Perombakan Kabinet Presiden Prabowo: Potensi dan Proses yang Terjadi
Isu perombakan kabinet atau reshuffle di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi topik utama dalam dunia politik. Pengamat politik Agung Baskoro, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, menyampaikan bahwa reshuffle ini memiliki potensi untuk segera dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo masih melakukan evaluasi terhadap kinerja menteri-menteri yang ada dalam kabinetnya.
Agung Baskoro memetakan empat klaster menteri yang berpotensi terkena dampak dari reshuffle tersebut. Berikut penjelasannya:
-
Menteri yang menangani program populis
Menteri-menteri yang mengelola program langsung menyentuh kehidupan rakyat seperti MBG (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), Koperasi Desa, Kelurahan Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis, dan lainnya dinilai rentan diganti jika target kualitas dan realisasi tidak tercapai. Program-program ini sering kali menjadi sorotan publik, sehingga kinerja mereka harus optimal. -
Menteri di bidang ekonomi
Dalam situasi saat ini, penguatan daya beli masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta stabilitas harga bahan pokok menjadi fokus utama. Kementerian di bidang ekonomi pun menjadi perhatian utama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat luas. Oleh karena itu, kemungkinan besar posisi menteri di sektor ini akan menjadi prioritas dalam reshuffle. -
Menteri profesional dengan kinerja biasa atau tidak maksimal
Agung menilai bahwa reshuffle bisa menjadi cara untuk meningkatkan performa kabinet secara keseluruhan. Menteri-menteri yang berasal dari kalangan profesional tetapi kinerjanya dinilai biasa atau bahkan tidak maksimal berisiko diganti agar kinerja pemerintahan lebih efektif. -
Menteri dari partai politik
Meskipun menteri dari partai politik juga bisa terkena reshuffle, kemungkinan besar perubahan hanya bersifat reposisi. Artinya, mereka mungkin dipindahkan ke posisi lain dalam kabinet tanpa keluar sepenuhnya.
Riwayat Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto tercatat telah melakukan empat kali reshuffle kabinet sepanjang tahun 2025. Berikut adalah rangkuman perombakan tersebut:
-
Reshuffle Pertama — 19 Februari 2025
Pada tanggal tersebut, Presiden Prabowo melakukan perombakan pertamanya. Salah satu perubahan penting adalah pergantian Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi dari Satryo Soemantri Brodjonegoro ke Brian Yuliarto. Perubahan ini menjadi tanda awal dari proses reshuffle di pemerintahan Prabowo-Gibran sejak pelantikan kabinet Oktober 2024. -
Reshuffle Kedua — 8 September 2025
Reshuffle yang lebih besar dilakukan pada 8 September 2025. Beberapa menteri diganti, antara lain Budi Gunawan sebagai Menko Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan. Purbaya Yudhi Sadewa menggantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Selain itu, beberapa pejabat baru seperti Mukhtarudin, Ferry Joko Yuliantono, dan Mochamad Irfan Yusuf dilantik untuk memperkuat struktur kabinet. -
Reshuffle Ketiga — Pertengahan September 2025
Setelah reshuffle besar pada bulan September, Prabowo kembali merombak kabinet pada pertengahan bulan yang sama. Djamari Chaniago diangkat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan. Erick Thohir ditunjuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Beberapa pejabat baru lainnya juga dilantik, termasuk Muhammad Qodari, Ahmad Dofiri, Angga Raka Prabowo, dan lainnya. -
Reshuffle Keempat — Oktober 2025
Reshuffle keempat dilakukan pada Oktober 2025 sebagai bagian dari penyusunan ulang kabinet menjelang akhir tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran. Beberapa posisi wakil menteri dilantik untuk memperkuat fungsi pemerintahan di berbagai bidang, seperti kementerian dalam negeri dan kesehatan.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











