfah yang ditemukan meninggal di apartemennya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Polisi masih menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Fatmawati untuk memastikan penyebab pasti kematiannya.
Keluarga korban menolak dilakukannya autopsi, sehingga pemeriksaan medis mengacu pada rekam medis. Dokter awalnya menyebutkan bahwa korban mengalami henti napas. Namun, penyebab pasti masih dalam pendalaman. Hasil visum sementara atau rekam medis akan keluar pada hari Senin (25/1/2026) mendatang.
Polisi tetap mengusut kasus ini dengan memeriksa saksi-saksi seperti asisten rumah tangga (ART), sopir, dan sekuriti. Selain itu, pihak kepolisian juga menganalisis rekaman CCTV untuk menyusun kronologi kejadian. Sampai saat ini, penyebab kematian belum bisa dipastikan karena masih menunggu penjelasan dari dokter rumah sakit.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Mohamad Iskandarsyah menjelaskan bahwa polisi tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh karena masih menunggu penjelasan dari dokter rumah sakit. Ia menyatakan bahwa hasil visum sementara atau rekam medis baru akan keluar pada Senin mendatang.
Iskandarsyah menegaskan bahwa visum sementara yang dimaksud merupakan rekam medis, karena autopsi memang tidak dilakukan. Dari keterangan awal dokter, Lula diduga mengalami henti napas, namun penyebabnya masih dalam pendalaman. Polisi juga belum bisa memastikan berapa lama korban sudah meninggal sebelum ditemukan karena hal itu harus ditentukan melalui pemeriksaan medis.
Meski ada dugaan kematian akibat sakit, penyelidikan tetap berjalan dan polisi terus menelusuri kasus ini. Pihak kepolisian juga tengah menganalisis rekaman CCTV untuk menyusun kronologi kejadian, serta telah memeriksa sejumlah saksi seperti asisten rumah tangga, sopir, dan petugas keamanan yang pertama mengetahui kejadian.
Kronologi Kematian Lula Lahfah
Jenazah Lula Lahfah ditemukan untuk pertama kali pada Jumat petang, setelah asisten rumah tangganya, Asiah, tidak mendapatkan respons ketika mencoba membuka pintu kamar. Asiah mulai merasa curiga karena pintu kamar tersebut terkunci dari dalam dan Lula tidak kunjung keluar. Setelah beberapa kali memanggil tanpa jawaban, Asiah akhirnya meminta bantuan pengelola apartemen untuk membuka pintu.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, menyatakan bahwa korban ditemukan sekitar pukul 18.44 WIB pada Jumat, 23 Januari 2026. Saat pintu berhasil dibuka sekitar pukul 18.00 WIB, Lula terlihat terlentang di atas kasur dengan selimut, mengenakan kaus putih dan celana pendek hitam. Murodih menjelaskan bahwa posisi korban dengan mulut terbuka dan berwarna kebiruan, serta saat diperiksa denyut nadi dan detak jantungnya sudah tidak ada.
Setelah itu, Asiah menghubungi asisten pribadi Lula, Cindy Azzahra Putri, yang saat itu berada di luar apartemen, dan sekitar 15 menit kemudian Cindy tiba di lokasi. Polisi menyebutkan bahwa Cindy terakhir kali berkomunikasi dengan Asiah sekitar pukul 17.30 WIB. Murodih menambahkan bahwa Asiah memberi tahu Cindy bahwa Lula sudah tidak bernapas, namun Cindy sempat meragukan kabar tersebut.
Cindy kemudian meminta Asiah untuk memastikan kembali kondisi Lula dan menyarankan agar korban dibawa ke RS Brawijaya. Namun setelah melihat langsung kondisi Lula di lokasi, Cindy memastikan bahwa korban telah meninggal dunia. Sekitar pukul 19.23 WIB, dokter pribadi Lula datang ke apartemen untuk memeriksa jenazah, dan Murodih mengatakan bahwa ditemukan obat-obatan di tempat kejadian.
Pada pukul 20.20 WIB, tim identifikasi Polres Metro Jakarta Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Lula, meskipun ada obat-obatan dan surat rawat jalan dari RSPI yang ditemukan. Sekitar pukul 21.20 WIB, jenazah Lula Lahfah kemudian dibawa ke RS Fatmawati untuk dilakukan visum guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.
Murodih menegaskan bahwa meski tidak ada indikasi penganiayaan, penyelidikan tetap berjalan hingga hasil visum keluar. Sebelumnya, Lula sempat menyampaikan melalui media sosial bahwa kesehatannya memburuk, dan ia mengaku mengalami beberapa penyakit sekaligus, termasuk infeksi saluran kemih, batu ginjal, dan GERD. Dalam unggahannya di TikTok, Lula menuliskan daftar penyakit yang dideritanya, seperti ISK, usus bengkak radang, batu ginjal, dan GERD. Namun, polisi belum bisa memastikan apakah riwayat penyakit tersebut berkaitan dengan kematiannya, dan masih menunggu hasil visum dari rumah sakit.
Jenazah Lula Lahfah dimakamkan di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, pada Sabtu siang, 24 Januari 2026. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga serta sahabat terdekat, termasuk kekasihnya, Reza Arap. Jenazah sebelumnya disalatkan di Masjid RSPAD Gatot Subroto.











