My WordPress Blog

Menteri Trenggono Pingsan Saat Upacara Jenazah Pegawai KKP Korban Pesawat ATR 42-500

Menteri Kelautan dan Perikanan Pingsan Saat Upacara Penghormatan Jenazah Pegawai KKP

Pada upacara penghormatan jenazah tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, tiba-tiba pingsan. Kejadian ini terjadi saat penyerahan jenazah secara resmi kepada negara untuk dimakamkan secara kedinasan.

Tiga jenazah yang diserahkan adalah Ferry Irawan (Analis Kapal Pengawas), Yoga Naufal (ASN PSDKP), dan Kapten Andy Dahananto (pilot KKP). Mereka sebelumnya menjadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. Penyerahan jenazah dilakukan oleh seorang perwakilan keluarga, yang menyatakan bahwa mereka menyerahkan jenazah Almarhum Ferry Irawan, Almarhum Yoga Naufal, dan Almarhum Kapten Andy Dahananto kepada negara Republik Indonesia untuk dimakamkan secara kedinasan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Menteri Tiba-Tiba Ambruk

Saat ucapan terakhir dari keluarga, Menteri Sakti Wahyu tiba-tiba ambruk. Teriakan “Allahuakbar” terdengar dari keluarga, sementara pembawa acara tampak panik memanggil dan petugas segera berhamburan untuk menolong Menteri. Peristiwa ini menunjukkan betapa dalamnya rasa duka yang dirasakan oleh seluruh hadirin.

Ketiga pegawai KKP yang meninggal memiliki peran penting di kementerian. Ferry Irawan menjabat sebagai Analis Kapal Pengawas, Yoga Naufal merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), dan Kapten Andy Dahananto bertugas sebagai pilot sekaligus pegawai di PSDKP. Upacara kehormatan ini digelar untuk menghormati jasa dan dedikasi mereka, sekaligus memberikan penghormatan terakhir secara resmi dari KP.

Seluruh Korban Sudah Ditemukan

Seluruh korban tewas pesawat ATR 42-500 yang berjumlah 10 orang, telah ditemukan pada Jumat (23/1/2026). Seluruh jenazah korban yang sudah ditemukan, telah dievakuasi secara bertahap menuju Makassar lewat kalur udara dan darat.

“Alhamdulillah, berkat doa keluarga di seluruh Indonesia, hari ini pukul 08.33 WITA ditemukan satu paket, disusul satu paket lainnya pukul 08.59 WITA. Paket kesepuluh ditemukan oleh Tim Elang 5,” kata Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Priyo Hadi, Jumat.

Dengan ditemukannya seluruh korban pesawat ATR 42-500 yang berjumlah 10 orang, operasi pencarian pun dinyatakan ditutup. “Dengan dasar tersebut kemudian kita berkoordinasi dari semua unsur yang terlibat memberikan masukan-masukan, sehingga pada malam hari ini saya selaku Kepala Badan SAR Nasional, selaku SAR Koordinator menyatakan bahwa operasi pencarian dan evakuasi terhadap kecelakaan pesawat PK-THT saya nyatakan selesai,” kata Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsdya TNI Mohammad Syafii, dalam kesempatan yang sama, Jumat.

Identifikasi Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500

Sehari setelah pencarian ditutup, tujuh dari 10 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan ke pihak keluarga. Berikut nama korban pesawat ATR 42-500 yang berhasil diidentifikasi:

  • Andy Dahananto (58) sebagai Pilot, dengan nomor AM 010, teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.
  • Muhammad Farhan Gunawan (26) sebagai Co-Pilot dengan nomor AM 001, teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.
  • Hariadi (57) sebagai Flight Operation Officer, dengan nomor AM 003 teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.
  • Restu Adi (40) jabatan Engineer dengan nomor AM 009 teridentifikasi melalui sidik jari, properti, dan ciri medis.
  • Dwi Murdiono (40) jabatan Engineer dengan nomor AM 005 teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.
  • Ferry Irawan (41) penumpang, dan merupakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), jabatan Analis Kapal Pengawas, dengan nomor AM 007 teridentifikasi melalui sidik jari, properti, dan ciri medis.
  • Yoga Naufal Prakoso (31) penumpang, dan merupakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), jabatan Operator Foto Udara, dengan nomor AM 008 teridentifikasi melalui sidik jari, properti, dan ciri medis.

Sebelumnya tiga korban lain lebih dulu berhasil diidentifikasi dan telah diserahkan ke keluarganya:
* Florencia Lolita (33) Pramugari/Awak Kabin
* Esther Aprilita (27) Pramugari/Awak Kabin
* Deden Mulyana (44) penumpang dan merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), jabatan Pengelola Barang Milik Negara.

Kronologi Pesawat Jatuh

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membeberkan kronologi pesawat ATR 42-500 hilang kontak di Maros, Sabtu (17/1/2026). Pesawat diketahui bertolak dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Pada pukul 11.23 WIB atau 12.23 WITA, Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center mengarahkan pesawat mendekat ke landasan pacu Bandara Makassar. “Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya.” “Sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi,” jelas Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Endah Purnama Sari, Sabtu (17/1/2026).

ATC kemudian memberikan instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur. Saat arahan terakhir disampaikan, komunikasi dengan awak pesawat mendadak terputus. Merespons kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA atau Distress Phase sesuai ketentuan. AirNav Indonesia juga menyiapkan penerbitan Notice to Airmen atau NOTAM terkait kegiatan pencarian dan pertolongan.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi intensif melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar dengan AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya guna memantau perkembangan situasi dan memastikan langkah penanganan berjalan optimal,” tutur Endah.

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *