My WordPress Blog

Jika Trump Ingin Beli Greenland, Berapa Harganya?

Ambisi Presiden AS untuk Menguasai Greenland

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terus menyuarakan ambisinya untuk menguasai Greenland, sebuah pulau di Amerika Utara yang berada di bawah kekuasaan Denmark. Meskipun Denmark dan Uni Eropa secara berkala menolak rencana tersebut, Trump tetap mempertahankan niatnya. Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memberi tahu para anggota parlemen bahwa Donald Trump lebih memilih untuk membeli Greenland daripada menginvasinya.

Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah pengarahan dengan para anggota parlemen dari komisi angkatan bersenjata dan kebijakan luar negeri, pada Senin (5/1/2026). Pertanyaannya adalah, berapa harga Greenland?

Nilai Ekonomi Greenland

Kepala ekonom bank ABN AMRO Belanda, Nick Kounis, mengatakan bahwa tidak ada kerangka kerja yang diterima untuk menilai harga suatu negara. “Tidak ada pasar untuk membeli dan menjual negara,” ujarnya. Menurutnya, upaya untuk menemukan tolok ukur historis untuk nilai wajar juga menemui kesulitan.

Pada 1946, AS menawarkan untuk membeli pulau Arktik yang luas dan kaya mineral itu dari Denmark seharga 100 juta dollar AS, sebuah tawaran yang ditolak saat itu. Dalam nilai uang saat ini, angka tersebut setara dengan sekitar 1,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 27 triliun. Namun, angka ini tidak bisa digunakan sebagai patokan karena pertumbuhan ekonomi AS dan Denmark yang sangat pesat selama delapan dekade sejak saat itu.

Selain itu, angka tersebut juga tidak mencerminkan “nilai” relatif Greenland dan sumber dayanya dalam ekonomi global tahun 2020-an. Pembelian Louisiana oleh AS senilai 15 juta dollar AS pada 1803 dan akuisisi Alaska dari Rusia senilai 7,2 juta dollar AS pada 1867 juga bukan merupakan preseden yang berguna. Akan tetapi, baik Perancis maupun Rusia, kedua negara sebenarnya memilih untuk menjualnya, berbeda dengan kasus Denmark.

Greenland Sebagai Perusahaan

Jika Greenland dianggap sebagai sebuah perusahaan, Bank sentral Denmark memperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) Greenland yang berbasis perikanan hanya sebesar 3,6 miliar dollar AS pada 2023. Angka ini sekitar sepersepuluh dari negara tetangganya di Arktik yang lebih kecil, Islandia.

Meskipun Trump membantah AS mengincar aset mineral dan energi Greenland, Reuters melaporkan Oktober lalu bahwa pemerintahannya telah mengadakan diskusi tentang mengambil saham di Critical Metals Corp (CRML.O). Itu adalah sebuah perusahaan yang bertujuan untuk membangun proyek logam tanah jarang terbesar di Greenland.

Perkiraan menunjukkan nilai cadangan mineral dan energi Greenland mencapai ratusan miliar dollar AS atau lebih. Studi geologi yang tepat untuk seluruh pulau belum sepenuhnya dilakukan, tetapi survei tahun 2023 menemukan 25 dari 34 mineral yang dianggap sebagai bahan baku penting oleh Komisi Eropa ada di sana.

Tantangan dalam Penambangan

Perusahaan pertambangan dan energi memiliki sejarah panjang dalam menetapkan harga untuk aset di seluruh dunia. Namun, dalam kasus Greenland, setidaknya muncul dua komplikasi.

Pertama, penambangan minyak dan gas alam dilarang di Greenland karena alasan lingkungan. Pengembangan sektor pertambangannya juga terhambat oleh birokrasi dan penentangan dari masyarakat adat. Kedua, kesepakatan pertambangan dan energi yang sangat penting tidak mencakup pengalihan kedaulatan nasional.

Dalam hal ini, kondisi akan semakin rumit karena kehadiran Inuit Greenland yang menegaskan klaim kepemilikan mereka sendiri. “Karena Anda menambahkan gagasan tak berwujud tentang budaya dan sejarah masyarakat adat, maka Anda tidak bisa, tidak ada cara untuk memberi harga padanya,” kata Direktur Riset untuk Politik Arktik dan Kelautan di Institut Fridtjof Nansen di Norwegia, Andreas Osthagen. “Itulah mengapa gagasan itu tidak masuk akal,” sambungnya.

Opsi yang Masih Terbuka

Kendati demikian, untuk saat ini, pemerintahan Trump mengatakan semua opsi masih terbuka, termasuk opsi militer untuk menguasai Greenland. Pertemuan antara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dengan para pemimpin Denmark minggu depan mungkin akan memberikan wawasan lebih lanjut tentang rencana strategis AS di Greenland.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *