My WordPress Blog

Remaja 13 Tahun Hilang di Bogor, 5 Hari Kemudian Kembali Ke Rumah

Kasus Hilangnya Gadis 13 Tahun di Bogor

Seorang remaja berinisial ST (13) dilaporkan hilang setelah diduga dibawa kabur oleh pria dewasa yang dikenalnya melalui TikTok. Kejadian ini memicu kekhawatiran dan peringatan tentang risiko pertemuan fisik dengan orang asing yang dikenal melalui media sosial.

Menurut keterangan keluarga, korban hilang dari rumah sejak Sabtu (10/1/2026). Setelah lima hari tanpa kabar, keluarga akhirnya melaporkan kehilangan tersebut ke polisi. Diceritakan bahwa ST awalnya mengenal pria dewasa tersebut melalui aplikasi TikTok. Pria itu kemudian mengajak korban untuk bertemu.

Rekaman CCTV menunjukkan bahwa ST sempat terekam pergi bersama pria dewasa tersebut. Dalam rekaman, terlihat korban berada di sebuah bangunan pada pukul 14.26 WIB. Setelah itu, ST dan pria tersebut kembali ke bangunan tersebut, lalu pergi bersama. Pria tersebut mengenakan hoodie hitam dan topi.

Berdasarkan informasi dari aktivis Ronald Sinaga alias Bro Ron, pria dewasa tersebut diperkirakan berusia antara 25-30 tahun. Keluarga korban juga mencoba melacak posisi handphone ST dan menemukan bahwa perangkat tersebut berada di kawasan Banjarnegara, Jawa Tengah.

Setelah lima hari hilang, ST akhirnya pulang ke rumah. Keluarga korban melalui akun Instagram Niena Agustiani menyampaikan bahwa ST sudah kembali dalam kondisi baik. Korban pulang sendiri dan sempat meminta dijemput keluarganya di Stasiun Cilebut, Kabupaten Bogor.

Kasus Mahasiswi di Bekasi

Berbeda dengan kasus di Bogor, seorang mahasiswi berinisial M (21) di Bekasi menjadi korban pencurian motor saat bertemu dengan pria kenalan melalui aplikasi Tantan. Kejadian ini bermula ketika korban dan pelaku berkenalan melalui aplikasi kencan tersebut.

M diduga ditipu oleh pria yang sebelumnya berkomunikasi melalui Tantan. Awalnya, pelaku mengajak korban untuk bertemu di kawasan Grandika City (GDC) Bekasi Timur. Korban mengira pelaku ingin membicarakan pekerjaan, tetapi ternyata bukan demikian.

Setelah sepakat bertemu, terduga pelaku mengajak M untuk menemui rekan yang disebut memiliki pekerjaan. Namun, bukannya sampai di tempat tujuan, korban justru dibawa ke gang kosong. Saat korban turun, pelaku langsung putar balik dan kabur.

Aditya, seorang saksi, menceritakan bahwa M mengaku sadar telah ditipu dan panik. Korban kemudian berusaha mengejar pelaku dengan berlari. Ia juga nyegat Grab yang lewat dan meminta bantuan. Akhirnya, M dijemput oleh keluarganya.

Kondisi korban sangat shock hingga sempat mengalami pingsan. Hingga kini, M belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Unit Reskrim Polres Metro Bekasi Kota belum memberikan respon terkait kasus ini.

Peringatan Keamanan

Kedua peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian saat bertemu orang asing melalui media sosial. Baik anak-anak maupun remaja perlu lebih waspada terhadap modus penipuan atau tindakan tidak wajar yang bisa terjadi.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *