My WordPress Blog

Lihat Rencana “Gaza Baru” yang Diungkap Menantu Trump, Ada Gedung Tinggi

Rencana Pembangunan Gaza Baru oleh Pemerintah Amerika Serikat

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan rencana besar untuk “membangun Gaza Baru” sebagai proyek pembangunan dari nol wilayah Palestina yang hancur. Proyek ini menawarkan visi baru bagi kawasan yang telah mengalami kerusakan parah akibat konflik berkepanjangan.

Dalam presentasi resmi, AS berencana membangun puluhan gedung pencakar langit di sepanjang pantai dan bekas perumahan di kawasan Rafah yang telah luluh lantak. Presentasi ini disampaikan selama seremoni penandatanganan “Dewan Perdamaian” yang digagas Presiden AS, Donald Trump, di sela kegiatan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026). Peta yang ditampilkan menunjukkan rencana pengembangan kawasan perumahan, pertanian, dan industri baru secara bertahap, dengan target populasi sekitar 2,1 juta orang.

Trump menyatakan keyakinannya bahwa proyek ini akan sangat sukses. Ia menekankan pentingnya lokasi, terutama karena letaknya di tepi laut. “Lihatlah properti indah ini. Apa yang bisa diwujudkan bagi begitu banyak orang,” ujarnya.

Presentasi proyek di Gaza di Davos itu disampaikan oleh menantu Trump, Jared Kushner. Menurut Kushner, Gaza telah dijatuhi 90.000 ton amunisi, sehingga terdapat 60 juta ton puing-puing yang harus dibersihkan sebelum proyek ini berjalan. Ia menjelaskan bahwa awalnya ide tersebut adalah membentuk zona bebas, tetapi kemudian mereka memilih untuk merencanakan kesuksesan yang luar biasa.

Kushner juga menyatakan bahwa Hamas menandatangani kesepakatan untuk mendemiliterisasi, yang akan ditegakkan. Ia menegaskan bahwa tidak ada rencana B dalam proyek ini. Dalam peta Rencana Induk AS, terdapat zona-zona yang disediakan untuk “wisata pantai”, di mana akan dibangun 180 menara apartemen. Selain itu, ada sejumlah zona untuk kawasan perumahan, kompleks pertanian dan industri, pusat data, manufaktur canggih, serta taman dan fasilitas olahraga.

Pelabuhan laut dan bandara baru dekat perbatasan Mesir juga masuk dalam perencanaan, sehingga akan ada “penyeberangan trilateral” di mana perbatasan Mesir dan Israel bertemu. Rekonstruksi akan dibagi menjadi empat fase, dimulai dari Rafah dan secara bertahap bergerak ke utara menuju Kota Gaza.

Peta yang dipresentasikan Kushner juga menampilkan strip tanah kosong yang membentang sepanjang perbatasan Mesir dan Israel. Garis ini menandai apa yang disebut sebagai “perimeter keamanan” dalam rencana perdamaian 20 poin Trump. Salah satu poinnya adalah pasukan Israel akan tetap berada di sana “hingga Gaza benar-benar aman”.

Dalam bagian lain presentasi, “Rafah Baru” disebut akan memiliki lebih dari 100.000 unit perumahan permanen, 200 pusat pendidikan, dan 75 fasilitas medis. Awalnya, Rafah adalah kota paling selatan Gaza yang dihuni 280.000 jiwa. Namun, setelah serangan Israel, kota tersebut hancur lebur. Pembongkaran secara terkendali dilakukan selama serangan berlangsung, dan wilayah ini sudah dikuasai Israel.

Kushner yakin pembangunan “Rafah Baru” dapat diselesaikan dalam dua hingga tiga tahun. Ia menyatakan bahwa pembersihan puing-puing dan pembongkaran sudah dimulai. “Gaza Baru bisa menjadi harapan, bisa menjadi tujuan, dengan banyak industri,” katanya.

Dalam beberapa minggu ke depan, akan ada konferensi di Washington. Konferensi ini akan mengumumkan kontribusi negara-negara dan penjelasan mengenai “kesempatan investasi yang luar biasa” untuk sektor swasta.

Kritik dan Tantangan

Pernyataan Trump pada Februari 2025 memicu kemarahan di seluruh dunia saat ia mengusulkan agar warga Palestina di Gaza dapat dipindahkan secara permanen ke negara-negara tetangga. Setelah itu, AS mengambil alih wilayah tersebut untuk mengubahnya menjadi “Riviera Timur Tengah”.

Kushner juga menyatakan bahwa demiliterisasi Gaza “dimulai sekarang”, dengan catatan bahwa “tanpa keamanan, maka tak ada yang akan berinvestasi”. Ia menjelaskan bahwa pemerintah Palestina teknokratik baru di wilayah tersebut, Komite Nasional untuk Pemerintahan Gaza (NCAG), akan “bekerja sama dengan Hamas dalam demiliterisasi untuk benar-benar menerapkan prinsip-prinsip yang disepakati dalam dokumen ke fase berikutnya”.

Hamas sebelumnya menolak melucuti senjata tanpa pembentukan negara Palestina yang merdeka. Namun Trump mengancam kelompok tersebut, “Mereka harus menyerahkan senjatanya, dan jika mereka tidak melakukannya, itu akan menjadi akhir bagi mereka.”

Trump juga mendesak Hamas menyerahkan jenazah sandera Israel terakhir yang tewas di Gaza. Menurut Israel, jenazah tersebut seharusnya sudah diserahkan sebelum fase kedua rencana perdamaian dimulai pekan lalu.

Kondisi Kemanusiaan yang Parah

Meski ada upaya perdamaian, kesepakatan gencatan senjata ini rapuh sebab sedikitnya 477 warga Palestina tewas dalam serangan Israel selama tiga bulan terakhir, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza. Militer Israel mengatakan tiga tentaranya tewas dalam serangan oleh kelompok bersenjata Palestina.

Dalam serangan terbaru, lima orang dilaporkan tewas akibat tembakan Israel di seluruh Gaza pada Kamis kemarin, empat di antaranya dalam serangan artileri di kawasan Zeitoun, timur Kota Gaza. Kondisi kemanusiaan juga masih sangat parah. Hampir 1 juta orang kekurangan tempat tinggal yang memadai dan 1,6 juta orang menghadapi tingkat ketidakamanan pangan akut, menurut PBB.

Penutup

Hamas mengeluarkan pernyataan pada Kamis (22/1/2026) kemarin. Mereka menyatakan tetap berkomitmen pada kesepakatan Oktober dan menuduh Israel berusaha “mengganggu upaya internasional yang bertujuan memperkuat gencatan senjata”.

Presiden Israel Isaac Herzog memuji “upaya Presiden Trump dan kepemimpinannya” dalam acara Davos. Namun, ia memperingatkan: “Ujian sesungguhnya adalah Hamas meninggalkan Gaza”.

Presiden Mahmoud Abbas dari Otoritas Palestina (PA), yang menguasai sebagian wilayah Tepi Barat yang diduduki, menyerukan implementasi penuh rencana perdamaian, termasuk penarikan pasukan Israel, dan peran sentral PA dalam mengelola Gaza.

Ketua NCAG, Ali Shaath, sementara itu mengumumkan, penyeberangan perbatasan Rafah dengan Mesir akan dibuka dua arah, minggu depan. Sebelumnya, penyeberangan tersebut sebagian besar ditutup sejak Mei 2024, ketika sebagian wilayah Palestina disita pasukan Israel.

“Pembukaan Rafah menandakan, Gaza tidak lagi tertutup bagi masa depan dan perang,” katanya.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *