Pesan Terakhir Dwi Murdiono yang Jadi Sorotan
Pesan terakhir dari Dwi Murdiono, seorang engineer asal Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, yang menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, kini menjadi perhatian publik. Istri Dwi, Sinta Jayanti, berbagi cerita mengenai komunikasi terakhirnya dengan sang suami sebelum kejadian tragis tersebut.
Beberapa jam sebelum pesawat jatuh, Dwi sempat mengirimkan chat ke istrinya. Informasi ini diungkap oleh Sinta melalui video TikTok yang diunggah oleh official.rekam24. Dwi Murdiono adalah salah satu dari 10 penumpang yang turut dalam penerbangan tersebut, yang diduga meledak setelah menabrak tebing Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Dwi bekerja sebagai engineer di PT Indonesia Air Transport. Sebelum terbang bersama beberapa kru dan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ia bercerita kepada Sinta tentang perjalanan dinasnya yang panjang. Dari Bogor, Dwi melakukan perjalanan singgah ke Semarang lalu Jogja.
Menurut Sinta, Dwi rencananya akan terbang ke Makassar pada Sabtu pagi untuk keperluan patroli. “Suami saya berangkatnya dinas biasa buat patroli di kelautan gitu. Dia tapi berangkatnya dari Semarang, tapi ke Semarang berhenti dulu sampai jam 5 an, terus berangkat lagi ke Jogja. Terus nginep di Jogja, paginya jam 8 disuruh berangkat lagi, berangkat ke Makassar buat patroli,” ujar Sinta.
Selain itu, Dwi juga menjelaskan rencana timnya untuk kembali ke Jakarta setelah tiba di Makassar. “Kalau pesawat aman, nginep dulu di Makassar, terus balik ke Jogja, terus balik ke Jakarta,” tambah Sinta.
Lebih lanjut, Sinta mengungkap isi chat dari suaminya sebelum terbang. Chat tersebut merupakan pamitan terakhir Dwi kepada istri. Setelahnya, Dwi tidak lagi membalas pesan Sinta.
“Hari Sabtu jam 8 pas mau berangkat, Dia mau berangkat bilang ‘mi, abi nanti jam 8 kalau enggak diundur berangkat ya’,” kata Sinta. “Saya balasin ‘iya bismillah ya, hati-hati’, saya gituin. Udah gitu udah, habis itu enggak (dibalas),” sambungnya.
Setelah mendoakan sang suami, Sinta sempat heran karena Dwi tidak memberi kabar hingga siang hari. Padahal sebelumnya Sinta sudah meminta suaminya itu memberikan kabar jika tiba di hotel. “Biasanya kalau udah sampai (Dwi chat) ‘abi udah nyampe ya, udah di hotel ya’. Sebelum (suami) berangkat saya bilang ‘jangan lupa ngabarin ya’, biasanya kan dia ngabarin,” imbuh Sinta.
Hingga akhirnya pukul 14.00 WIB, Sinta dihubungi oleh perusahaan tempat suaminya bekerja. Pesawat yang ditumpangi Dwi hilang kontak. Dari sanalah Sinta pilu lantaran mengingat nasib suaminya yang masih belum diketahui. Terlebih Dwi tak bisa mewujudkan permintaan istrinya, yakni untuk memberikan kabar.
“Jam 12 saya ditelepon, karena nomor saya sama suami kan ganti kan, dikira itu nomor suami. Saya mikirnya kenapa nih ada telepon dari kantor, ya udah bismillah aja. Jam 2 saya di-WA diminta doanya buat mas Dwi katanya hilang kontak,” ungkap Sinta.
Sosok Dwi Murdiono
Bukan hanya keluarganya, warga lingkungan tempat tinggal Dwi Murdiono juga terkejut dengan kabar insiden ATR 42-500 tersebut. Para tetangga tak menyangka Dwi Murdiono masuk daftar salah satu korban pesawat jatuh tersebut. Hal ini pun menjadi pembicaraan warga selama beberapa hari terakhir ini.
Terpantau, keluarga Dwi Murdiono tinggal di sebuah perumahan di kawasan Tajurhalang, Kabupaten Bogor. Rumahnya berada di tengah area komplek berdempetan di antara rumah-rumah warga yang lain. Willy (67) salah satu tetangga Dwi mengungkap sosok Dwi Murdiono di lingkungan.
“Kesehariannya baik dia, ke masyarakat juga bagus,” kata Willy kepada , Selasa (20/1/2026).
Menurut Willy, Dwi Murdiono dikenal sibuk bekerja dengan rutinitas berangkat pagi pulang malam. Sehingga dengan warga sekitar agak jarang bertemu setiap hari. Terlebih di lingkungan perumahan tempat Dwi tinggal memang banyak warga lain yang juga punya kesibukan serupa seperti Dwi setiap harinya.
“Cuman kalau hari libur sih biasa aja, ngobrol-ngobrol aja. Kalau ada kegiatan lingkungan, dia ikut,” katanya.
Namun, Dwi juga dikenal jarang membicarakan pekerjaannya kepada warga. Warga sekitar hanya tahu bahwa Dwi Murdiono merupakan pekerja di bidang engineering. “Dia jarang cerita kerja bagian apa saya gak ngerti, saya juga baru tahu bahwa dia mekanik pesawat,” kata Willy.
“Saya pikir dia kerjanya di bagian mobil lah, atau bengkel gitu,” imbuhnya.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











